Selasa, 14 Maret 2023

Talhah bin Ubaidillah

Talhah bin Ubaidillah     




Beliau merupakan seorang peniaga kain yang berasal dari Makkah. Beliau kerap berniaga dan membawa barangan berharga di Syria. Thalhah memang memiliki kelebihan dalam strategi berdagang, ia cerdik dan pintar, hingga dapat mengalahkan pedagang-pedagang lain yang lebih tua. 

Dia juga memiliki kekayaan yang berlimpah yakni sebesar 700.000 dirham atau Rp 44 milyar. Angka ini sama dengan sekitar 29,75 kilogram emas. Dikisahkan, harta tersebut dibagi-bagikannya kepada para sahabat nabi SAW yang berkekurangan.

Dia membagikan hartanya pada setiap piring kecil yang berisi uang dalam jumlah besar kepada para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Adapun sebagian kawan dekat beliau diberi jumlah yang lebih besar dalam nampan. Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang yang mendapatkan jatah satu nampan.

Bahkan dikisahkan Thalhah hampir lupa menyisakan uang itu untuk keluarganya sendiri. Beliau kemudian memberikan 1.000 dirham atau Rp 63 juta. Angka ini sama dengan 500 gram emas kepada istrinya Ummu Kutsum binti Abu Bakar Ash Shiddiq.

Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi Thalhah karena pengorbanannya yang besar. Untuk itu, Muhammad SAW memberinya gelar Thalhah Al-Fayyadh atau Thalhah yang senantiasa mengalirkan banjir infak, Thalhah Al-Khair atau Thalhah si orang baik dan Thalhah Al-Jud atau Thalhah si dermawan.

Sifat Penyayang



Sifat penyayang yang dimiliki oleh anak manusia mempunyai dua tipe.

  • Sifat yang memang sudah menjadi watak asli.

Allah memang telah menanamkan sifat tersebut sebagai watak asli sebagian hamba-Nya. Dalam hatinya ditanamkan sifat pengasih, penyayang dan lembut terhadap sesama makhluk. Dengan sifat penyayang ini dia pun tertuntut melakukan yang dimampuinya berupa hal-hal yang bermanfaat untuk makhluk. Orang semacam ini terpuji dan mendapat pahala atas apa yang dia perbuat sementara yang tidak dia mampu Allah memberikan udzur. Bisa jadi Allah mencatat apa yang dia tidak mampu lakukan sesuai dengan niatnya.

  • Sifat yang diusahakan oleh hamba (bukan watak asli).

Seseorang melakukan sebab-sebab yang menjadikan hatinya memiliki sifat tersebut. Misalnya seseorang menyadari bahwa sifat penyayang termasuk akhlak karimah yang paling agung dan sempurna sehingga dia berusaha sungguh-sungguh untuk bisa memilikinya, dan dia mengetahui balasan pahala yang akan Allah berikan padanya. Akhirnya orang tersebut bersemangat untuk mendapatkan keutamaan dari Tuhannya ini. Orang ini pun berusaha menempuh sebab-sebab yang bisa menjadikannya memiliki sifat penyayang.

Seseorang hendaknya terus berusaha mengenal sebab-sebab yang bisa menyebabkannya memiliki sifat yang mulia ini. Hendaknya ia bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya sehingga hatinya pun akan dipenuhi sifat penyayang dan lembut terhadap makhluk. Betapa mulia sifat yang utama, agung, dan sempurna ini.


Minggu, 12 Maret 2023

Sayur Bobor Bayam



Bahan :

  • 1 buah labu siam, kupas, iris tipis kasar
  • 2 ikat bayam, siangi
  • 500 cc santan dari 1 butir kelapa
  • 1 ikat daun kemangi
Bumbu Halus:
  • 2 buah tempe bungkus daun yang sudah setengah busuk (tempe yang sudah diinapkan 2 – 3 hari)
  • 5 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri
  • 1 cm kencur
  • 1 sdt gula pasir
  • Garam secukupnya
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas memarkan

Cara Membuat :

  1. Rebus santan bersama bumbu halus, masukkan juga daun salam dan lengkuas. Masak hingga mendidih.
  2. Masukkan irisan labu, masak hingga empuk.
  3. Masukkan daun bayam dan kemangi. Masak sebentar agar warna daun tetap hijau.
  4. Untuk 4 porsi.


Jumat, 10 Maret 2023

Mengurus Jenazah yang Meninggal Di Laut.


 

Kapan datangnya kematian seseorang tak ada yang bisa memprediksikan, sehingga bisa saja seseorang mati di tempat yang berbeda-beda. Bahkan mungkin ada juga yang meninggal saat perjalanan panjang di dalam kapal. 

