Rabu, 29 Desember 2021

Satu Indonesia Kena Prank #YogyaTidakAman #Klitih

 



Kamis 30 Desember 2021 mengutip saluran Divisi Humas Polri, pada dini hari telah terjadi laporan palsu yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku dirinya menjadi korban kejahatan di jalanan. “Kami merilis tentang pengungkapan kasus orang yang membuat laporan palsu terkait tindak kejahatan di jalan.” Ungkap AKBP Ihsan Kapolres Bantul melalui video di saluran Divisi Humas Polri tersebut.

Hal ini merupakan perkembangan dari kasus yang baru-baru ini viral di media social Twitter dengan tagar #YogyaTidakAman #Klitih. Bermula dari cerita seorang pemuda yang mengaku menjadi korban Klitih dan mengalami luka sayatan di bagian tangannya. Namun setelah ditindaklanjuti polisi ternyata pemuda tersebut membuat laporan palsu.

Pelaku mengawali aksinya dengan membeli benda dari Indomaret. Dari bukti CCTV Indomaret kemudian diketahui bahwa barang yang dibeli pelaku adalah cuter yang terbungkus dengan gagang berwarna merah. Berdasarkan penuturan pelaku, cuter tersebut dia bawa menempuh perjalanan dengan sepeda motornya. Di tengah perjalanan, tersangka berhenti dan menyayat tangannya sendiri.

Setelah diinterogasi polisi, barulah tersangka mengakui perbuatannya. AKBP Ihsan Kapolres Bantul bertanya kepada pelaku saat jumpa pers “Apa motif sampean, apa? Tanya Ihsan. “Agar viral pak,”jawab tersangka.

Dari Youtube Polres Bantul, tersangka bernama Heriawan Eko berusia 23 tahun yang bertempat tinggal di Tanggul Barat.

Lokasi kejadian adalah Bibis, Mangunjiwo, Kasihan, Bantul. Setelah menyayat tangannya sendiri, tersangka sempat dibantu oleh warga memeriksakan diri disebuah Klinik. Dan kemudian tersangka membuat laporan ke polsek Kasihan Bantul.

Tersangka membuat cerita seolah dirinya menjadi korban Klitih yang pelakunya terdiri dari tiga orang dan seorang diantaranya menyabet clurit yang mengenai tangannya. Atas perbuatannya tersebut pelaku kini dijerat dengan Pasal 220 KUHP dengan ancaman penjara satu tahun empat bulan.


Terapi Herbal Untuk Obat Asam Urat

 Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=daun+sukun%2Basam+urat&tbm


Asam urat (bahasa Inggris: uric acid, urate) adalah senyawa turunan purina dengan rumus kimia C5H4N4O3 dan rasio plasma antara 3,6 mg/dL (~214µmol/L) dan 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59,48 µmol/L). Kelebihan (hyperuricemia) atau kekurangan (hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.

Pada manusia, asam urat merupakan produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida purina, sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat menjadi alantoin. Kadar asam urat yang berlebih dapat menimbulkan batu ginjal dan/atau pirai di persendian. 

Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak, dan meradang. 

Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut, karena penumpukan bahan purin ini.

Ada beberapa jenis makanan yang merupakan pantangan bagi penderita asam urat. Hal ini dikarenakan banyaknya kandungan purin dalam makanan tersebut. Beberapa jenis makanan dengan kandungan purin tinggi tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Jeroan, seperti ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
  2. Seafood, seperti udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden
  3. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
  4. Makanan yang sudah dikalengkan (contoh : kornet sapi, sarden)
  5. Daging kambing, daging sapi, dan daging kuda
  6. Bebek, angsa dan kalkun
  7. Kacang-kacangan, seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, dan emping
  8. Sayuran, seperti kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, dan kangkung
  9. Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
  10. Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas, dan air kelapa
  11. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega
  12. Makanan kaya protein dan lemak

Untuk mencegah atau mengobati penyakit asam urat, ada beberapa tips khusus sebagai berikut.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
  2. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya, dan strawberry
  3. Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat, seperti buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai, dan tomat
  4. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti, dan ubi
  5. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirup
  6. Jangan minum aspirin
  7. Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan
  8. Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
  9. Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan

Pengobatan penyakit asam urat dapat juga dilakukan dengan cara herbal. Beberapa tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan asam urat diantaranya sirsak, daun salam, labu siam, cuka apel, kentang, dan daun sukun. Berikut ini cara pembuatan ramuan herbal untuk pengobatan penyakit asam urat.

1. Juice sirsat

Bahan : buah sirsak, ambil daging buahnya dan pisahkan dari bijinya

Cara membuat :

  • Blender buah sirsak dengan air secukupnya
  • Tambahkan sedikit madu

Penggunaan : minum juice sirsak setiap hari


2. Rebusan daun salam

Bahan : 7 lembar daun salam

Cara membuat :

  • Rebus daun salam dengan dua gelas air sampai tinggal satu gelas

Penggunaan : minum rebusan daun salam setiap hari dua kali yaitu pagi dan sore


3. Ramuan sari labu siam

Bahan : labu siam

Cara membuat :

  • Kupas dan cuci labu dengan air mengalir
  • Parut labu siam 
  • Saring dan ambil airnya

Penggunaan : minum air labu siam tersebut setiap hari


4. Cuka apel

Bahan : cuka apel dan madu

Cara membuat : 

  • Campur cuka apel yang sudah jadi dengan satu sendok madu
  • Tambahkan dua sendok makan cuka apel plus air hangat

Penggunaan : minum ramuan cuka apel setiap hari selama satu minggu


5. Juice kentang-apel

Bahan : kentang mentah dan apel

Cara membuat :

  • Kupas kentang dan apel lalu cuci bersih dengan air yang mengalir
  • Blender kentang dan apel 
  • Tambahkan sedikit madu

Penggunaan : minum juice kentang apel setiap hari


6. Rebusan daun sukun

Bahan :

  • 15 gr daun Sukun yang telah dikeringkan (ambil daun sukun segar, cuci sampai bersih, rajang dan angin-anginkan sampai kering)
  • Segenggam daun Greges Otot
  • Madu atau Gula Batu secukupnya
  • 1 gelas air mendidih

Cara membuatnya :

  • Seduh daun Sukun, lalu saring. Setelah dingin, bila perlu, campurkan madu atau gula batu. 

