Selasa, 04 April 2023

Kado Terakhir



Ketika sedang sendirian, aku sering bertanya dalam hati tentang arti kebahagiaan. Bagiku, kebahagian itu dilihat dari siapa saja yang ada di sekitar kita. Dan menurutku, dalam hidupku seharusnya hanya ada orang-orang yang berarti. Namun sayangnya kebahagiaan yang kumiliki rasanya telah dinodai oleh pikiranku sendiri. 

Dulu aku punya keluarga yang lengkap. Ada ayah, ibu, dan seorang kakak laki-laki. Tetapi kakak laki-lakiku ini sangat berbeda. Dia bagaikan penghalang kebahagiaan dalam hidupku, bukan karena dia pintar ataupun bisa merebut kasih sayang orangtuaku. Melainkan karena dia cacat mental. Namun dari dia, aku belajar akan satu hal, satu hal yang membuatku sadar bahwa selama ini ternyata dia adalah malaikat dalam hidupku yang berwujud manusia.

Kakakku telah menderita cacat mental sejak lahir dalam arti kata bodoh, idiot, dan sering membuatku malu sebagai adik. Tidak ada yang bisa kubanggakan dari dia, umurnya lima tahun lebih tua dariku, tapi dia seperti ketinggalan 10 tahun dariku. Mungkin karena alasan itulah, sehingga ibuku sampai harus rela menunda kelahiranku 5 tahun kemudian, hanya demi merawat kakakku tersebut. Dalam bahasa kedokteran, kakakku itu terkena down syndrom yang membuat kecerdasannya tidak berkembang sempurna. Sedangkan bagiku tidaklah penting apa penyakit yang dia bawa sejak lahir, yang jelas aku selalu merasa malu jika dia berada di dekatku.

Aku selalu berkata pada ibuku, kalau mau menjemputku di sekolah, jangan pernah membawa kak Rory atau aku tak akan pernah pulang bersama mereka. Namun ibuku tetap tidak perduli dan membawa serta kak Rory ke sekolah untuk menjemputku. Sehingga akhirnya setiap kali mereka datang, aku kabur lewat gerbang belakang sekolah dan memilih pulang dengan berjalan kaki.

Sesampainya di rumah, ibuku akan marah padaku dengan kata-kata yang sama,

“Rosie, kamu ini tidak tahu berterima kasih, ibu dan kakakmu sudah bersusah payah menjemputmu, kenapa malah kabur?”

“Siapa bilang Rosie kabur?”

“Dengar Rosie, walau kakakmu seperti itu, tapi dia itu tidak pernah lupa akan muka adiknya yang lari dari dia.” 

Aku terdiam dan hanya membayangkan ketika kak Rory menunjuk-nunjukkan tangannya saat aku berusaha lari dari mereka.

“Lagi pula siapa yang suruh datang dengan kak Rory, Rosie kan malu punya kakak idiot seperti itu.. Rosie sudah bilang jangan menjemput kalau ada kak Rory,” teriakku sambil langsung berlari dan masuk ke dalam kamar.

Aku tak pernah peduli apakah kalimat yang kuucapkan itu bisa membuat kak Rory paham bahwa aku tidak suka ketika ada dia di dekatku. Tapi kata-kataku tadi cukup membuat ibuku marah. Aku tak peduli, pokokya aku tidak mau terus-terusan diledeki teman-teman karena punya kakak idiot seperti dia.

Sebenarnya kak Rory sama sekali tidak jahat dan tidak selalu membuatku repot. Dalam kesehariannya dia bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri dan bisa main sendiri tanpa perlu ditemani siapa-siapa. Kalau tiba-tiba dia muncul saat aku sedang asyik menonton TV, aku akan langsung menyuruhnya pergi, tapi dengan mimik wajahnya yang tolol dan mukanya yang culun, dia malah memaksa untuk ikut nonton bersamaku. Karena kesal akupun berteriak,

“Ah, Kak Rory... pergi sana, aku malas sekali nonton bersamamu... sana pergi..”

“Rosie... ke... ke... kenapa benci sama kakak...?” kata dia sepatah-patah.

Aku terdiam. Sebenarnya tidak ada alasan kenapa aku harus membencinya. Aku hanya merasa, hidupku ini tak seperti teman-temanku yang lain. Punya kakak yang normal, bisa diandalkan, dan bisa jadi teman ngobrol yang menyenangkan. Tapi kakakku... rasanya mustahil.

Akhirnya aku mengalah dan pergi dari ruang tamu, membiarkan dia menonton TV sendiri.

Dulu, aku tidak begitu peduli dan tidak pernah sebenci itu kepada kak Rory, sewaktu kecil, aku sering bermain boneka bersamanya, bermain lari-larian atau menonton TV bersama. Aku merasa semua baik-baik saja dengan dia, sampai akhirnya ketika aku mulai menginjak remaja dan pindah ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), semua menjadi berubah. 

Awalnya teman-temanku tak ada yang tahu kalau kak Rory itu idiot, sampai akhirnya seiring berjalannya waktu, banyak yang melihat sendiri seperti apa kakakku, hal ini terjadi ketika ibu menjemputku sambil membawa serta kak Rory. Aku mulai merasa malu. Di belakangku, teman-temanku mulai suka membicarakan tentang aku dan kak Rory. Setiap kali disuruh pak guru untuk maju ke depan kelas dan mengerjakan soal di papan tulis dan aku gagal, pasti ada suara teriakan dari belakang yang membuatku sakit hati.

“Pantas tidak bisa, kakaknya saja idiot, apalagi adiknya.”

Mendengar itu, aku jadi ingin marah dan ingin segera pulang ke rumah, kalau dulu kak Rory langsung mengajakku bermain boneka, kali ini boneka yang dia berikan kepadaku, langsung kulempar.

“Jangan main bersamaku lagi...”

“Ke... kenapa?” tanya kak Rory.

“Aku malu punya kakak idiot sepertimu...”

Dia terdiam. Mungkin berpikir apa salahnya kepadaku. Tapi aku tak peduli. Jadi mulai saat itu setiap kali dia mengajakku bermain, aku akan marah dan menolaknya. Ibuku selalu menyuruhku menemani kak Rory bermain tapi aku malah menangis.

“Ibu, kenapa sih Rosie punya kakak cacat seperti itu, Rosie jadi malu, di sekolah teman-teman sering meledek Rosie... idiot, bego, begini, begitu, Rosie malu...”

Tapi ibu malah menamparku, sedangkan kak Rory yang melihat hal itu langsung menarik tangan ibuku.

“Rosie, berani-beraninya kamu bicara seperti itu kepada ibu dan kakakmu...”