Sebenarnya, tempat yang paling afdhal ditempati menguburkan mayat adalah kuburan umum, karena risikonya dalam kesehatan masyarakat lebih kecil, dibandingkan dengan ketika dikuburkan di halaman rumah atau masjid. Memang mayat Rasulullah dikuburkan di halaman rumahnya di Madinah, karena dikhawatirkan oleh Aisyah kalau kuburan itu ditempati orang-orang muslim menyembah, sebagaimana halnya kuburan nabi-nabi sebelumnya. Oleh karena itu, dikuburkannya mayat Rasulullah di halam rumahnya, semata-mata untuk menjaganya agar tidak ditempati orang-orang melakukan tindakan musyrik.

Akan tetapi, bila seseorang meninggal di tengah lautan, sedangkan perjalanan untuk sampai kedaratan masih jauh, maka boleh menguburkan di laut; dengan ketentuan harus mayat itu dirawat secara islam; misalnya lebih dahulu dimandikan, dikafani (dibungkus dengan kain), disembahyangi, baru diturunkan ke laut.

Ibnu Qudaamah menerangkan cara-cara merawat mayat orang yang meninggal di laut dengan mengatakan:

“Apabila (seseorang) meninggal di atas perahu di tengah lautan, maka Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah mengatakan: (mayat itu) ditangguhkan dulu bila mereka (penumpang perahu itu) akan kembali mencari daratan untuk ditempati menguburkan (mayat itu). Maka ia harus disimpan selama sehari atau dua hari, bila tidak dikhawatirkan akan membusuk. Dan apabila mereka tidak mendapatkan (daratan), maka mayat itu harus dimandikan, dikafani, dibalsem (diawetkan) dan disembahyangi. Lalu dibebani (diberati) dengan sesuatu, kemudian diturunkan ke laut. Ini termasuk pendapat ‘Athaa dan Al-Hasan. Dan Al-Hasan sendiri menerangkannya bahwa boleh disimpan dalam keranjang, lalu diturunkan ke laut. Tetapi Imam Syafi’iy mengatakan: (mayat itu) harus diikat diantara dua papan, agar dapat dibawa hanyut oleh ombak ke pinggir pantai. (karena) mungkin dapat ditemukan oleh suatu kaum, agar mereka menguburkannya. Dan kalau diturunkan ke laut, pasti mereka tidak berdosa. Maka pendapat yang pertamalah yang paling baik, karena dapat menyembunyikan mayat itu, sesuai dengan maksud menguburkannya. (akan tetapi) bila menurunkan ke laut dengan mengikat di antar dua papan, maka bertentangan dengan maksud (menguburkannya), karena keadaannya dapat tersingkap. Bahkan mungkin ia dapat terdampar di pinggir pantai dalam keadaan telanjang. Dan bisa saja ditemukan oleh orang-orang musyrik. Maka hal ini, kami (Ibnu Qudamah) tidak mengatakannya lebih baik.”

Dari keterangan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa ada dua macam pendapat mengenai cara-cara merawat mayat di tengah laut, yaitu:

  1. Imam Ahmad bin Hanbal menetapkan bahwa boleh menguburkan mayat di laut bila sulit mendapatkan daratan dengan segera, dengan cara membebani sesuatu yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut. Penetapan ini mengikuti pendapat yang telah dikemukakan oleh ‘Athaa dan Al-Hasan sebelumnya.
  2. Imam Syafi’iy menetapkan bahwa tidak boleh ditenggelamkan ke dasar laut, tetapi ia harus diikat dengan benda yang dapat mengapungnya baru diturunkan ke laut, agar dapat terdampar di tempat keramaian penduduk, supaya ia dapat menguburkannya di darat. Jadi Imam Syafi’iy masih menghendaki agar mayat itu dapat dikuburkan di darat, sebagai tempat yang paling afdhal untuk kuburan.

Dengan mengikuti alasan-alasan yang telah dikemukakan oleh Ibnu Qudamah di atas, disertai dengan alasan lain bahwa kalau mengupayakan agar mayat itu dapat hanyut ke pinggir laut, dikhawatirkan akan menggemparkan suasana masyarakat yang menemukannya. Atau sama sekali tidak ditemukan oleh masyarakat, akhirnya dapat dimakan oleh binatang buas dan tulang-tulangnya dapat tercecer ke mana-mana. 

Maka lebih baik bila ditenggelamkan saja ke laut setelah dimandikan, dikafani (dibungkus dengan kain yang ada), serta dishalatkan, lalu diturunkan ke laut dengan cara yang sama dengan ketika menurunkan ke liang kubur.


Kisah Segelas Susu



Pada akhir bulan Ramadhan beberapa tahun yang lalu, ada seorang anak lelaki miskin yang hidup dengan menjual jasa semir sepatu dari pintu ke pintu, setelah cukup lama berkeliling menjajakan jasanya yang belum juga laku sama sekali, ia pun mulai kelelahan dan baru menyadari bahwa di kantongnya hanya tersisa uang beberapa rupiah saja, dan kala itu dia lapar sekali dan sangat kehausan.