Penggunaan : Minum ramuan ini dua kali sehari selama sepuluh hari

Selasa, 28 Desember 2021

Reza Nurhilman - Keripik Maicih



Anda pernah mendengar atau bahkan pernah mencicipi keripik Maicih? Maicih tak lebih dari keripik yang terbuat dari singkong dengan rasa yang pedas. Namun keripik MAICIH sangat terkenal karena rasa pedasnya dan cara jualannya yang unik. Nah, apa yang membuat keripik ini begitu fenomenal, bahkan omzetnya mencapai 4 miliar sebulan?

Orang dibalik kesuksesan keripik Maicih adalah Reza Nurhilman, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Maranatha, Bandung. Pada usia 23 tahun dan dengan modal sekitar 15 juta rupiah, anak bungsu dari 3 bersaudara ini mulai membuka bisnis keripik pedasnya ini. 

Reza adalah pemilik usaha keripik pedas Maicih, yang sempat membuat heboh remaja Bandung. Pemuda yang biasa disapa Axl ini mampu mengantongi omzet 4 miliar rupiah setelah setahun meluncurkan usahanya melalui situs jejaring sosial twitter, yang dimulai pada pertengahan 2010. Nama Maicih sendiri terinsipirasi dari nama dompet kecil yang biasa dipakai ibunya saat berbelanja ketika Reza masih kecil. Maicih terdiri dari 3 produk yaitu keripik singkong, gurilem dan jeblak.

Usahanya ini berawal dari perkenalannya dengan seorang wanita paruh baya yang jago membuat resep keripik pedas. Setelah pertemuannya itu Reza bekerja sama dengan wanita paruh baya tersebut dan mulai menjalankan usaha sendiri dan juga memasarkannya. Reza sendiri berasal dari keluarga dengan ekonomi sederhana dan setelah lulus SMA pada tahun 2005 sempat menganggur selama 4 tahun hingga akhirnya kuliah pada tahun 2009.

Saat menganggur itu, Reza melakukan apapun untuk mendapatkan uang, seperti jual beli barang elektronik, pupuk dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk membantu ekonomi keluarganya yang telah lama hanya ditopang oleh kerja keras sang ibu. 

Setelah setahun berjualan Maicih, ternyata usahanya ini berjalan dengan sukses dan membawa berkah tersendiri bagi dirinya. Sekarang bisnis Maicihnya ini memiliki omzet sekitar 4 miliar dan produksinya sekarang mencapai 75 ribu per minggu.

Hal yang menarik dari Maicih ini ialah strategi pemasarannya yang unik dan berbeda dari produk-produk sejenisnya. Keripik Maicih tidak dapat ditemui di toko-toko atau gerai-gerai tertentu, namun dipasarkan melalui media jejaring sosial seperti twitter dan facebook serta dari mulut ke mulut. Dengan keterbatasan dana membangun usaha, pemuda 23 tahun ini meraih sukses tak terkira berkat dunia maya.

Berangkat dengan modal sekitar Rp 15 juta, ia membuat permainan yang memancing penasaran para Facebookers dan Tweeps. Ia merancang lokasi penjualan berpindah-pindah setiap hari, yang hanya dapat diketahui dengan melihat status Facebook (#Maicih) atau Tweet Maicih (@infoMaicih). Strategi itu sukses. Keripiknya menjadi barang buruan. Konsumen harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan keripik superpedas itu. Bahkan, antrean pernah memanjang hingga satu kilometer. “Strategi pemasaran sengaja saya pilih berpindah-pindah sehingga orang penasaran untuk selalu mengetahui di mana keripik Maicih nongkrong,” ucapnya.

Hal ini menurut Reza ditujukan untuk menghindari habisnya Maicih di gerai saat pelanggan datang untuk membeli. Maicih dijual di mobil-mobil para agennya (biasa disebut jenderal) melalui twitter @infoMaicih. Jadi, pembeli dapat mengetahui di lokasi mana saja jenderal Maicih “gentayangan” untuk menjual Maicih beserta waktu jualannya. 

Strategi pemasarannya yang banyak memanfaatkan media jejaring sosial memberikan keuntungan tersendiri bagi usaha Maicih karena pembeli yang telah merasakan dahsyatnya keripik Maicih pasti akan menceritakan dahsyatnya keripik Maicih melalui twitter atau facebook. Hal inilah yang menjadi kekuatan pemasaran keripik Maicih. 

Reza juga memberikan tips bisnis untuk anak-anak muda.  Menurutnya anak-anak muda itu harus jauh lebih yakin. Jika ingin menekuni sesuatu harus konsisten, ngotot, dan antusias. Kita harus semangat kalau kita punya sesuatu, kita harus yakin. Untuk menuju puncak itu memang tidak mudah, tidak semudah kita membalikkan telapak tangan, tapi ketika kita mengejarnya dengan yakin dan percaya, pasti akan tercapai. Maicih berawal dari impian, jadi kerja keras untuk mencapai impian tersebut itu harus. Tidak mungkin kita hidup selalu bergantung pada orang lain.


Lontong Kare Bandung

 



Bahan:

- 3 bks ketupat, siap beli
- 200 gr dada ayam fillet, potong dadu 2 cm
- 2 sdm gula merah serut
- ¼ sdt kayu manis bubuk
- ¼ sdt pala bubuk
- 2 btr cengkih
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1 buah bawang bombay, iris tipis melintang
- 2 lbr daun jeruk, 3 lbr daun salam
- 1 btg serai, ambil putihnya, memarkan
- 500 ml santan kental
- 3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu dihaluskan:

- 1 sdm ketumbar
- 1 sdt merica butir
- 1 sdt jinten
- 1 ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- ½ ruas lengkuas
- 3 btr kapulaga hijau
- 8 buah bawang merah
- 5 siung bawang putih
- ½ sdm garam

Pelengkap: 
  • Kerupuk udang, telur rebus, bawang goreng

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak, tumis bumbu bersama bawang bombay, daun salam, daun jeruk dan serai sampai wangi.
  2. Masukkan potongan daging ayam, masak sambil diaduk sampai daging berubah warna.
  3. Tuang santan, bubuhkan kaldu bubuk, gula merah serut, cengkih bubuk, kayu manis bubuk, dan pala bubuk, masak sampai mendidih, angkat.
  4. Penyajian: potong-potong ketupat, susun di mangkuk saji, beri telur rebus, tuangi kuah kari, dan taburi bawang goreng, hidangkan bersama emping.

Hikmah Dibalik Prahara Rumah Tangga.



Sebenarnya tujuan utama dalam membentuk rumah tangga adalah mencari sebuah kebahagiaan. Dengan berumah tangga secara syariat Islam, selain menunaikan perintah Allah swt juga lebih menenangkan hati. Jika melakukan sebuah aktifitas dengan hati yang tenang, maka kebahagiaan bukan suatu hal yang sulit dicapai. 