“Salah apa Rosie, apakah salah kalau bicara jujur bahwa Rosie malu... sangat malu punya kakak seperti itu... cacat, bego, idiot...” teriakku sambil lari ke kamar.

Ibuku hanya bisa memeluk kak Rory, kakakku yang walaupun cacat mental, dia pasti mengerti raut wajahku yang emosi dan marah. Ibuku pun menangis dan kak Rory kemudian membelai rambut ibu dengan pelan seperti membelai kucing yang sering dia temukan di jalan.

Ayahku, bekerja di pertambangan sehingga jarang pulang. Ketika pulang pun, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama kakakku yang cacat, padahal aku juga anaknya, tapi kasih sayang kepadaku cuma sebatas memberi jatah uang saku dan cium di kening, berbeda dengan kak Rory yang diperlakukan bagaikan anak emas. Sebenarnya aku tidak merasa iri dengan hal ini, yang penting aku mendapat uang saku. Sedangkan ibu tidak akan mau memberiku uang saku kalau aku tidak mau berbaikan dengan kak Rory.

Suatu ketika, aku mulai merasakan jatuh cinta. Di sekolah seberang, ada anak yang sangat kusuka namanya Bima. Aku sering melihat dia bermain basket bersama anak-anak di sekolahku. Demi bisa berkenalan dengan Bima, aku bahkan rela menjadi volunteer bagi klub basket sekolah yang tugasnya membawakan minum bagi para pemain basket. Aku sadar kalau aku tidak cantik tapi juga tidak jelek-jelek amat. Satu hal yang aku sangat yakin bahwa cinta yang tulus pasti kelak akan terbalas.

Tanpa kusadari, ternyata Bima sering memperhatikan aku ketika sedang berjalan kaki pulang ke rumah, sedangkan dia biasanya mengendarai sepeda motor. Entah merasa kasihan atau memang suka denganku, akhirnya suatu hari dia menawariku tumpangan. Astaga, hatiku merasa sangat berbunga-bunga. Namun aku sadar, akan jadi masalah kalau dia sampai ke rumahku dan bertemu dengan kak Rory yang cacat mental, sehingga setiap kali diantar pulang, aku minta diturunkan agak jauh dari rumah. Karena kak Rory selalu berlari menyambutku setiap kali aku pulang. Bisa dibayangkan, apa jadinya kalau Bima sampai tahu bahwa aku mempunyai seorang kakak yang cacat mental, dia pasti akan menjauhiku.

Waktu berlalu dan tanpa terasa, aku semakin dekat dengan Bima. Dan suatu ketika dia mengundangku untuk hadir sebagai tamu istemewa di perayaan ulang tahunnya. Aku sungguh merasa sangat tersanjung dan tentunya aku harus mulai memikirkan hadiah yang istemewa untuk Bima. 

Dari teman-teman, aku mendapatkan info bahwa Bima paling suka dengan helm sport, tapi harganya mahal sekali, dan aku tahu tabunganku tak akan cukup untuk membeli helm seperti itu. Aku pun mulai memikirkan hadiah lain yang lebih terjangkau untuk kuberikan pada Bima. Hari itu sambil terpaksa menemani kak Rory main, aku berpikir keras kira-kira dengan uang tabunganku yang jumlahnya tak seberapa itu, aku bisa membeli apa sebagai hadiah untuk Bima nanti. 

Kak Rory yang memperhatikan aku bengong cukup lama lalu bertanya,

“Kok mm... main monopolinya lama, A... a... adik bengong ya...?” Tanya kak Rory yang meskipun idiot tapi jago sekali main monopoli.

“Mau tau aja.” Kataku sambil melanjutkan main monopoli.

Tiba-tiba aku jadi berpikir, mungkinkah kak Rory yang idiot ini punya uang untuk disumbangkan padaku agar bisa beli helm sport?

“Eh, Kak Rory punya uang tidak?” tanyaku, dan dia spontan menyodorkan uang mainan monopoli.

“Uang beneran dong Kak, bukan uang seperti ini, kalau yang begini aku juga punya banyak...”

“U... u... uang, u... un... untuk apa?” tanya kak Rory dengan logatnya yang khas.

“Punya uang tidak...?” tanyaku kesal.

Tiba-tiba dia berlari ke kamarnya dan kembali lagi dengan membawa toples yang penuh berisi uang.

“Ini... u... u... untuk Adik...”

“Wah, banyak sekali, apakah uang ini hasil tabungan Kakak selama ini, banyak sekali...?”

“Ss... ss... semua untuk A... a...  adik... k... kakak kasih...”

“Yakin...?”

“Iya... ta... tapi temani kakak bb... beli permen di ss... supermarket...”

“Ah, hanya itu syaratnya... gampang sekali. Ayo berangkat,” kataku sambil menggandeng dia ke supermarket terdekat.

Akhirnya berkat kak Rory, aku bisa membeli hadiah terindah untuk Bima. Rasanya bahagia sekali, tapi aku tahu, Bima pasti akan mengundang banyak orang pada perayaan ulang tahunnya nanti, jadi aku harus tampil istimewa di hari itu, aku harus dandan yang cantik dan benar-benar terlihat hebat di pesta ulang tahunnya.

Hingga akhirnya, tibalah momen yang sangat kunantikan itu.

“Mau kemana Rosie?” tanya ibu yang sedang menonton TV bersama kak Rory.

“Mau ke ulang tahun teman. “

“Kamu mengambil uang kakakmu, ya?” tanya ibu.

“Tidak kok, dia sendiri yang memberikannya ke Rosie, kalau tidak percaya ibu bisa tanya sendiri ke kak Rory...”

“Ooo... pantas saja uang tabungannya habis, kamu tahu tidak, dia menabung uang itu untuk membeli kado ulang tahun untukmu minggu depan...” kata ibu yang langsung membuatku sadar bahwa minggu depan aku akan berulang tahun.

“Ooo... iya, tapi sama saja kan uangnya juga ke Rosie sekarang.”

“Ulang tahun temanmu lokasinya dimana Rosie...?”

“Di samping sekolah, di Green Caffee. Kak Rory sudah tahu tempatnya, kan sering minta dibelikan es di sana...”

“Ya sudah, tapi jangan sampai larut malam ya...”

Akhirnya aku bebas untuk pergi ke ulang tahun Bima. Sesampainya disana, ternyata aku benar, banyak sekali yang diundang ke ulang tahun Bima, namun tiba-tiba aku teringat kalau kado untuk Bima ketinggalan di rumah.