Anak kecil tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak kecil itu kehilangan keberanian ketika seorang wanita muda cantik membukakan pintu rumah. Bocah kecil itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air putih.

Wanita muda tersebut memperhatikannya dengan penuh selidik, dan setelah melihat betapa pucatnya wajah anak kecil itu, ia pun berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah sangat lapar dan haus, oleh karena itu ia segera masuk dan kembali dengan membawakan segelas besar susu segar dari dalam lemari es-nya. 

Untuk beberapa saat anak kecil itu tertegun dan heran, namun kemudian ia segera meminum segelas susu tersebut dengan pelan-pelan, seraya ditatap dengan penuh iba hati oleh wanita muda tersebut, dan tak lama kemudian anak kecil itu bertanya dengan polos, 

“Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”

Wanita itu menjawab dengan tersenyum, seraya berkata, 

“Kamu tidak perlu membayar apapun Dik, semenjak kami masih kecil, ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk segala bentuk kebaikan,” kata wanita itu dengan suara yang bijak dan terdengar ikhlas. 

Dengan menitikan air mata, bocah lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata dalam hati,

“Dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku berterima kasih banyak kepada Anda. Semoga Tuhan membalas ketulusan dan kebaikan Anda.”

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Tidak terasa, 20 tahun kemudian, wanita muda tersebut, menjadi tua dan mulai sering sakit-sakitan. Hingga suatu ketika ia mengalami sakit yang serius dan keadaannya sangat kritis. Para dokter di seluruh kota-kota besar di Jawa Barat sudah tidak ada yang sanggup menangani penyakitnya.

Oleh keluarganya, ia akhirnya dikirim untuk berobat ke kota Jakarta, yaitu di sebuah rumah sakit terkenal dimana terdapat seorang dokter spesialis yang sangat ahli dan cukup ternama, yang diharapkan akan mampu untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam dan dapat menangani penyakit langka tersebut. 

Pada saat dokter spesialis itu mendengar nama dan kota asal si wanita tersebut dari perawatnya, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter tersebut. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui lorong rumah sakit, dan segera menuju ke kamar dimana si pasien wanita tersebut dirawat.

Dengan ekspresi wajah yang menyiratkan rasa keingintahuan yang sangat tinggi, dokter muda tersebut segera menemui si pasien wanita itu. Sejenak ia tertegun, namun kemudian ia langsung mengenali wanita itu hanya pada sekali pandangan. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi team dokter dan memutuskan untuk melakukan upaya yang paling terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Dan sejak hari itu, ia selalu memberikan perhatian yang sangat istimewa dan khusus pada kasus penyakit pasien wanita tua yang satu itu.

Setelah melalui perjuangan yang sangat panjang, akhirnya diperoleh juga sebuah kemenangan. Wanita itu sembuh! 

Segera dokter ini meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan dan rekapitulasi pengobatannya. Tidak lama berselang, kemudian dokter melihat tagihannya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien melalui salah satu perawatnya. 

Sejenak wanita tua itu merasa takut untuk membaca tagihan tersebut, di benaknya ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya dengan membaca basmallah, ia pun memberanikan diri untuk membuka dan membaca tagihan tersebut, dan ia sangat terkejut begitu mengetahui bahwa ternyata semua tagihan untuknya selama 2 bulan perawatan dirinya di rumah sakit sudah dibayar lunas, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan tebal yang dicap stempel rumah sakit dan berbunyi...

“Telah dibayar lunas 22 tahun yang lalu dengan segelas besar susu.” Tertanda (nama dokter spesialis yang merawatnya) 

Wanita tua itu sungguh tidak bisa mempercayai peristiwa ini, spontan ia pun menangis bersimbah air mata kebahagiaan yang membanjiri matanya. Ia berdoa lirih seraya mengucapkan, 

“Subhannallah... terima kasih ya Allah, bahwa cinta dan kasih sayang-Mu telah menyirami seluruh bumi ini melalui hati dan tangan-tangan hamba-Mu yang kau kehendaki.”

Demikianlah, setiap kebaikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan hati seorang hamba kepada hamba Allah lainnya, kelak pasti akan dibayar Allah dengan cara yang tiada terduga. Begitupun sebaliknya.

Karena Dia lah yang Maha menggenggam di balik setiap kejadian di dunia ini.


Kamis, 09 Maret 2023

Utsman bin Affan


 

Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang termasuk as shabiqunal awwalun atau orang-orang yang pertama masuk islam ini dikenal sebagai saudagar kaya yang sangat dermawan. Kira-kira ia lima tahun lebih muda dari Nabi Muhammad SAW. 

Utsman adalah seorang saudagar yang kaya dan terkenal akan kedermawanannya. Usahanya berdagang kain sukses dan menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Namun kekayaannya ini tidak dihamburkannya untuk hal-hal yang tidak berguna. Beliau justru membelanjakan hartanya di jalan Allah, seperti membiayai kebutuhan umat dan untuk kemajuan Islam. Beliau juga memiliki kekayaan ternak yang melebihi orang Arab lainnya pada masa itu.