Namun tak bisa dipungkiri bahwa dalam sebuah pernikahan tentu ada berbagai persoalan yang seringkali menyita perhatian kita. Bahkan ada yang sampai berantakan rumah tangganya. Namun alangkah meruginya seorang mukmin yang rumah tangganya hancur gegara permasalahan rumah tangga.

Mencari kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga tak ubahnya mencari ‘benda kesayangan’ yang lenyap di rerimbunan hutan belukar, atau menuntaskan dahaga dengan meneguk air embun yang dikumpulkan dari dedaunan di kebun yang luas membentang. Sesuatu yang harus, tapi tidak bisa diperoleh dengan bersantai-santai, tidak bisa dicapai usaha yang dilakukan setengah-setengah. Namun di situlah letak seni kebahagiaan dalam rumah tangga, bahkan dalam persepsi umum, juga kebahagiaan dalam segala hal.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya di balik kesulitan, pasti terdapat kemudahan.” (Al-Insyiraah: 6)

Pepatah Arab mengatakan:

“Bersusahpayahlah. Kerena kenikmatan hidup itu didapatkan melalui kepayahan.”

Tentu saja, segala kesulitan itu bukanlah hal yang kita cari-cari. Tapi garis takdir dan sunnatullah telah tergurat sedemikian rupa dalam realitas kehidupan rumah tangga siapapun di dunia ini, termasuk rumah tangga Rasulullah saw. Bahkan realitas itu mirip dengan fenomena dosa. Setiap muslim harus menghindari dosa. Tapi tak seorangpun yang terbebas dari dosa. Sehingga Rasulullah saw menegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya:

“Masing-masing anak manusia adalah pelaku dosa. Namun sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah yang paling banyak bertaubat.”

Bahkan dalam Miftaah Daaris Sa’aadah jilid kedua, Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa di antara hikmah terjadinya dosa adalah agar semakin jelas keberadaan Allah sebagai Yang Maha Pengampun, dan juga keberadaan Allah sebagai Yang Maha Dahsyat siksa-Nya. Melalui rangkaian dosa demi dosa, muncul berbagai keutamaan istighfar dan bertaubat. Bahkan karena ‘dosa’ Adam, umat manusia berkesempatan melakukan banyak amal kebajikan, menebarkan amar ma’ruf nahi mungkar di dunia ini. Untuk tujuan itu pula diutus para nabi. Semua itu adalah hikmah dari adanya dosa. Namun tidaklah berarti kita hidup untuk berbuat dosa. Demikian juga halnya berbagai problematika dalam hidup rumah tangga. Meski bukan hal yang dicari-cari, namun mau tidak mau harus tetap dihadapi, dan pada akhirnya, bagi seorang mukmin sejati, pasti akan merasakan ribuan hikmah yang tersembunyi.

Saat bahtera rumah tangga mulai didayung, suka dan duka kehidupan suami istri mulai dirasakan secara bergantian. Soal kenikmatan dan kebahagiaannya, tidak perlu diungkapkan lagi. Hanya sepasang pengantin yang sedang ‘dilanda’ bulan-bulan kenikmatan yang mampu mengungkapkannya secara lebih hidup dan nyata. Namun saat hubungan interaksi mulai berlangsung, saat kepekeaan, emosi dan tingkat intelektualitas mendapat ujian menghadapi batu-batu sandungan, masing-masing harus lebih mawas diri. Kesabaran menjadi kata kunci menuju sukses melawan berbagai masalah yang mendera. 

Kesulitan-kesulitan yang mungkin muncul, yang mungkin bisa diistilahkan sebagai bumbu rumah tangga, bisa berpangkal dari banyak hal. Mungkin di antaranya perbedaan karakter dasar, perbedaan tingkat intelejensi, kadar intelektualitas dan wawasan berpikir, perbedaan usia yang terlalu menyolok, perbedaan latar belakang pengalaman, satus sosial dan lingkungan hidup, perbedaan pemahaman dan prinsip hidup dan beragama, kurangnya pengalaman interaksi social, kesulitan ekonomi dan bias juga cacat dan kekurangan fisik ataupun mental yang baru diketahui belakangan.

Di antara beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya konflik dalam rumah tangga tersebut, ada yang bersifat prinsipil sehingga tidak bisa ditolerir, seperti perbedaan prinsip hidup dan pemahaman agama. Dalam hal ini, harus ada penyatuan melalui dialog dan pembicaraan dari hati ke hati. Bila tidak mungkin, bisa menjadi kendala yang tidak akan terselesaikan kecuali dengan perceraian. 

Di antara faktor lain, ada yang sah dijadikan alasan untuk ‘menggugat pernikahan’, seperti cacat tersembunyi, atau perbedaan tingkat intelejensi dan status sosial yang terlalu menyolok. Dalam istilah agama disebut perbedaan kufu. Namun bukan berarti tidak bisa diatasi sama sekali. Sementara faktor-faktor lain lebih menyerupai kendala umum yang hampir dialami oleh setiap rumah tangga.

Tidak perlu sempurna untuk menjadi pasangan yang setia dan bahagia. Semua dari kita memiliki kelemahan dan kekurangan. Tidak ada suami yang sempurna, sebagaimana tidak ada istri yang sempurna. Untuk itu, yang diperlukan adalah kedewasaan sikap dalam menjalani kehidupan keluarga. Setiap badai, setiap masalah, setiap tantangan, harus disikapi dengan penuh kehati-hatian, agar tidak menggoyahkan kekokohan keluarga. Masalah sebesar apapun akan terasa indah, apabila mampu disikapi dengan tepat dan dilewati dengan kebersamaan.

Di antara kunci menikmati kebersamaan adalah pada sikap suami dan istri saat menghadapi permasalahan. “Kita hadapi bersama”, adalah kata kuncinya. Persoalan suami dan istri harus dihadapi bersama, bukan saling melempar kesalahan kepada pihak lainnya. Kadang suami merasa benar sendiri, dan menganggap istri yang salah. Kadang istri merasa selalu benar, dan suamilah yang salah. Sikap saling melempar ini tidak produktif, karena menunjukkan ketidakdewasaan sikap hidup berkeluarga.