Aku merasa bodoh sekali karena lupa membawa kado untuk Bima, kalau kembali lagi ke rumah pasti akan ketinggalan acara utama yaitu pemberian kue ulang tahun pertama dari Bima. Aku pun berpikir keras, memeras otak untuk membuat suasana tidak rusak.

Sementara itu dirumah,

Kak Rory yang sedang menonton TV tiba-tiba melihat kado yang tidak sengaja tergeletak di lantai, kado itu ketinggalan saat aku sedang membersihkan sepatuku, dan aku langsung berangkat begitu saja tanpa teringat bahwa kadonya ketinggalan. Kak Rory tahu dan pasti ingat kalau aku akan berangkat ke pesta ulang tahun yang tadi kubahas dengan ibu, sehingga dengan nekad dia membawa kado itu sendirian tanpa sepengetahuan ibuku yang sedang mencuci piring di dapur. 

Walaupun bersusah payah mengingat jalan, akhirnya dia sampai juga di Green Caffee.

Ketika pesta berlangsung dan acara pemberian kue pertama dimulai, tiba-tiba Bima menyebut namaku, aku senang sekali dan menerima kue itu dengan perasaan penuh kemenangan.

“Bima maaf ya, kadonya ketinggalan di rumah, besok aku berikan setelah main basket tidak apa-apa kan...?”

“Ah, tidak masalah, yang paling penting adalah kamu bisa hadir hari ini di acara ulang tahunku, dan ini kue pertama spesial hanya untuk kamu.”

Nah, di saat momen paling penting itu, tiba-tiba kak Rory muncul sambil berteriak.

“A... adik... adik... adik... i... ini kadonya... kadonya...”

Semua yang hadir melihat ke arah kak Rory, begitu pula Bima. Mukaku langsung memerah menahan malu. 

 “Itu kakakmu...” tanya Bima.

“Bukan... dia bukan kakakku...” teriakku sambil berlari keluar meninggalkan pesta dengan perasaan malu sekali.

Karena panik, aku tidak melihat ada sepeda motor yang melaju kencang dan menabrakku sampai terpental. Dalam keadaan setengah sadar, aku melihat orang terakhir di atas bayangan mataku adalah kak Rory yang berteriak-teriak,

“A... a... adik... adik...”

Lima belas hari kemudian, aku terbangun tanpa bisa menggerakkan kaki dan tanganku, tulang leherku patah karena tabrakan itu. Kulihat ayah dan ibuku ada di sampingku. Tapi dimana kak Rory?

“Ibu, aku dimana?” tanyaku sambil menahan rasa sakit di mataku.

“Kamu di rumah sakit Rosie, kamu tidak bangun sejak 15 hari yang lalu, kamu dalam keadaan koma selama itu.”

Kulihat sekeliling dan memang aku berada di rumah sakit, tapi bukan itu yang ingin aku lihat. Aku ingin melihat kak Rory. Selama dalam keadaan tak sadar, aku selalu terbayang dia. Bayangan tentang masa-masa kecil yang bahagia bermain bersama dia, ketika dia menggendongku, ketika dia memberiku jajanan yang kusuka dan terakhir ketika dia bilang kalau dia sangat sayang padaku.

“Kak Rory dimana?”

Ibu menangis, sedangkan ayah terdiam, tapi kemudian dengan raut muka sedih dia berkata.

“Rory sedang dirawat di ruang sebelah...”

“Kak Rory sakit apa? Kok juga dirawat di rumah sakit?”

Aku bangkit dan ibu membantuku berjalan ke ruangan sebelah dan melihat kak Rory yang sedang tertidur sambil memeluk boneka yang dulu sering dia berikan kepadaku. Aku melihat kak Rory dengan rasa prihatin dan kulihat kedua matanya tertutup dengan perban,

“Kakakmu memberikan kedua matanya untuk kamu, ketika kecelakaan terjadi, kamu terjatuh dan kedua matamu rusak karena cairan raksa yang dibawa pengendara motor itu tumpah mengenai mata kamu.”

“Astaga... jadi kak Rory tidak bisa melihat lagi?”

Aku menangis saat mendengar penjelasan itu.

“Bukan hanya itu, ada pendarahan yang terjadi setelah operasi dan kakakmu jadi kritis begini.”

Aku meraih tangan kak Rory, sambil berkata,

“Kakak, bangun, maafkan Rosie... Rosie berjanji setelah kakak sembuh, Rosie akan sayang lagi sama Kakak...”

Tangan kak Rory bergerak dan berkata dengan cara seperti biasanya.

“A... a... adik.. kakak sayang kamu... ss... ss... sselamat ulang tahun...” kata kak Rory untuk terakhir kalinya.

Dan kalimat itulah yang terakhir bisa kudengar darinya. Kak Rory telah pergi untuk selamanya, selamanya untuk membuatku tetap hidup dengan kado kedua matanya untukku. Dokter sempat menolak untuk memberikan kedua matanya untukku, tapi kak Rory ngotot. Dia merasa tidak boleh lagi ada yang cacat di keluarga ini selain dia. 

Ibuku juga menolak operasi tersebut, tapi kak Rory malah marah dan tidak mau makan sampai dia bisa memberikan kedua matanya untukku. Akhirnya ibu pun luluh, dia ikhlas, dan operasi pun berhasil tapi kak Rory mengalami pendarahan dan kemudian keadaannya menjadi kritis dan akhirnya pergi untuk selamanya. 

Kak Rory pergi untuk selamanya demi membuatku merasa tak perlu lagi menahan malu karena memiliki kakak seperti dia. Kak Rory adalah seorang kakak berhati malaikat yang tak pernah berhenti mencintaiku sebagai adiknya.

Kakak, karena dirimu lah kini aku sadar,

Aku tidak terlahir sempurna tanpamu, walau dunia ini mungkin tidak pernah adil untuk kehidupanmui, tapi kau tetap kakakku yang terbaik

Selamat jalan kakak tercinta, maafkan semua kesalahanku. 

Minggu, 02 April 2023

Mitos Seputar Haid



Tentunya kita pernah mendengar pendapat atau pandangan dari beberapa teman kita bahkan mungkin kita sendiri yang memberikan pendapat tersebut seputar hal-hal yang diperbolehkan atau dilarang saat menstruasi, hal ini biasanya disebut dengan mitos apabila pendapat yang berkaitan dengan menstruasi tidak didasari atas fakta medis atau klinisnya. Disini kita membahas ringan mengenai beberapa pendapat atau pandangan yang sering ditemukan dalam pembicaraan para remaja putri mengenai menstruasi dan akan kita lihat penilaian berdasarkan fakta medis yang ada.