Rahasia di balik kekayaan Ustman bin Affan yaitu sabar menjalani profesinya sebagai pedagang dan beryukur atas penghasilan yang didapat. Utsman adalah seorang pedagang yang gigih dan tidak pernah menyia-nyiakan waktu. 

Selain kaya, Utsman bin Affan juga suka mendermakan hartanya misalnya saja dia rela menanggung pembiayaan perang sebesar 50 persen yang diambil dari harta kekayaanya dan juga dia berinisiatif memperindah Masjid Nabawi pada waktu itu. Rahasia kedermawanan Utsman bin Affan adalah keikhlasan dan tawakkal.

Utsman bin Affan adalah seorang ahli ekonomi yang terkenal, tetapi jiwa sosial beliau tinggi. Beliau tidak segan-segan mengeluarkan kekayaanya untuk kepentingan agama dan masyarakat umum.

Berikut ini adalah beberapa cara Utsman memanfaatkan harta kekayaannya: 

  1. Utsman bin Affan membeli sumur yang jernih airnya dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham atau lebih dari Rp 12 milyar yang kira-kira sama dengan dua setengah kilogram emas pada waktu itu. Sumur itu beliau wakafkan untuk kepentingan rakyat umum.
  2. Beliau mendermakan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1.000 dirham atau sama dengan lebih dari Rp 63 juta untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya ekspedisi tersebut.
  3. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.

Kekayaan Utsman sangat banyak, di antaranya, mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Trilyun), cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Trilyun/tahun atau 233 Milyar/bulan. Simpanan = hutang dalam bentuk cash. (*1 dinar = Rp 1,2 juta IDR (Indonesian Rupiah))

Beliau memiliki simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham, mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar, memiliki beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M).

Dalam Keterangan lain:

  • Tarikah 1 (tunai): 30 juta dirham = 1.845.690.000.000
  • Tarikah 2 (tunai): 150.000 dinar = 291.219.750.000
  • Sedekah: 200.000 dinar = 388.293.000.000
  • Unta: 1000 ekor = 7.740.000.000

(Sumber: al-Bidayah wa an-Nihayah, Juz 7, hal. 214, Ibn Katsir)

Jumlah: 2.532.942.750.000 (Dua Trilyun, Lima Ratus Tiga Puluh Dua Milyar, Sembilan Ratus Empat Puluh Dua Juta, Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Perhitungan di atas bisa jadi lebih kecil dari realitanya karena beberapa aset dan sedekah beliau yang tidak dimasukkan.

Kekayaan Usman setelah meninggal berupa 150.000 dinar dan 1.000.000 dirham ditemukan di rumahnya. Tanah-tanah yang bebas pajak tak ada batasnya. Nilai total aset yang dimiliki Usman di Wadi al Qura dan Hunain adalah 100.000 dinar. Onta dan kuda tak terhitung banyaknya. [Muruj adz Dzahabi, Jilid 1, Hlm 435]

Namun di akhir masa kekhalifahan dan hidupnya, harta yang dimiliki Utsman ra hanya tersisa dua ekor unta saja. Semuanya dinafkahkan untuk kesejahteraan ummat. Bahkan beliau pun tidak mau menerima tunjangan (gaji) dari baitul maal. Subhanallah, inilah karakter khas generasi didikan langsung Rasulullah SAW.     

Al-Idris



Al-Idris (wafat pada tahun 1154) adalah seorang ahli peta bumi, membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi dengan penjelasan tentang penggunaan kompas. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti. Ia lahir di Afrika Utara Ceuta (Sabtah) yang termasuk bagian Kekaisaran Murabitun. Al-Idris merupakan keturunan para penguasa Idrisiyyah di Maroko, yang merupakan keturunan Hasan bin Ali, putra Ali dan cucu Nabi Muhammad.

Al-Idris muda mengembara ke Spanyol, Portugal, Perancis, dan Inggris. Dia mengunjungi Anatolia saat ia baru berusia 16 tahun karena terjadinya konflik dan ketidakstabilan di Andalusia. Dia kemudian bersama orang-orang sezamannya menyatu di Sisilia, di mana bangsa Normandia telah menundukkan bangsa Arab yang dulunya loyal kepada Kekhalifahan Fatimiyah.

Al-Idrisi menggabungkan pengetahuan dari Afrika, Samudera Hindia, dan Timur Jauh yang dikumpulkan para penjelajah dan pedagang Islam dalam bentuk peta Islam, dan juga dari informasi yang dibawa oleh pelayar-pelayar Normandia untuk membuat peta paling akurat di dunia pada masa pramodern, yang diletakkan sebagai ilustrasi Kitab Nuzhat al-Mushtaq miliknya, (Latin: Opus Geographicum) diterjemahkan “Hiburan untuk Manusia yang Rindu Mengembara ke Tempat-Tempat Jauh.”