“Itu masalahmu sendiri, bukan masalahku”, ungkapan seperti ini menandakan tidak adanya kebersamaan saat menghadapi permasalahan. Bahkan seandainya masalah tersebut terkait pekerjaan di kantor, atau urusan yang menyangkut jabatan, profesi, atau posisi di tempat kerja. Suami dan istri tetap memiliki peran saling meringankan dengan berbagai cara yang bijak. Bukan intervensi dalam sisi profesional atau jabatan, tetapi intervensi dalam kaitan moral. Sebagai suami istri, yang harus saling berbagi, saling meringankan beban, saling membantu dan menjaga.

Masalah apapun akan lebih ringan dihadapi, apabila suami dan istri mampu menjaga sikap “kita hadapi bersama.” Sikap ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara suami dan istri. “Ini masalah kita, maka mari kita hadapi bersama.” Alangkah indah sikap seperti ini. Sebuah kedewasaan dalam menjalani hidup bersama di dalam rumah tangga. Suami dan istri saling bergandengan tangan, melewati hari-hari penuh kebahagiaan, karena mereka mampu merawat kebersamaan.

Kisah Cinta Umar bin Abdul Aziz dan Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan

 



Ia sangat cantik, lembut dan memiliki wawasan agama yang sangat bagus dan sifat wara’ yang belum dimiliki oleh wanita Bani Umayyah saat itu. Ia adalah seorang wanita fashih dan sastrawati hebat di zamannya. Ia menikah dengan seorang pemuda yang bernama Umar Bin Abdul Aziz al-Amawi sebelum ia memegang tampuk pemerintahan. Umar, suaminya itu mencukupinya dengan hartanya dan memberikan kepuasan dengan pendapatannya, namun ia sendiri juga memiliki harta yang cukup banyak.

Keduanya hidup dalam kesenangan dan kemewahan, namun ketika tampuk pemerintahan diserahkan kepadanya, ia merasa bahwa beban itu terlalu berat tidak sanggup dipikul oleh bahunya.

Di antara kata-kata yang diucapkannya kepada Fathimah : “Jika kamu ingin tetap bersama saya, maka kembalikan semua harta, perhiasan dan permata yang ada padamu ke Baitulmal kaum muslimin, karena itu semua milik mereka. Jika kamu tidak setuju dengan permintaaanku itu, saya dan kamu tidak akan pernah lagi bersama-sama dalam satu rumah”.

Rumah tangga Umar bin Abdil Aziz dan istrinya berlangsung di rumah ayah Fathimah yang hidup dalam kenikmatan. Tiada seorang pun perempuan di dunia masa itu yang mempunyai kehidupan yang lebih dibandingkan Fathimah. Andaikan dia mau meneruskan gaya hidupnya di rumah suaminya maka tentu bejananya setiap hari dan setiap saat makan akan penuh dengan makanan yang paling enak, paling langka, dan paling mahal. Bila ingin menikmati segala macam kenikmatan yang dikenali manusia, niscaya beliau akan mampu melakukannya.

Syaikh Muhibbuddin kemudian mengatakan : “Yang saya sampaikan berikut bukanlah omong kosong kalau sesungguhnya kehidupan megah dan mewah sangat mungkin akan merugikan kesehatan orang-orang kaya, sementara orang-orang sederhana bisa menikmati kesehatan. Kehidupan yang megah bisa menyebabkan seseorang mendapatkan rasa dengki, hasad, dan kebencian orang-orang miskin. Ditambah lagi, bagaimana pun cerianya kehidupan (yang mewah) lama kelamaan pun menjadi biasa dan membosankan. Apabila orang-orang yang mendapatkan puncak kenikmatan lantas bertemu dengan keadaan fakir maka jiwa mereka pun meminta lebih dari itu, dan mereka pun tidak sanggup mendapatkannya.”

Sedangkan orang yang hidup seimbang mengetahui bahwa tangan mereka bisa meraih apa yang lebih dari keadaan mereka dan mereka bisa mendapatkannya kapan pun mereka mau. Hanya saja mereka lebih memilih membebaskan diri darinya dan dari segala kebutuhan mewah agar mereka bisa lebih tinggi di atasnya dan agar mereka tidak menjadi budak syahwat.

Oleh karena itu, Khalifah Agung Umar bin Abdil Aziz memilih –dalam keadaan beliau sebagai raja terbesar di muka bumi saat itu- menetapkan pengeluaran rumah tangganya hanya beberapa dirham setiap harinya. Sang isteri Khalifah, anak Khalifah, dan saudari empat khalifah itu juga ridha dengan keadaan ini. Fathimah pun menjadi sosok wanita yang dikagumi karena dia bisa menikmati rasa lezat qana’ah dan bersenang-senang dengan manisnya kesederhanaan. Sehingga lezat dan manisnya qanaah ini lebih enak dan memuaskan bagi beliau bila dibandingkan dengan semua kemewahan dan kemegahan yang sebelumnya beliau kenali.

Suami beliau, Umar bin Abdul Aziz pun kemudian menasehati beliau untuk naik dari sifat kekanak-kanakan, meninggalkan semua permainan dan barang rendahan yang dulu elok (berupa perhiasan mewah) bagi dua telinga, pundak, rambut, dan pergelangan tangannya, hal-hal yang sebenarnya tidak memberikan manfaat sama sekali yang apabila kemewahannya itu dijual, maka harganya akan bisa mengenyangkan perut para rakyat; kaum pria, wanita, maupun anak-anak. Fathimah menyambut usul suaminya. Beliau beristirahat dari beratnya perhiasan, intan permata, dan mutiara yang telah dia bawa dari rumah ayahnya. Semuanya dia kirim ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin.

Setelah itu Amirul Mukminin pun wafat tanpa meninggalkan apa-apa bagi isteri dan anak-anaknya. Penanggung jawab Baitul Mal datang kepada Fathimah dan berkata kepadanya, “Wahai tuanku, sesungguhnya intan permatamu masih senantiasa seperti keadaannya semula. Sesungguhnya saya memandangnya sebagai barang amanah darimu, makanya saya simpan dengan baik hingga hari ini. Saya datang untuk meminta izinmu untuk mengembalikannya.”

Namun apa jawab Fathimah? Beliau menjawab kalau dirinya telah menghibahkannya ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin sebagai ketaatan kepada Amirul Mukminin. Beliau katakan, “Aku tidak mau menaatinya ketika dia masih hidup lantas menentangnya ketika dia sudah wafat?”.

Fathimah enggan menarik kembali harta yang halal dan warisannya yang bernilai milyaran itu, walaupun pada saat itu beliau butuh beberapa dirham. Oleh karena itulah Allah menuliskan kekekalan nama bagi dirinya (namanya tetap dikenang sampai saat ini –). Dan termasuklah kita saat ini menyebutkan tentang harta bendanya yang melimpah dan ketinggian derajat beliau, sedangkan kita sudah terpisah berabad-abad darinya. Semoga Allah merahmati beliau dan meninggikan tingkatannya di surga kenikmatan.