Maka dari itu, Anda perlu menyimak mitos dan fakta saat menstruasi berikut:

1. Minuman dingin perlambat menstruasi.

Banyak yang percaya kalau mengonsumsi minuman dingin dapat memperlambat menstruasi. Faktanya, mitos ini tidaklah benar karena minuman dingin sama sekali tidak berpengaruh dengan siklus menstruasi. Hal itu disebabkan karena siklus menstruasi diatur oleh hormon estrogen dan progesteron. Terlambatnya menstruasi terjadi saat hormon seorang wanita tidak seimbang yang dapat dipengaruhi dari beberapa faktor fisik, seperti kelelahan, stress dan juga penyakit.

2. Tidak boleh keramas saat menstruasi.

Tujuan keramas untuk menjaga kebersihan rambut dan kepala Anda. Terbayang bagaimana lepeknya rambut Anda selama menstruasi karena tidak boleh mencuci rambut? Sedangkan saat menstruasi, Anda harus lebih ekstra menjaga kebersihan tubuh, termasuk rambut. Bahkan mencuci rambut saat menstruasi justru dapat membuat Anda lebih percaya diri karena merasa bersih dan wangi.

3. Mempercepat menstruasi dengan minum soda.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan kalau mengonsumsi minuman bersoda dapat mempercepat menstruasi. Minuman bersoda hanya dapat membuat seseorang merasa lebih segar. Walaupun dapat menimbulkan rasa segar, Anda juga tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman bersoda secara rutin dalam jangka panjang karena dapat mempengaruhi keseimbangan nutrisi dalam tubuh yang otomatis dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

4. Berhubungan intim saat menstruasi tidak hamil.

Memang, kemungkinannya kecil untuk hamil saat berhubungan intim kala menstruasi. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa hamil. Karena walaupun sedang menstruasi, sperma tetap dapat masuk ke dalam farji dan sperma tersebut dapat bertahan selama tujuh hari. Selain itu jima’ saat haid sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu sangat diharamkan dalam Islam.

5. Pembalut dapat menyebabkan kemandulan jika digunakan saat menstruasi.

Saat menstruasi, kelembaban di daerah intim akan meningkat karena cairan (darah dan lendir keputihan) yang keluar melalui lubang vagina dan hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi kuman (jamur, bakteri, virus). Untuk itu diperlukan penggunaan pembalut yang dapat menampung darah-lendir yang keluar sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kulit di daerah intim.

Penggunaan pembalut yang sehat adalah pilih pembalut yang dirasakan nyaman saat memakainya, tidak terjadi iritasi saat menggunakannya dan ganti pembalut di saat Anda merasa sudah lembab. Terutama di hari 1-2 menstruasi atau saat banyak-banyaknya dan sedang beraktivitas, dianjurkan untuk menganti pembalut setiap 2-4 jam sekali agar daerah intim terhindar dari kelembaban yang berlebihan. Jangan lupa senantiasa memperhatikan air bersih yang digunakan saat membilas setelah buang air dan penggunaan underwear.

6. Jika saat menstruasi selalu merasakan nyeri perut, itu menandakan ada penyakit kista.

Nyeri perut bawah yang dirasakan saat menstruasi adalah normal terjadi pada setiap wanita dengan perbedaan rasa nyeri (ringan sampai berat) tergantung dari kesehatan fisik dan psikis saat itu (keletihan, emosi tidak stabil, daya tahan tubuh). Biasanya rasa nyeri terjadi tidak lebih dari 3 hari dan sifat nyeri akan berkurang seiring dengan berkurangnya darah menstruasi yang keluar. Saat ini, gejala dari penyakit kista tidak jelas, sebagai antisipasinya, jika nyeri menstruasi terasa hebat bahkan tidak tertahankan (pingsan), nyeri dirasakan lebih dari 3 hari bahkan jumlah darah menstruasi terasa banyak terus tiap harinya, terjadi terus menerus setiap siklus menstruasi (3-6 bulan berturut-turut), segeralah berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya, namun belum tentu itu adalah kista.

7. Saat menstruasi tidak boleh berenang karena akan menyebabkan kemandulan.

Tidak ada larangan medis dan hubungannya dengan kemandulan untuk berenang di saat menstruasi jika para muslimah saat menstruasi benar-benar memastikan kenyamanan pembalut dan pakaian renang yang digunakan. Namun sebaiknya dilihat kembali yang menjadi prioritas saat itu, aktivitas berenang atau kenyamanan menstruasi. Jika sudah yakin akan pembalut dan pakaian renang yang digunakan, tidak ada salahnya untuk berenang.

Jumat, 31 Maret 2023

Mie Ubi Seafoods



Bahan:

  • 150 gram tepung terigu protein tinggi.
  • 100 gram ubi, kukus dan haluskan.
  • 100 gram tepung sagu.
  • 3 butir telur ayam.
  • ± 35 ml air dan ½ sdt garam
  • 2 sdm minyak, goreng dengan 1 siung bawang putih cincang.
  • Air untuk merebus mie.

Bahan Topping:

  • 100 gram udang, kupas.
  • 100 gram cumi.
  • 100 gram sosis ikan.
  • 2 sdm pasta tom yam.
  • 1 sdt garam dan 1 sdt gula.
  • 2 liter air dan 2 sdm margarine.
  • 1 siung bawang putih, cincang halus.
  • ½ buah bawang bombay, cincang halus.

Bahan Pelengkap:

  • 3 batang daun bawang, cincang halus.
  • 3 sdm bawang merah goreng.
  • 1 tangkai sledri, petik.
  • 2 buah jeruk nipis, potong bulat.

Cara Membuat:

  1. Buat adonan mie ubi, letakkan tepung terigu dan 50 gram tepung sagu di dalam baskom. Pecahkan telur di atasnya, beri garam, aduk dengan ujung jari sampai adonan berbutir.
  2. Tambahkan ubi kukus yang telah dihaluskan, aduk hingga rata.
  3. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  4. Tambahkan minyak bawang, uleni kembali sampai benar-benar kalis.
  5. Cetak mie sambil ditaburi tepung sagu agar tidak lengket. Diamkan mie sampai agak mengering.
  6. Didihkan air, rebus mie sampai matang. Tiriskan, letakkan mie dalam mangkuk.
  7. Buat kuah tom yam, panaskan margarine lalu tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.
  8. Masukkan udang dan cumi yang telah dipotong, aduk sampai berubah warna. Tambahkan sosis ikan yang telah dipotong, aduk.
  9. Tambahkan air, pasta tom yam, garam, dan gula. Masak sampai matang.
  10. Siramkan kuah tom yam di atas mie, beri taburan daun bawang dan bawang merah goreng.
  11. Hias dengan sledri dan jeruk nipis, hidangkan hangat. Untuk 5 porsi.