Selasa, 07 Maret 2023

Kiki Gumelar - Chocodot



Makanan tradisional Dodol sudah pasti tidak asing di telinga kita. Namun pernahkah Anda membayangkan makanan ini diolah dengan balutan cokelat yang menggiurkan? Sensasi rasa ini hanya bisa ditemukan dalam Chocodot.

Ya, Chocodot, cokelat isi dodol. Penganan ini dikreasi oleh Kiki Gumelar, seorang wirausahawan asal Garut, Jawa Barat. Di bawah bendera Tama Cokelat Indonesia, Kiki mengangkat kuliner khas Garut ini ke pasar dunia.

“Mimpi saya adalah agar produk cokelat isi dodol pertama di dunia ini bisa menambah kekayaan kuliner khas Garut sekaligus mengangkat citra kudapan tradisional Garut ini ke konsumen dunia,” ujar Kiki.

Sejak diluncurkan pada 2009 lalu, Kiki tidak hanya menciptakan Chocodot khas dari segi rasa, namun juga dengan kemasan yang menarik. Isi Chocodot dimodifikasi mengikuti selera konsumen tanpa menghilangkan kekhasan dari rasa dodol di dalamnya.

Selain Coklat isi dodol, Kiki juga menciptakan beberapa variasi produk, antara lain Gage Choco Garut Geulis yang berisikan aneka krim buah, Brodol (Brownies Dodol), bahkan juga produk cokelat yang mengangkat cita rasa rempah khas daerah Jawa Barat seperti cabe dan jahe.

Kiki seakan tidak pernah berhenti berinovasi. Dia terus berkreasi menghasilkan variasi produk, anatara lain Rangicok Euy, rangginan khas Garut yang dicelupkan ke dalam coklat. Ada juga CoffeCoc yang dibuat dari penggabungan cokelat dan biji kopi nusantara.

Produk unik lainnya adalah Coklat Dogar (perpaduan cokelat dengan abon), kue kering isi dodol dan Zadol Pizza (Pizza dengan taburan dodol). Saat ini produk unggulan Kiki yang bernama Chokor (Chocolate with Korma) dan Sugarfree Kujang (Milk & Dark Chocolate) sudah dipasarkan ke Riyadh, Saudi Arabia.

Sepak terjang Kiki mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Chocodot pun berhasil mengambil hati masyarakat Garut. Kendala yang dihadapi saat ini adalah kurangnya informasi yang bisa diakses oleh konsumen tentang Chocodot. Beruntung Kiki bergabung dalam program Bisnis Lokal Go On-line.

“Karena pengetahuan tentang IT saya terbatas, awalnya saya sulit merealisiasikan keinginan go on-line. Namun setelah saya bergabung dalam Bisnis Lokal Go On-line, akhirnya cita-cita saya pun bisa terwujud. Apalagi sarana ini mudah, cepat dan gratis. Cukup masuk melalui ‘saya bisa memasarkan produk-produk saya tanpa mengeluarkan biaya mahal.’ Maka semua pesanan dapat dilakukan tanpa konsumen harus menunggu lama,” demikian tutur Kiki.

Hingga kini, Tama Cokelat Indonesia sudah memiliki enam gerai di Garut, satu gerai masing-masing di Jakarta dan Bandung. Popularitas Chocodot pun telah menjangkau konsumen di beberapa negara tetangga. Kesuskesasan ini mengantar Kiki mendapatkan penghargaan: The Greatest Innovation Award 2001 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Sederet penghargaan lain pun sudah pernah disabet Kiki, diantaranya: 

  1. Produk terbaik dalam Pameran Makanan Internasional Tutto Food di Milan, Italia tahun 2011, 
  2. 4 penghargaan dari Indag Jabar “Food Etnik Jabar 2011 untuk kategori juara 1 Lomba Industri Makanan dan Minuman Berbahan Baku Lokal, kategori “Kreasi Kemasan Produk Makanan dan Minuman Menarik,
  3. Juara 2 kategori “Inovasi Produk Makanan dan Minuman dan Penggunaan Bahan Baku, 
  4. Juara 2 kategori “Pemberdayaan Masyarakat Lokal.” 
  5. Juara 3 Lomba Industri Makanan dan Minuman Berbahan Baku Lokal kategori Diversifikasi Produk Makan dan Minuman.

Keberhasilan ini menempatkan Kiki dalam deretan Wirausahawan muda sektor UKM yang berhasil mengembangkan usaha melalui dukungan on-line. “Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendorong kemajuan perusahaan,” papar Kiki penuh semangat dan sangat optimis.