Sesungguhnya kehidupan yang paling enak ialah kehidupan sederhana dalam segala sesuatu. Betapa pun suatu kehidupan itu kurang atau nikmat maka kalau orangnya menjalani terus dia akan merasa biasa. Kebahagiaan itu ada di saat ada perasaan ridha, dan orang yang merdeka ialah orang yang bebas dari semua yang tidak dia butuhkan. Inilah kekayaan dalam pengertian Islam dan kemanusiaan, semoga Allah menjadikan kita termasuk di dalamnya.

Senin, 27 Desember 2021

Daun Sukun Untuk Mengobati Panu (Penyakit Kulit)

 

Sumber Gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com


Panu (Pitriyasis Versikolor) ditunjukkan dengan berwarna pada kulit. Warnanya bervariasi dari putih hingga coklat kehitaman dengan batas yang sangat tegas dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Bila kulit yang terkena panu tersebut dikerok maka akan keluar serpihan-serpihan keputihan. Panu seringkali muncul di punggung atau leher belakang.

Penyebab dari penyakit kulit ini adalah keringat yang dibiarkan menempel pada kulit dalam waktu yang lama. Kotoran tersebut lama-kelamaan menjadi jamur yang menyebabkan panu muncul.

Adanya penyakit panu ini ditandai dengan gejala-gejala munculnya bercak berwarna pada kulit dengan batas sangat tegas dibanding warna kulit di sekitarnya. Serta diikuti rasa gatal-gatal pada kulit yang terdapat panu tersebut.

Panu umumnya diobati dengan antijamur topikal. Pengobatan ini membasmi panu secara temporer. Untuk itu perlu diulangi secara rutin dan teratur untuk mencegah panu kambuh lagi. Selain itu, panu juga dapat diatasi dengan menggunakan terapi daun sukun. Berdasarkan riset diketahui bahwa daun sukun mampu menghambat pertumbuhan candida albicans dan microsporum gypseum penyebab penyakit kulit.

Kebanyakan penduduk di Kepulauan Pasifik menggunakan daun sukun untuk mengatasi panu yang diakibatkan oleh adanya cendawan  jenis pytirosporum orbiculare. Untuk membuat ramuan herbal daun sukun sebagai obat panu, caranya sebagai berikut.

Bahan :

  • Daun sukun yang sudah tua

Cara membuat :

  • Cuci bersih daun sukun yang sudah tua
  • Remas-remas daun sukun tersebut
  • Gosokkan remasan daun sukun tersebut berulang-ulang pada bagian tubuh yang terdapat panu
  • Lakukan terapi ini sehari 2 – 3 kali
  • Dalam 1 minggu pengobatan, panu akan segera lenyap.


Jjampong (Mie Seafood Pedas Korea)

 



Bahan-Bahan :
  • 1 bungkus mie telur atau mie udon
  • 6 buah udang ukuran sedang
  • 6 buah kerang hijau (bisa diganti atau dicampur dengan jenis kerang lain)
  • 2 sdt bawang putih cincang
  • 1 sdm gochugaru (bubuk cabai)
  • 100 gr daging sapi, potong tipis
  • 7 cup kaldu ayam/daging/seafood
  • 1/2 buah bawang Bombay
  • 1 sdt jahe cincang
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 buah cumi, potong kecil
  • 1 batang daun bawang, potong seukuran 5 cm
  • 100 gr sawi putih (bisa juga diganti dengan pokcoy)
  • 1/2 buah wortel, potong sesuai selera
  • 2 buah jamur shitake, potong tipis
  • gula dan garam untuk penambah rasa

Bahan Pelengkap
  • 1 buah cabai hijau, buang bijinya dan iris tipis
  • 1 buah cabai merah, buang bijinya dan iris tipis
  • 1 sdm fish sauce

Cara Membuat : 
  1. Rebus mie dalam panci sesuai dengan instruksi pada kemasan. Pastikan untuk tidak memasak mie terlalu matang agar teksturnya tidak terlalu lembek. Setelah matang, tiriskan mie dan sisihkan.
  2. Rebus kerang dengan 2 cup air hingga mendidih. Tutup panci, masak dengan api kecil hingga kulit kerang terbuka. Tiriskan kerang kemudian tambahkan 1 cup kaldu ayam.
  3. Panaskan minyak lalu tumis bawang putih dan jahe cincang. Masukan bubuk cabai, daging cincang, dan bawang bombay. Tumis semua bahan hingga tercampur rata dan mengeluarkan aroma harum.
  4. Setelah beberapa menit, masukan udang, cumi, wortel, dan daun bawang ke dalam wajan, aduk kembali hingga rata.
  5. Setelah beberapa menit kemudian, masukan juga bahan lainnya seperti kerang yang sudah direbus, sawi putih, jamur, mie, dan kuah kaldu. Biarkan hingga mendidih.
  6. Masak dengan api sedang kurang lebih 5 menit. Tambahkan kecap asin, garam, dan gula hingga rasanya pas. Setelah matang dan semua bahan dan bumbu tercampur, matikan api.
  7. Taburkan bahan pelengkap dan Jjampong pun siap untuk disajikan.

Menyembuhkan sakit kepala dengan terapi Air Putih dan Doa



Sakit kepala merupakan gejala permulaan dari suatu penyakit berbahaya. Ada dua jenis sakit kepala yang sering dijumpai, yaitu migrain dan ketegangan. Keduanya merupakan akibat adanya gangguan pembuluh darah di sekitar otak. Sakit kepala dapat diatasi dengan terapi air putih yaitu dengan meminum air putih dingin sebanyak satu-dua gelas sekaligus, sewaktu kepala terasa sakit. Berikutnya minum satu gelas setiap 30 menit dan menjadi per satu gelas ketika sakit kepala mulai mereda.


Doa Menyembuhkan sakit kepala

Bismillahil ladzii khalaqanii fahuwa yahdiin. Wal ladzi huwa yuth’imunii wa yasqiin. Wa idza maridhtu fahuwa yasfiin. Wal ladzii yumiitunii tsumma yuhyiin. Wal ladzii athma’u an yaghfiralii khathiatii yaumaddiin. Rabbi hablii hukman wa alhiqnii bish shaalihiin Waj’al lii lisaana shidqin fil aakhiriin. Waj’alnii min waratsati jannatin na’iim

Artinya: 

“Dengan menyebut asma Allah yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku, dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku kembali, dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat. Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.”