Kamis, 30 Maret 2023

Doa selesai shalat Dhuha



Setelah selesai melaksanakn shalat Dhuha, dibolehkan berdoa dengan doa-doa yang dikehendaki selama tidak ada dosa di dalamnya baik doa-doa yang ma’tsur dari Nabi Muhammad saw atau doa-doa yang mudah bagi dirinya. Akan tetapi doa yang ma’tsur lebih utama jika hafal.

Salah satu doa yang dapat kita panjatkan seusai shalat Dhuha adalah sebagai berikut.

Allahumma innadh dhuhaa dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmata ‘ishmatuk. Allahumma in kaana rizkii fis samaa-i fa anzilhu wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu wa in kaana mu’siran fa yassirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu bi haqqi dhuhaaika wa bahaaika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa ataita ‘ibaadakash shaalihiin.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rezeki berada di atas langit, maka turunkanlah. Apabila berada di bumi, maka keluarkanlah. Apabila sukar, maka mudahkanlah. Apabila haram, maka sucikanlah. Apabila jauh, maka dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. (Wahai Tuhanku), datangkanlah kepadaku apa yang telah Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” 

Rabu, 29 Maret 2023

Pintu surga paling tengah.



Berbakti kepada kedua orangtua adalah jaminannya surga asalkan dalam kerangka yang benar. Seorang datang pada Abu Darda’ dan bertanya, ”Saya beristri dan ibuku menyuruhku menceraikan istriku ini.” Aku berkata padanya,” Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Orangtua itu bagaikan pintu surga yang paling tengah, maka terserah kepadamu apakah kau buang atau kau gunakan kesempatan itu.” (HR. Tirmidzi)

Wajib menurut perintah orangtua jika alasan menceraikan itu benar. Sebagaimana kisah nabi Ibrahim menyuruh Nabi Ismail untuk mengganti palang pintunya. Ini merupakan bahasa kiasan bahwa Nabi Ismail disuruh menceraikan istri pertamanya karena istri pertamanya banyak mengeluh, tidak bersyukur, tidak menghargai suami, banyak mengadukan keburukan, merasa susah dan macam-macam. Nabi Ibrahim berpesa, “Kalau suamimu datang, sampaikan salamku padanya, dan katakan agar dia mengganti palang pintunya.” 

Setelah bercerai Nabi Ismail menikah lagi dengan seorang wanita shalihah. Saat Nabi Ibrahim berkunjung ke rumahnya istri Ismail mengatakan bahwa keadaannya lapang dan ia banyak bersyukur. Maka Ibrahim berpesan,” Kalau suamimu datang, sampaikan salamku padanya da katakan agar ia memperkokoh palang pintunya.” 

Selasa, 28 Maret 2023

Sembuh dari Lupus (Dian Syarief - Ketua Syamsi Dhuha Foundation)





Dian Syarief adalah penderita lupus atau penyakit kelebihan kekebalan tubuh. Penyakit ini terjadi akibat produksi antibodi berlebihan sehingga alih-alih berfungsi menyerang virus, kuman, atau bakteri dalam tubuhnya, antibodi berlebih ini justru menyerang sistem kekebalan sel dan jaringan tubuhnya sendiri. Selain lupus, Dian juga menderita low vision.

Bagi Anda yang baru mendengar penyakit ini, low vision merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh berbagai penyakit seperti katarak, glukoma, atau gangguan pada retina dan lainnya. Low vision berbeda dengan buta total (blind). Pasalnya, seorang penderita low vision masih bisa melihat meskipun lapang pandangnya sempit.

Sulit dibayangkan bagaimana Dian bisa bertahan menghadapi kedua penyakit (beserta komplikasinya) yang ia derita sejak tahun 1999 tersebut. Detik-detik sekarat sering ia alami. Rasa sakit dan pedih seolah menjadi pengiring nafas dalam hidupnya. 

Namun subhanallah, Allah SWT masih memberikan kepercayaan hidup kepadanya. Boleh jadi, hal itu dikarenakan Dian senantiasa bersabar dan bertawakal kepada-Nya. Selain itu, Dian juga selalu pasrah atas kejadian yang dialaminya dan berikhtiar maksimal sehingga akhirnya pertolongan Allah SWT datang. Dian pun akhirnya sembuh dan menjalani hari-hari bahagianya bersama sang suami.

“Membiasakan diri melaksanakan shalat Dhuha setiap hari merupakan sebuah ikhtiar untuk selalu membangun kesadaran berserah diri hanya kepada Allah SWT. Melakukan shalat Dhuha secara benar sesuai dengan syar’i membuat kita merasa selalu terbimbing dan terhubung dengan-Nya.”

Menurut sarjana farmasi ITB ini, shalat Dhuha bisa menjadikan siapa saja yang melaksanakannya beroleh kemuliaaan. Waktu Dhuha adalah waktu yang penuh semangat untuk memulai aktivitas harian. Jika diawali shalat Dhuha, kita seakan diberikan ketenangan dan tambahan energi untuk memulai hari. Biasanya, Dian kerap merangkai shalat Dhuha dengan aktivitas ibadah lainnya seperti berdoa dan berzikir. 

“Surat yang sering saya baca saat shalat Dhuha adalah surat Adh-Dhuhaa dan surat Asy-Syams. Begitulah bentuk ikhtiar saya untuk mohon ampun kepada Sang Rahim atas berbagai kesalahan yang pernah saya lakukan, dulu maupun sekarang,” demikian kata wanita kelahiran 1965 ini.

Meski demikian, Dian mengaku bahwa shalat Dhuha bukan satu-satunya sumber kekuatannya dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah SWT. Shalat Tahajud, shalat-shalat sunnah lainnya, serta tentu saja shalat wajib merupakan sumber lain kekuatannya. Tidak ketinggalan, doa dan dzikrullah. 

“Untuk bisa tetap taat dan tawakal memang dibutuhkan berbagai keyakinan ilahiyah yang dapat diperoleh melalui tafakur. Dengan menggali potensi akal dan qolbu-lah maka kita akan dapat memahami ayat- ayat Allah, baik yang tertulis maupun tidak tertulis.”

Sampaikanlah tiap kebaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan buah kebaikan yang telah diikhtiarkan dan didoakan tersebut. Inilah yang kemudian Dian lakukan kepada anggota SDF yang dipimpinnya. 