Senin, 06 Maret 2023

Resep Bakso Enak



Bahan:

  • 250 gram daging sapi has dalam.
  • 1 butir putih telur ayam.
  • 25 gram tepung sagu.
  • 50 gram rumput laut segar.
  • 6 sdm es batu serut.
  • 1 siung bawang putih, cincang halus.
  • 1 sdt garam.
  • 1 sdt gula.
  • 1 sdt merica bubuk.
  • ¼ sdt pala bubuk.
  • Baskom berisi es batu, secukupnya.
  • Bahan Kuah:
  • 2 liter air.
  • 150 gram tulang sapi, jika memungkinkan pilih bagian lutut.
  • 1,5 sdt garam.
  • 1 sdt gula.
  • 1 sdt merica bubuk.
  • ½ sdt pala bubuk.
  • 2 butir kemiri, goreng dan haluskan.
  • 2 batang daun prei, potong kasar.
  • 2 siung bawang putih, memarkan dan cincang kasar.
  • 1 sdm minyak untuk menumis.

Pelengkap:

  • 100 gram mie telur, rebus, tiriskan.
  • 100 gram soun, rebus dan tiriskan.
  • 2 tangkai daun bawang, cincang halus.
  • 1 tangkai sledri, cincang halus.
  • 3 sdm bawang merah goreng.
  • Sambal dan saus tomat.
  • Kecap manis.

Cara Membuat:

  1. Cuci dan potong-potong kecil daging.
  2. Masukkan daging sapi, rumput laut, bawang putih yang telah dicincang, garam, gula, merica bubuk, dan pala bubuk ke dalam chooper. Proses hingga lembut.
  3. Tambahkan putih telur, es batu serut, dan tepung sagu. Proses lagi hingga rata dan mengental.
  4. Rebus tulang sapi bersama air sampai empuk. Buat bulatan dari adonan dengan bantuan tangan dan sendok, masukkan ke kaldu sapi yang mendidih. Biarkan sampai terapung dan matang.
  5. Tiriskan bakso dan masukkan ke dalam baskom berisi es batu.
  6. Sementara itu panaskan minyak, tumis bawang putih sampai harum.
  7. Tambahkan bawang prei yang telah dipotong dan kemiri halus.
  8. Aduk lalu masukkan dalam kaldu sapi. Tambahkan garam, gula, merica, dan pala. Biarkan mendidih dan menyatu rasa bumbunya.
  9. Siapkan mie telur dan soun dalam mangkuk, masukkan beberapa buah bakso, siram dengan kuah.
  10. Taburkan daun bawang yang telah dicincang halus, sledri, dan bawang merah goreng.
  11. Hidangkan bersama sambal, saus tomat, dan kecap manis. Untuk 5 porsi.


Minggu, 05 Maret 2023

Ibnu Nafis



Ibnu Nafis atau Al-Din Abu al-Hasan Ali ibnu Abi al-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia pada tahun 1242, walaupun kemudian Harvey (tahun 1628) dianggap sebagai yang pertama kali menemukannya. Penggambaran kontemporer proses ini telah bertahan cukup lama. 

Ibnu Nafis juga merupakan orang pertama yang diketahui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Secara besar-besaran karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada 1924. Dia lahir di Syam tahun 1210 dan meninggal di Kairo, Mesir pada 17 Desember 1288 di usia 78 tahun.

Dia biasa dipanggil dengan Ad-Dimasyqi, karena ia dilahirkan di Syam dan awal masa mudanya ia habiskan di kota Damaskus, sebagaimana dia juga dipanggil dengan Al-Mishri, karena ia telah mengabiskan sebagian besar usianya di kota Kairo dan memiliki ikatan yang kuat dengan Mesir dan penduduknya. Selain itu, ia juga mempunyai nama panggilan lain, yaitu The Second Avicenna (Ibnu Sina Kedua), yang diberikan oleh para pengagumnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Ibnu Nafis menempuh pendidikan kedokteran di Medical College Hospital. Gurunya adalah Muhalthab al-Din Abd al-Rahim. Selain itu, ia juga mempelajari hukum Islam. Di kemudian hari, selain sebagai dokter, Ibnu Nafis juga dikenal sebagai pakar hukum Islam bermazhab Syafi’i. Pada tahun 1236, setelah menyelesaikan pendidikannya di bidang kedokteran dan hukum Islam, Ibnu Nafis meninggalkan tanah kelahirannya menuju Kairo, Mesir. Di sana, ia belajar di Rumah Sakit Al-Nassiri. Prestasinya yang gemilang membuat ia kemudian ditunjuk sebagai direktur rumah sakit tersebut.

Sebagai seorang dokter, Ibnu Nafis tidak pernah merasa puas dengan ilmu kedokteran yang dimilikinya. Ia terus memperkaya pengetahuannya melalui berbagai observasi. Hal inilah yang membuat namanya terkenal. Ia adalah dokter pertama yang mampu menerangkan secara tepat tentang paru-paru dan memberikan gambaran mengenai saluran pernapasan, juga interaksi antara saluran udara dengan darah dalam tubuh manusia. Ibnu Nafis dikenal sebagai seorang dokter muslim yang mempunyai pendapat dan pemikiran yang masih murni, terbebas dari berbagai pengaruh Barat.