Zikir malam menyelamatkan pak Kosasih dari sengatan lebah.



Nama lengkapnya adalah Kosasih, S.Pd, kini usanya telah 29 tahun. Ia terkenal dengan pemuda yang ramah, sederhana, kreatif, rajin dan cerdas. Ia dilahirkan di Bogor dan menyelesaikan sarjananya di Bandung. Dengan susah payah ia menyelesaikan kuliahnya tersebut. Sebagai anak desa, ia sangat memimpikan mendapatkan gelar yang disandangnya sekarang ini.

Sejak kecil ia terbiasa dididik dengan ilmu agama yang kuat oleh kedua orangtuanya.  Di lingkungan desanya pun juga sangat mendukung untuk menerapkan ajaran-ajaran Islam sehingga senantiasa membuatnya sangat dekat dengan Allah swt.

Ia bersyukur telah membahagiakan kedua orangtuaya dengan bisa menyelesaikan strata satu di perguruan tinggi favorit. Karena di desanya, kebanyakan pemuda seusianya hanya lulus SMP itupun sudah tinggi.

Ia mengisahkan bahwa keberhasilannya sekarang berkat kegigihannya yang kuat dalam belajar dan hidup mandiri serta doa dan dzikir yang merupakan bagian terpenting dalam kehidupannya. Setiap pagi dan petang ia rajin berdzikir kepada Allah swt. Ia tak pernah shalat 5 waktu selain di masjid dengan berjamaah. Ia adalah pemuda yang membuat setiap orang bangga dan senang. Jiwanya senantiasa terikat di masjid. Ia juga seorang pemuda yang rendah hati, itulah yag disukai banyak tetangganya. 

Selain rajin dzikir pagi dan petang, ia juga rajin ibadah sunnah lainnya seperti puasa dan shalat sunnah. Yang paling sering ia lakukan ialah iabadah malam. Aktifitas ini dijadikannya sebagai rutinitas yang memberi nilai lebih daripada ibadah sunah lainnya. Kebiasaan ini telah dilakukannya semenjak SMA.

Ia terbiasa bangun malam jam 03.00 kemudian shalat tahajud lantas derdoa dan berdzikir dengan khusyuk. Dengan kebiasaan dzikir itulah ia mengalami banyak kejadian aneh yang ia merasa itu di luar kemampuannya.

Suatu hari saat ia dan teman-temannya sedang berkemah karena mereka ikut kegiatan pramuka, ada segerombolan lebah menyerang tendanya. Tiada yang mengetahui darimana datangnya lebah tersebut. Saat itu mereka akan melakukan shalat jumat yang digelar di lapanga, tetapi lebah tersebut telah membubarkan barisan mereka sehingga mereka berlari ketakutan dan mengambil inisiatif untuk menyelamatka diri masing-masing. 

Banyak dari teman-temanya yang disengat lebah, ada yang satu, dua dan lebih bahkan ada yang sampai pingsan. Akan tetapi saat segerombolan lebah berada di atas kepalanya, tidak ada satupun lebah yang menyengatnya. Ia kemudian menyimpulkan bahwa selamatnya dari serangan lebah tersebut berkat dzikir malam yang senantiasa ia baca dan juga shalat tahajud yang biasa ia lakukan.

Selain itu dengan berhasilnya ia mendapatkan gelar strata satu ia anggap juga karena kebiasaan ia yang rutin dalam menjalankan ibadah tahajud dan dzikir. Sebab saat itu ia merasa tidak mungkin mengecap kuliah karena kondisi ekonomi oragtuanya yang morat-marit karena bangkrutnya usaha. Namun ia optimis bisa dan ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa kuliah. Ia rajin ibadah malam dan gigih belajar. Itulah nasehat Kosasih. 

Dengan mantab ia menambahkan, “Apapun yang kita lakukan, selama ibadah kita tidak pernah putus kepada Nya, yakinlah bahwa Dia adalah Zat yang Maha Penolong.” 

Kehamilan Berisiko Tinggi




Kehamilan berisiko tinggi merupakan kehamilan yang membahayakan, baik bagi sang ibu ataupun bagi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat mengakibatkan kehamilan berisiko tinggi. 

Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan Anda mengalami kehamilan berisiko tinggi, diantaranya sebagai berikut :

1. Sulit hamil dan penggunaan obat-obat penyubur

Kehamilan berisiko tinggi lebih mungkin terjadi pada wanita yang mengalami kesulitan untuk hamil, baik melalui atau tanpa bantuan dari terapi kesuburan berteknologi tinggi. Selain itu, wanita yang hamil dengan menggunakan fertilisasi in vitro dan perawatan kesuburan lainnya juga memiliki risiko komplikasi lebih tinggi selama kehamilan. Oleh karena itu, selama melakukan terapi kesuburan, pasangan suami istri harus mempertimbangkan risiko yang harus dihadapi tersebut. Komplikasi yang diakibatkan oleh penggunaan obat–obat kesuburan dapat berupa tekanan darah tinggi atau preeklampsia, adanya protein dalam urine yang muncul pada trimester kedua atau trimester ketiga kehamilan, kelahiran prematur dan berat lahir rendah.

2. Obesitas saat hamil

Kegemukan atau obesitas dapat menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Tubuh yang overweight bisa memunculkan risiko tersendiri bagi kehamilannya, salah satu hal yang harus dijaga adalah asupan makanan selama hamil supaya tubuh tidak terus membesar, karena tubuh yang terlalu besar membuatnya sulit melahirkan karena tumpukan lemak di perut dan sekitarnya. 

Para peneliti mencatat bahwa obesitas merupakan faktor risiko yang signifikan untuk diabetes dan hipertensi, dan ditandai oleh peningkatan resistensi insulin dan peradangan kronis, seperti diabetes dan hipertensi.

Menurut peneliti, pada ibu penderita diabetes dan kemungkinan kondisi pra-diabetes di masa kehamilan, pengaturan glukosa menjadi sulit diatur sehingga meningkatkan produksi insulin pada janin. Produksi insulin yang tinggi membuat kebutuhan akan oksigen menjadi lebih besar, akibatnya suplai oksigen bagi janin menjadi berkurang. Diabetes juga dapat mengakibatkan kekurangan zat besi pada janin.