“InsyaAllah, setiap kebaikan selalu diupayakan untuk dibagi. Tak hanya sebatas manfaat shalat Dhuha, tetapi juga ayat-ayat Allah dan berbagai ilmu yang bermanfaat. Spiritual healing bagi yang menyandang lupus atau low vision biasanya berupa perenungan atau tafakur. Jika telah tertanam keyakinan ilahiah, otomatis akan berdampak pada ketaatan mengerjakan berbagai ibadah, termasuk shalat Dhuha,” pungkasnya.


Mie Cumi Teriyaki

 


Bahan:

  • 5 porsi mie basah mentah

Bahan Topping:

  • 250 gram cumi, buang tinta lalu potong-potong melingkar.
  • 50 gram jamur kuping segar, potong tipis.
  • 5 sdm saus teriyaki.
  • 1 siung bawang putih, cincang halus.
  • ½ buah bawang bombay, cincang halus.
  • 1 sdm margarine untuk menumis.
  • 50 ml air matang.

Bahan Kuah:

  • 2 liter air.
  • 1 sdt kecap ikan.
  • 1 sdt garam.
  • 2 sdt gula pasir.
  • 2 siung bawang putih, memarkan dan cincang halus.
  • 2 batang bawang prei, cincang kasar.
  • 1 sdm margarine untuk menumis.
  • 1 sdt merica bubuk.
  • ¼ sdt pala bubuk.

Cara Membuat:

  1. Didihkan air, rebus mie sampai matang.
  2. Tiriskan mie dan campur dengan ½ sdm minyak bawang, aduk rata.
  3. Buat topping, panaskan margarine, tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.
  4. Masukkan cumi dan jamur kuping.
  5. Aduk hingga rata, tambahkan saus teriyaki dan air.
  6. Masak sampai mengental lalu angkat.
  7. Buat kuah, panaskan margarine, tumis bawang putih dan bawang prei sampai harum.
  8. Tambahkan air, masak hingga mendidih.
  9. Masukkan garam, gula, merica bubuk, pala bubuk, dan kecap ikan.
  10. Aduk rata dan kuah siap dihidangkan bersama mie cumi teriyaki.
  11. Untuk 5 porsi.


Balasan bagi anak yang congkak terhadap ibunya.



Kisah ini diceritakan oleh Syaikh ‘Abdullah al-Mathruud, Imam masjid Haram, Mekkah, di dalam sebuah kaset berjudul, “Penghuni Rumah Angkat Bicara” tepatnya, sehabis berziarah ke Daar an-Naqaahah yang menangani perawatan kondisi-kondisi parah, di sebuah propinsi di Kerajaan Arab Saudi.

Seorang pemuda berusia 27 tahun yang kondisinya tidak dapat lagi duduk untuk selama-lamanya berkisah, “Suatu ketika ibuku berkata kepadaku, ‘Tolong antarkan ibu ke rumah salah seorang kerabat kita.” 

Mendengar itu, aku jadi kesal lalu berbicara kasar terhadapnya. Namun beliau mengulangi lagi, “Aku mohon padamu, wahai anakku, tolong antarkan aku ke rumah mereka sebab ada hak mereka yang harus aku berikan. Itulah tujuanku mengunjungi mereka.” 

Lalu aku berkata padanya, “Baiklah, tapi ada syaratnya; aku akan mengantarkan ibu ke sana lalu pulang dan akan datang lagi tepat setelah setengah jam kemudian. Nanti aku akan membunyikan klakson mobil satu kali, kalau ibu tidak keluar, maka aku akan pergi dan meninggalkan ibu di sini.” 

Akhirnya sang ibu naik dan jadi pergi ke rumah kerabatnya bersama sang anak. Dan setelah berlangsung setengah jam tepat, sang anak pun datang dan membunyikan klakson mobilnya satu kali namun sang ibu tidak keluar-keluar. Maka, ia pun pergi dan meninggalkan sang ibu.

Dalam perjalanannya tersebut, mobil dilarikan dengan kecepatan tinggi hingga terjadilah kecelakaan atas dirinya. Akibat kejadian itu, ia kini tidak bisa lagi duduk untuk selama-lamanya. Ia hanya bisa berbaring terlentang atau telungkup dan tidak dapat menggerak-gerakkan anggota badannya selain kepala saja. (Sumber : Abnaa` Yu’adzdzibuun Aabaa`ahum karya Ahmad Muhammad Sinan, Bag.II, h.25-26)


Jumat, 24 Maret 2023

Ibu Hamil Waspadai Tanda-tanda berikut saat berolahraga



Olahraga pada masa kehamilan memang baik untuk kesehatan ibu dan janin. Namun tentu ada rambu-rambunya. Hentikan olahraga jika Anda mengalami beberapa gejala seperti ini:

1. Pendarahan vagina

Di awal kehamilan bisa jadi pertanda keguguran. Di trimester kedua dan ketiga, pendarahan dihubungkan dengan persalinan prematur, plasenta previa, dan pelepasan plasenta. Semua kondisi ini perlu penanganan medis segera.

2. Penglihatan “kabur”

Kemungkinan Anda mengalami dehidrasi.

3. Mual

Mungkin Anda terlalu giat sehingga terjadi peningkatan produksi asam laktat yang dihasilkan oleh metabolisme otot.

4. Pusing

Jika disertai penglihatan kabur, hal ini pertanda anemia (kurang sel darah merah).

5. Napas tersengal-sengal

Jika terjadi di tengah-tengah latihan, bicara Anda terengah-engah seolah tak bisa bernapas, itu tandanya Anda terlalu aktif berolahraga.

6. Nyeri di bagian perut dan dada

Jaringan ikat (ligamen) Anda mungkin sedang meregang atau Anda mengalami kontraksi. Segera hubungi petugas kesehatan.

7. Suhu tubuh meningkat

Kurang baik untuk janin karena suhu tubuh janin dapat meningkat pula (overheated). Aliran darah yang semestinya mengalir ke janin malah berbelok ke kulit Anda untuk mendinginkan tubuh. Otomatis aliran darah ke janin terganggu.

Jangan paksakan diri Anda untuk terus berolahraga jika gejala-gejala tersebut muncul. Segera istirahat dan jika perlu hubungi dokter kandungan Anda.

Agar aktivitas olahraga yang Anda lakukan tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa tips berikut :

  • Hindari panas matahari atau berkeringat terlalu lama.
  • Gunakan bra dan sepatu khusus olahraga yang nyaman.
  • Minumlah banyak air.
  • Tetap jaga keseimbangan, karena ukuran dan bentuk tubuh saat kehamilan mengurangi keseimbangan Ibu.
  • Jangan olahraga berlebihan, segera hentikan jika Ibu merasa pusing, lemas, atau kaki kram.


Syarat Memandikan Jenazah.