Dalam studinya, Ibnu Nafis menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, survei, dan percobaan. Ia mempelajari ilmu kedokteran melalui pengamatan terhadap sejumlah gejala dan unsur yang mempengaruhi tubuh. Menurut Ibnu Nafis, selain melakukan pengobatan, memeriksa unsur-unsur penyebab munculnya penyakit juga perlu. Selain itu, ia juga memaparkan mengenai fungsi pembuluh arteri dalam jantung sebagai pemasok darah bagi otot jantung (Cardiac Musculature). Penemuannya mengenai peredaran darah di paru-paru ini merupakan penemuan yang menarik. Sehubungan dengan hal itu, Ibnu Nafis dianggap telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ilmu kedokteran Eropa pada abad XVI. Lewat penemuannya tersebut, para ilmuwan menganggapnya sebagai tokoh pertama dalam ilmu sirkulasi darah.


Jumat, 03 Maret 2023

Makanan untuk mengatasi penyakit tifus pada balita



Tyhpus adalah penyakit infeksi akut usus halus. Nama lain typhus adalah typhus abdominalis. Penyakit tifus merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Penularan salmonella typhi terjadi melalui mulut oleh makanan yang tercemar. Sebagian kuman akan dimusnahkan dalam lambung oleh asam lambung. Sebagian lagi msuk ke usus halus, mencapai jaringan limpa dan berkembang biak. Kuman-kuman selanjutnya masuk ke jaringan beberapa organ tubuh, terutama limpa,usus dan kandung empedu. Penyakit ini mudah menjangkiti bayi dan balita, karena pada usia ini mereka belum memperhatikan kebersihan. Penyakit ini ditandai dengan demam lebih dari satu minggu dan pada waktu sore dan malam hari, suhu tubuh dapat mencapai 40oC, diare, perut terasa sakit, muntah, lemas, pusing dan lidah terasa pahit sehingga nafsu makan juga berkurang. Demam pada typhus disebabkan karena bakteri salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen (menimbulkan panas) pada jaringan yang meradang. 

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup dan minum obat serta memperhatikan pengaturan makanan. Makanan untuk pasien penderita tifus adalah makanan dalam bentuk lunak, mudah dicerna, tinggi protein dan kalori serta cukup vitamin dan mineral. 

Beberapa buah dan sayuran yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit tifus antara lain seledri, jambu biji, blewah, wortel, mangga dan semangka.

Berikut ini adalah contoh resep makanan yang bermanfaat untuk mengobati penyakit tifus pada balita: 

Jus semangka seledri

Bahan : 

  • 150 gram semangka 
  • 50 gram seledri

Cara membuat : 

  1. Blender semua bahan
  2. Tuangkan ke dalam gelas
  3. Minumkan pada balita 1 – 2 kali sehari dengan ukuran 1/3 jus ditambah dengan 2/3 air putih untuk sekali minum.


Adab Memandikan Jenazah.



Dalam memandikan jenazah, tentu ada adab-adab yang harus diperhatikan oleh orang yang memandikan. Adab-adab memandikan jenazah diantaranya:

  • Dimulai dari bagian anggota badan yang kanan (anggota wudlu) 
  • Jangan berlaku kasar pada mayit. 

Ketika memandikan jenazah, kita harus tetap berlaku baik serta pelan-pelan. Hal ini dilakukan untuk menghormati jenazah. Jika ada anggota tubuh yang luka, maka dalam membersihkan luka tersebut juga harus hati-hati agar tidak semakin rusak kulitnya.

  • Memilih tempat yang tertutup saat memandikan jenazah agar aurat jenazah tidak terlihat orang yang tidak berhak melihatnya.
  • Disunnahkan mandi bagi yang telah memandikan jenazah.

Sebagaimana hadits berikut:

“Barangsiapa yang memandikan mayat maka hendaklah ia mandi. Dan barangsiapa yang memikul jenazah, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Dawud)

  • Hendaklah berbicara yang baik atau jangan berbicara yang buruk tentang segala hal, apalagi tentang si mayit. 

Sebagaimana sabda nabi:

“Apabila diantara kamu menghadiri orang yang sakit atau orang yang meninggal, maka berkatalah yang baik karena sesungguhnya malaikat mengamini atas apa yang kalian katakan.” (HR. Tirmidzi).


Kamis, 02 Maret 2023

Khasiat dan amalan surah Al-Waaqi’ah

 


Khasiat dan kegunaan bacaan surah Al-Waaqi’ah banyak sekali, diantaranya sebagai berikut:

  • Barang siapa yang membaca surah Al-Waaqi’ah 14 kali setiap habis shalat Ashar, maka selekas mungkin dikabulkan do’anya oleh Allah swt.
  • Barang siapa membaca 3 kali sesudah shalat Isya dan Subuh, maka ia akan diberi kekayaan oleh Allah dengan pekerjaan yang ringan.
  • Barang siapa yang membiasakan (istiqomah) membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan terpenuhi hajatnya. Disebutkan dalam kitab Mujarrobat Dairabi Al-kabir, halaman 21:

“Sebagian ulama mengatakan: Siapa yang membaca surah waqi’ah 41 kali dalam satu majlis maka terpenuhilah hajatnya terutama yang berkaitan dengan rizki.”