Sebuah riset menemukan bahwa wanita hamil yang kelebihan berat badan (tetapi belum masuk kategori obesitas) dan memiliki kadar gula darah sedikit lebih tinggi, dapat mengalami kehamilan berisiko tinggi. Menurut peneliti, risiko mereka bahkan lebih tinggi daripada rekan mereka yang mengalami obesitas dengan kadar gula darah normal atau wanita hamil yang menderita diabetes gestasional dengan berat badan normal.
Peneliti yang mempublikasikan penelitian ini dalam jurnal Diabetes Care edisi April menjelaskan, selama ini para dokter umumnya hanya fokus pada wanita hamil dengan obesitas atau diabetes gestasional, tetapi cenderung mengabaikan ibu hamil yang mengalami kegemukan (tidak obesitas) dan memiliki kadar gula cukup tinggi.

Dalam kajiannya terhadap lebih dari 23.000 wanita di sembilan negara, peneliti menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami obesitas dan menderita diabetes gestasional serta ibu hamil yang kelebihan berat badan dan kadar gula darahnya sedikit lebih tinggi, lebih mungkin melahirkan bayi berukuran besar, sehingga meningkatkan risiko cedera pada bayi saat melahirkan melewati vagina (persalinan normal). 

Akibatnya, hal ini meningkatkan kemungkinan untuk menjalani bedah caesar. Dibandingkan bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan dan gula darah normal, bayi yang lahir dari ibu dengan obesitas dan diabetes bobotnya sekitar 12 ounce (340 gram) lebih berat. Sedangkan mereka yang lahir dengan kelebihan berat badan (tetapi tidak obesitas) dan gula darah sedikit lebih tinggi bobotnya 7, 5 ounce (213 gram) lebih berat. 
Sedangkan bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan normal dan diabetes gestasional bobotnya 6 ounce (170) lebih berat, dan mereka yang lahir dari ibu dengan obesitas dan kadar gula darah normal, bobotnya 6 ounce lebih berat.

Para peneliti juga mencatat bahwa bayi lahir dari ibu dengan kelebihan berat badan (tapi tidak obesitas) dan lebih tinggi tingkat gula darah, lebih mungkin untuk memiliki kadar insulin lebih tinggi dan kadar gula darah yang lebih rendah. Efek ini akhirnya dapat memicu obesitas dan diabetes pada anak.

Obesitas saat hamil juga memungkinkan anak yang dilahirkan berisiko menyandang autisme atau gangguan perkembangan saraf. Autisme ditandai dengan gangguan dalam interaksi sosial, defisit komunikasi dan perilaku repetitif dan sering disertai dengan cacat intelektual. 

Penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan yang berafiliasi dengan UC Davis MIND Institute menemukan bahwa ibu yang obesitas berisiko 67 persen lebih besar melahirkan anak yang menyandang autisme dan berisiko dua kali lipat memiliki anak dengan gangguan perkembangan lain seperti terlambat bicara atau bahkan gagal mencapai tahapan tumbuh kembang sesuai usia. Sementara ibu penderita diabetes berisiko 2, 3 kali lebih besar memiliki anak dengan gangguan perkembangan dibandingkan ibu dengan kondisi sehat. Namun, proporsi ibu dengan diabetes yang memiliki anak autis lebih tinggi ketimbang ibu yang sehat, meski secara statistik tidak terlalu signifikan.

Studi ini juga menemukan, anak penyandang autis dari ibu penderita diabetes lebih mungkin mengalami kecacatan (rendahnya pemahaman bahasa dan komunikasi) ketimbang anak autis yang lahir dari ibu yang sehat. Namun, anak-anak tanpa autisme yang lahir dari ibu penderita diabetes juga rentan mengalami gangguan sosialisasi seperti, rendahnya pemahaman dan produksi bahasa, jika dibandingkan dengan anak tanpa autis dari ibu yang sehat.

3. Memiliki riwayat penyakit darah tinggi

Kasus darah tinggi atau hipertensi pada ibu hamil merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai, bahkan wanita yang sebelum hamil tidak mengalami hipertensi pun kadang ketika hamil bisa mengalami penyakit ini.

Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan laboratorium secara lengkap untuk mengetahui tingkatan hipertensi yang diderita dan dilakukan pengawasan secara rutin oleh tim dokter.

4. Memiliki riwayat penyakit jantung

Penyakit jantung bisa jadi adalah bawaan, namun adanya penyakit jantung bisa juga mengakibatkan kehamilan berisiko tinggi. Suatu kehamilan yang sehat haruslah aman bagi sang ibu maupun bagi sang bayi. 
Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir kehamilan berisiko tinggi adalah dengan melakukan perawatan selama kehamilan bersama dokter kandungan dan dokter ahli jantung.

5. Memiliki riwayat penyakit diabetes

Kondisi hamil dengan penyakit diabetes yang diderita harus dalam pengawasan ketat agar bayi yang dilahirkan kelak tidak memiliki kadar gula darah di bawah 60 mg/dl.

Salah satu penanganan yang harus dilakukan untuk menekan kehamilan berisiko tinggi adalah dengan menghentikan obat-obatan penekan gula darah dan menggantinya dengan insulin sesuai kebutuhan, menjalankan pola hidup sehat dengan mengurangi makanan manis serta diet karbohidrat, selalu memantau ukuran janin, dan selalu kontrol kehamilan ke dokter.

6. Memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti anemia, rhesus, dan pernah mengalami keguguran berulang Tanda Bahaya pada Kehamilan

Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Pusdiknakes, 2003).

Menurut Pusdiknakes (2003), ada enam tanda bahaya kehamilan selama periode antenatal yaitu sebagai berikut :
a. Pendarahan pervaginam
b. Sakit kepala yang hebat
c. Masalah penglihatan
d. Bengkak pada muka atau tangan
e. Nyeri abdomen yang hebat
f. Bayi kurang bergerak seperti biasa

Selain itu, ada beberapa tanda bahaya pada kehamilan yang perlu segera dirujuk untuk mendapatkan pertolongan. Tanda bahaya tersebut antara lain sebagai berikut :

a. Keluar darah dari jalan lahir
Pendarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal sekali kehamilan, ibu mungkin akan mengalami pendarahan yang sedikit atau spotting di sekitar waktu pertama haidnya. Pendarahan ini adalah pendarahan implantasi, dan ini normal terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, pendarahan ringan mungkin pertanda dari servik yang rapuh atau erosi. Pendarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.

Pada awal kehamilan, pendarahan yang tidak normal adalah yang merah, pendarahan yang banyak, atau pendarahan dengan nyeri. Pendarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut, pendarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu disertai dengan rasa nyeri. Pendarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta. (Pusdiknakes, 2003).