Syarat Memandikan Jenazah.

Di dalam memandikan jenazah, tidak bisa dilakukan dengan seenaknya saja. Ada beberapa persyaratan yang harus diketahui dan dipenuhi. Diantara syarat dalam memandikan jenazah adalah:

  • Jenazah harus beragama Islam.

Kewajiban muslim memandikan jenazah hanya berlaku bagi sesama muslim. Artinya, jika ada jenazah yang beragama bukan Islam, maka muslim tidak boleh memandikannya maupun mengurusnya. Begitu pula sebaliknya, jika jenazahnya muslim, maka yang boleh mengurusnya adalah juga muslim.

Dikisahkan sewaktu perang Badar, Rasulullah saw memerintahkan melempar mayat kaum musyrikin yang terbunuh ke dalam satu sumur yang ada di lembah Badar. Kisah ini termaktub dalam firman Allah swt:

“Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati diantara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. At-Taubah: 84)

  • Ada jenazahnya walaupun sedikit. 

Misalnya jenazah hancur akibat bom ataupun kecelakaan sehingga hanya ditemukan bagian-bagian tubuhnya saja yang masih utuh semisal tangan atau kaki saja dan seterusnya.

Sedangkan jenazah yang tubuhnya hancur dan tidak bisa dikumpulkan, maka ada yang mengatakan tidak wajib dimandikan namun ada juga ulama yang mengatakan wajib.

  • Jenazah yang akan dimandikan bukan karena mati syahid atau syuhada (mati karena membela agama Allah swt).

Jenazah ini kondisinya suci sehingga tidak perlu dimandikan meskipun jenazah tersebut junub atau kotor. Bahkan jenazah tersebut langsung bisa dikuburkan tanpa perlu dibersihkan atau dibasuh darahnya. Sebagaimana kisah syahidnya Hanzhalah yang dimandikan oleh malaikat.

Hanzhalah adalah pengantin surga. Dia baru saja menikah dan di malam pertama itu ada panggilan untuk berangkat ke medan perang Uhud. Antara berat meninggalkan istri yang baru saja dinikahinya dan kerinduan untuk segera bertemu Allah swt. Akhirnya ia putuskan untuk bergegas berangkat ke medan laga. Ia pun syahid di perang Uhud. Para sahabat yang melihat jasadnya keheranan. Mereka meraba-raba jasad Hanzhalah yang berlumuran darah. Di dahinya menetes air. Merekapun mendengar sabda Rasulullah bahwa Hanzhalah telah dimandikan oleh para malaikat dengan bercak-bercak embun dan diangkat ke surga. Subhanallah.  

Kamis, 23 Maret 2023

Selamat dari Kecelakaan dan Sembuh dari Diabetes Berkat Do’a Anak Yatim Selepas Tahajud (Adinandra Wardhana - Karyawan)

Selamat dari Kecelakaan dan Sembuh dari Diabetes Berkat Do’a Anak Yatim Selepas Tahajud (Adinandra Wardhana - Karyawan)




“Apa sih amalan khusus yang kamu lakukan, sehingga Allah SWT memberikan pertolongan dan perlindungan kepadamu sedemikian rupa?” Demikian pertanyaan para kerabat yang menjenguk saya, sepulang saya dari Rumah Sakit.

Saya maklum. Bahkan saya sendiri juga heran, karena amal ibadah saya biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa pada diri saya. Tapi alhamdulillah, di luar dugaan sebuah kecelakaan dahsyat ternyata tidak sampai berakibat fatal pada diri saya. Bahkan, diabetes saya sembuh setelahnya. 

Ceritanya begini. Saya ini seorang staf penjualan di sebuah perusahaan asing di Surabaya. Rumah saya di Malang. Jadi, setiap hari kerja saya pergi-pulang rute Malang-Surabaya.

Pada 10 Desember 2010, usai shalat Jum’at saya mengemudi mobil dari Surabaya menuju Malang. Sore itu saya ada janji dengan salah satu customer di Kota Apel. Rencana saya, setelah menemui customer itu, bisa langsung pulang. Kira-kira pukul 15.30 WIB saya sampai di Purwosari, sejarak 15 km sebelum kota Malang. Spot ini dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan. Sampai di sebuah putaran balik, tiba-tiba sebuah truk dari arah Malang nyelonong menghajar mobil saya. Braaakkk! Tabrakan tak terhindarkan. Belakangan saya baru tahu, truk itu remnya blong. Si sopir gagal menghentikan laju kendaraannya di jalan yang menurun. Mau banting stir kiri, dalamnya jurang dan sungai menganga. Sedangkan jika banting stir ke kanan, akan menghajar separator jalan. Maka sopir truk itu banting stir ke kanan tepat di sebuah ruas putaran balik, persis ketika saya melintas disitu.

Sebelum semuanya gelap, saya sempat memberikan nomor kontak kantor dan keluarga kepada polisi untuk dikabari. Ketika sadar, saya sudah berada di RS Saiful Anwar Malang. Luka yang saya alami cukup parah; Tengkorak muka remuk dan kedua tulang tangan kanan saya patah sama sekali. Di rumah sakit, saya ditangani dokter spesialis syaraf yaitu dr. Widodo, dengan tim medis yang terdiri 7 dokter syaraf, bedah syaraf, bedah tulang, bedah kosmetik, internist, mata, dan dokter THT.

Sebelum kecelakaan, saya sudah menderita diabetes. Jadi, saya tidak bisa langsung dioperasi untuk memperbaiki tulang-tulang tengkorak muka dan lengan. Sebab, kata dokter, kadar gula darah saya masih tinggi sehingga harus diturunkan dan distabilkan dulu.

Sepekan kemudian, pada 17 Desember 2010, akhirnya dokter memutuskan saya bisa menjalani operasi bedah tulang dan kosmetik. Dua hari jelang operasi, isteri saya berkeliling rumah sakit dan pasar di dekat situ untuk bersedekah. Dia bagikan uang kepada orangtua dan para pasien di IRD yang tidak memiliki biaya untuk berobat, sambil meminta do’a untuk kesembuhan saya.

Sehari jelang operasi, tulang tengkorak wajah saya difoto rontgen oleh dokter bedah plastik. Hasilnya, Subhanallah, Allahu Akbar, hampir seluruh tengkorak muka saya sudah tersambung kembali dengan sendirinya! Sehingga menurut dokter, hanya diperlukan pemasangan satu pen di pipi kanan saya. Sedangkan untuk tulang lengan saya yang patah, masih tetap harus dioperasi untuk memasang pen.