  • Barang siapa yang membiasakan (istiqomah) membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan dicintai, disegani dan ditundui oleh semua orang. Bahkan mampu merukunkan kedua orang dalam hal yang halal. Disebutkan dalam kitab Syamsul Maarif, hal 129:

“Termasuk khasiat surah Waaqi’ah ialah bisa menunduk kan semua orang, dicintai semua orang, dan mampu merukunkan kedua orang dalam hal yang halal.”

  • Barang siapa membaca surah Al-Waaqi’ah 41 kali dalam sekali majelis (tetap tidak pindah sebelum mencapai hitungan 41) maka selekas mungkin hajatnya dikabulkan Allah swt terutama dalam hal permintaan rezeki.
  • Barang siapa membaca surah Al-Waaqi’ah 41 kali selama 40 hari berturut-turut tanpa putus satu hari pun, Maka ia akan diberi rizki yang lapang oleh Allah swt tanpa susah payah.
  • Barang siapa yang membiasakan (istiqomah) membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan mendapatkan keselamatan ketika masuk/sowan pada raja, pembesar negara, pemerintah, mentri, hakim, dll. Imam Ahmad Ali Al Buni berkata dalam kitab Syamsul Maarif, halaman 129:

“Termasuk khasiatnya surah waaqi’ah ialah bisa mendapatkan keselamatan ketika masuk (berkunjung) pada para raja, para mentri, para hakim dan lain sebagainya.”

  • Barang siapa yang membiasakan (istiqomah) membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan mendapatkan berkah ilmunya, berkah rizkinya, putra-putrinya, dan giat dalam beribadah, sebagaimana kata sebagian guru kita.
  • Barang siapa yang membiasakan (istiqomah) membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan terusir kefakirannya serta menjadi orang yang kaya raya.

Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang membaca surah Waaqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan tersentuh kesulitan/kefakiran. Surah Waaqi’ah adalah senjata ampuh untuk mendatangkan kekayaan (pesugihan), maka bacalah surah Waaqi’ah dan ajarkan pada anak-anakmu.”

Syeh Ahmad Daerobi dalam kitab Mujarrobat Ad-dairobi Al-kabir halaman 21 mengatakan:

“Ketahuilah olehmu bahwa surah waqi’ah ini memiliki rahasia yang agung, khasiat yang mengherankan, keistimewaan yang luar biasa dalam meraih kekayaan (pesugihan) dan mengusir kefakiran.”

  • Nabi Muhammad saw Bersabda: “Barang siapa yang membaca surah Al-Waaqi’ah setiap malam, maka ia akan diselamatkan dari kemiskinan, dan surah Al-Waaqi’ah itu bila dibaca bisa menyebabkan kaya, oleh sebab itu biasakanlah membacanya dan ajarkan anak-anakmu.”
  • Sesungguhnya sahabat Utsman bin Affan ingin menghadiahkan sejumlah uang kepada Abdullah bin Mas’ud tetapi ia menolak pemberian Utsman bin Affan tadi, kemudian Utsman bin Affan berkata: “Belanjakanlah uang ini untuk anak-anakmu.” Ia menjawab: “Apakah engkau takut mereka akan kekurangan? Sesungguhnya mereka telah aku perintah agar membaca surah Al-Waaqi’ah, karena aku mendengar sabda Nabi saw: Barang siapa membaca surah Al-Waaqi’ah setiap malam maka ia tidak mengalami kekurangan selamanya.”

  • Barang siapa yang membiasakan (istiqomah) membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan mendapatkan rizki banyak tanpa susah payah (tidak sulit dalam mendapatkannya).

Assayyid Muhammad Haqqi An Nazili dalam kitab Khozinatul Asror halaman 169 mengatakan:

“Siapa yang membaca surah Waaqi’ah, maka Allah memberikan kepadanya rizki yang banyak tanpa susah payah (tidak sulit dalam mendapatkannya).”

  • Barang siapa membacanya setiap habis shalat fardhu, maka ia akan dimudahkan oleh Allah segala urusannya, terutama dalam hal rizki.
  • Bila surah Al-Waaqi’ah ini dibaca di dekat orang yang sedang sakit keras, maka orang yang sakit tersebut insya Allah lekas diberi kesembuhan oleh Allah.
  • Barang siapa yang membiasakan membaca surah Al-Waaqi’ah, maka ia akan selamat/terhindar dari kefakiran (tidak fakir selama-lamanya). Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membiasakan membaca surah Waaqi’ah, maka orang itu tidak akan fakir selama-lamanya.”