Setelah kesadaran saya membaik, saya ditangani oleh dokter syaraf. Waktu diperiksa olehnya, saya tidak sanggup melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti memegang telinga kiri dengan tangan kanan, menulis satu kalimat sederhana, membedakan bentuk-bentuk sederhana seperti bola, kubus, piramid, dan lain-lain. Bahkan, saya tidak bisa mengingat nama benda-benda di sekitar saya!

Dengan hasil pemerikasaan seperti itu, dokter syaraf menyampaikan kabar seram pada isteri saya, bahwa saya akan kehilangan 50% memori ingatan saya. Dan, biasanya perlu beberapa bulan perawatan untuk memulihkannya. Namun, baru 2 minggu menjalani rawat inap, saya sudah boleh pulang. Kondisi saya secara umum sudah baik, walau memori otak saya belum 100% pulih. Kenyataan ini betul-betul mengherankan dokter syaraf yang menangani saya. Sebab, katanya, dia pernah memiliki pasien yang kondisinya mirip saya dan harus dirawat di RS sampai 7 bulan lamanya.

Rawat jalan di rumah, saya masih belum bisa mengingat beberapa nama benda di sekitar saya. Secara berkala, saya masih tetap harus kontrol ke dokter, terutama untuk kesehatan syaraf dan internist.

Alhamdulillah, sekitar 2 bulan di rumah, memori saya terus membaik. Dan yang luar biasa lagi, menurut dokter internist yang menangani saya, diabetes saya dinyatakan sembuh! Allahu Akbar!

Untuk mengatasi sakit kepala dan pusing (vertigo), saya juga berobat dengan akupunktur (tusuk jarum). Pengobatan alternatif ini cukup efektif, sehingga rasa sakit terus berkurang.

Menjawab keheranan tim medis maupun sanak-saudara yang membesuk atas “keajaiban” kesembuhan saya, terus terang saya pun belum menemukan jawaban yang pas.

Namun setelah merenungi semuanya, jawaban atas keajaiban itu tak lain adalah sedekah. Baik yang dilakukan isteri saya ketika di rumah sakit, maupun yang saya lakukan sebelum kecelakaan.

Ya, dua hari sebelum ditabrak truk, saya mengajak anak-anak penghuni Panti Asuhan Nurul Hayat Malang makan di sebuah resto fasfood dari Amerika. Sebelumnya, mereka pun pernah saya traktir makan di sebuah resto makanan Italia.

Bukan apa-apa, saya sekadar ingin memberi pengalaman mereka makan di rumah makan waralaba mancanegara. Sehingga, meskipun tinggal di asrama yatim-piatu, mereka bisa “mengimbangi” cerita pengalaman serupa teman-teman mereka dari keluarga mampu.

Duh, betapa bahagia saya menyaksikan binar bahagia di wajah mereka tatkala makan di resto tersebut. Saya yakin, itu jadi pengalaman luar biasa dalam hidup mereka.

Maka ketika saya mendapat musibah kecelakaan, do’a mereka usai Tahajud terpanjatkan untuk kesembuhan saya. Begitulah yang saya dengar dari pengasuh mereka. Dan saya meyakini keajaiban kesembuhan saya karena do’a-do’a mereka yang mereka panjatkan selepas shalat Tahajud. 

Sebagai tanda rasa terima kasih sekaligus syukuran, setelah lumayan sembuh saya ajak mereka makan di sebuah resto fastfood yang lain lagi. Biar lebih lengkaplah pengalaman anak-anak dhuafa tersebut.

Dari pengalaman ini, sekarang saya hampir tak berpikir panjang untuk bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Tentu, juga diiringi dengan meningkatkan amal ibadah yang lain seperti shalat fardhu tepat waktu dan berjamaah, shalat rawatib, dhuha, Tahajud, taubat, hajat, puasa sunnah, dll.


Turki di akhir zaman



Salah satu isyarat dari Rasulullah SAW tentang akhir zaman adalah penaklukkan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, Turki akan kembali kepada kekuasaan umat Islam hingga terbitnya matahari dari barat.

Bila penaklukkan Konstantinopel pada masa sultan Muhammad Al-Fatih di era khilafah Utsmaniyah terjadi lewat peperangan yang dahsyat, dengan mengerahkan pasukan besar yang didukung oleh peralatan perang yang paling modern di zamannya; tidak demikian halnya dengan penaklukkan Konstantinopel di akhir zaman yang kelak terjadi di era imam Al-Mahdi. Penaklukan Konstantinopel pasca al-malhamah al-kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 Bani Ishaq, tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel. Di saat tentara Al-Mahdi tengah mengumpulkan ghanimah, tiba-tiba terbetik kabar bahwa Dajjal telah muncul.

Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut?” Mereka (para sahabat) menjawab: “Pernah wahai Rasulullah.” Beliau SAW bersabda: “Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu.” Berkata Tsaur (perawi hadits): Saya tidak tahu kecuali hal ini; “Hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang (setan) seraya berteriak: Sesungguhnya Dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, “Kota manakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantin atau Roma? Maka beliau SAW menjawab, “Kota Heraklius akan ditaklukkan pertama kali.” (HR. Ahmad)

Siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq pada riwayat di atas? Para penulis tentang fitnah akhir zaman berbeda pendapat tentang siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq. Ada yang menyebutkan bahwa mereka adalah Bangsa Romawi yang masuk Islam di akhir zaman, namun sebagian mengatakan bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir. (Lihat: An Nihayah fil Fitan Wal Malahim).


Selasa, 21 Maret 2023

Terik Daging Sapi



Bahan:

  • 250 gram daging sapi
  • 3 sdm minyak goreng
  • 3 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas
  • 500 ml air kaldu
  • 400 ml santan dari ¼ butir kelapa
  • 4 sdt gula merah

Bumbu Halus :

  • 10 siung bawang merah 
  • 5 siung bawang putih
  • ½ cm kunyit
  • 1 sdm ketumbar dan ½ sdm merica
  • 1 ½ sdt garam
  • 3 butir kemiri, sangrai

Cara Membuat :

  1. Rebus daging sapi hingga empuk, sisihkan dagingnya dan airnya gunakan sebagai air kaldu.
  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan di atas api sedang. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas hingga harum. Masukkan daging sapi, aduk rata, tuangi air kaldu. Jerang di atas api sedang hingga mendidih. Kecilkan api dan tutup panci, masak hingga air kaldu mengering.
  3. Tuangi santan, masukkan gula merah. Timba-timba santan hingga mendidih. Masak terus hingga santan agak berminyak dan seluruh bahan cukup matang, angkat.
  4. Pindahkan masakan ke dalam wadah saji, hidangkan. Untuk 4 porsi.