Seorang ibu hamil yang mengeluarkan darah dan lendir dari kemaluan, disertai mulas-mulas, dan muncul pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu merupakan tanda-tanda akan terjadi keguguran kandungan. Oleh karena itu perlu segera pertolongan dini agar anak dalam kandungan dapat diselamatkan. Ibu harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah bersalin terdekat.

Sedangkan ibu hamil yang mengeluarkan darah dari kemaluan sebelum ada tanda-tanda akan melahirkan dan timbul setelah usia kehamilan 28 minggu serta diikuti rasa nyeri perut, kemungkinan terjadi kelainan ari-ari. Ari-ari ibu terlepas dari perlekatannya pada dinding rahim. Keadaan ini sangat berbahaya karena nyawa anak yang dikandungnya mungkin terancam. Oleh karena itu ibu harus dirawat di rumah bersalin. Namun apabila tanda tersebut tidak diikuti rasa nyeri perut, kemungkinan disebabkan oleh letak ari-ari yang menghalangi jalan lahir anak. Ari-ari semakin meregang dengan semakin membesarnya rahim. Keadaan ini pun memerlukan perawatan rumah bersalin.

b. Keluar air ketuban sebelum waktunya (ketuban pecah dini)
Ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin test) merah menjadi biru (Saifuddin, 2001).

Ibu hamil yang mengeluarkan cairan ketuban dari kemaluan dan timbul sebelum terasa mulas-mulas adalah tanda dari awal persalinan. Cairan ketuban menjadi berwarna putih keruh mirip air kelapa, atau mungkin sudah berwarna kehijau-hijauan (hal ini harus dibedakan dengan air seni karena tidak berbau pesing) adalah tanda–tanda ibu mengalami gangguan ketuban pecah dini. Selaput ketubannya sudah pecah lebih dulu sebelum persalinan dimulai. Lazimnya, ketuban pecah merupakan tanda awal dimulainya persalinan atau tanda awal anak akan lahir.

c. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala-gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia (Saifuddin, 2001). Kondisi kejang-kejang pada ibu hamil berarti ada penyakit yang berat dan kemungkinan membahayakan ibu sendiri. Apabila penyebabnya keracunan kehamilan akan membahayakan anak yang dikandungnya.

d. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 3 kali dalam 1 jam)
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik (Pusdiknakes, 2003). Apabila kehamilan berusia 5 bulan dan ibu tidak merasakan gerakan anak atau gerakan anak tak terasakan lagi, kemungkinan anak sudah mati dalam kandungan. Oleh karena itu, dokter atau bidan perlu memastikannya. Jika waktu diperiksa bunyi jantung anak sudah tidak terdengar, berarti anak sudah mati. Bayi yang mati dalam kandungan harus segera dikeluarkan, karena bayi mati dapat mengganggu ibu. Jika tidak dikeluarkan, bayi akan mengering dan tertahan lama di dalam rahim ibunya. Perut ibu pun mengempis dengan sendirinya.

e. Demam tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh > 38oC dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi yang terjadi lebih dari 3 hari dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Penanganan demam antara lain dengan istirahat berbaring, minum banyak dan mengompres untuk menurunkan suhu (Saifuddin, 2002). Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala–gejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan masa nifas (Pusdiknakes, 2003).

f. Nyeri perut yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan pre term, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya (Pusdiknakes, 2003).

Ibu hamil yang mengeluh nyeri hebat di perut bagian bawah disertai muntah-muntah dan mungkin sampai pingsan pada usia kehamilan 6–10 minggu merupakan tanda dan gejala dari kehamilan di luar kandungan yang terganggu. Lazimnya, kehamilan harusnya tumbuh di dalam rahim. Adakalanya kehamilan tumbuh di luar rahim. Mungkin disaluran telur, di indung telur, atau dimana saja di dalam perut. Kehamilan di luar rahim dapat lahir dengan selamat. Namun, seringkali kehamilannya terganggu. Jika sampai terganggu, anak harus segera dikeluarkan, meskipun belum waktunya lahir.

g. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia (Pusdiknakes, 2003).

Ibu hamil yang mengalami nyeri kepala di dahi disertai penglihatan kabur, nyeri uluhati, mual dan muntah kemungkinan merupakan tanda bahwa ibu hamil mengidap penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi. Keadaan ini tergolong berat. Ibu harus dirawat di rumah sakit. 

h. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda
Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Mual dan muntah yang sampai mengganggu aktifitas sehari-hari dan keadaan umum menjadi lebih buruk, dinamakan Hiperemesis Gravidarum (Wiknjosastro, 2001). Ibu hamil yang mengalami muntah-muntah lebih dari 7 kali sehari disertai kondisi ibu yang lemah, tidak selera makan, berat badan turun, dan nyeri ulu hati kemungkinan merupakan suatu tanda ibu hamil menderita penyakit berat. Pada penyakit ini, ibu hamil semakin tidak mau makan. Semakin hari muntah-muntahnya semakin hebat. Ibu hamil harus dirawat di rumah sakit. Mungkin perlu segera diberikan infus cairan. Ibu hamil yang kekurangan cairan sangat buruk akibatnya bagi dirinya sendiri dan juga bagi anak yang dikandungnya.

i. Selaput kelopak mata pucat
Ibu hamil yang mengalami kelopak mata yang menonjol, jemari gemetaran, sering berdebar-debar, badan panas dan banyak berkeringat, serta tampak pembengkakan di batang leher bagian depan adalah merupakan gejala ibu hamil mengalami penyakit gondok. Kelenjar gondok di leher membengkak dan fungsinya terganggu.

j. Berat badan naik secara berlebihan
Ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan berlebihan (lebih dari 1 kg dalam seminggu), mata kaki dan tungkai membengkak, tekanan darah naik, air seni keruh, nyeri kepala dan penglihatan berkunang-kunang dapat berarti ibu hamil mengalami keracunan kehamilan.

k. Sering berdebar-debar, sesak napas, dan mudah lelah
Ibu hamil yang sering berdebar-debar, sesak napas, dan mudah lelah merupakan tanda ibu mengidap penyakit jantung dalam kehamilan.

l. Pucat, mata berwarna merah dadu, bibir dan telapak tangan kurang merah
Ibu hamil yang tampak pucat, mata berwarna merah dadu, bibir dan telapak tangan kurang merah merupakan tanda ibu hamil kekurangan darah (anemia). Kondisi seperti ini biasanya diikuti dengan rasa pening, lesu, lemas, dan mudah lelah. Apabila kondisi sudah berat dapat memicu keluhan sesak napas dan jantung berdebar-debar terus. 

Ibu hamil yang kekurangan darah perlu diberikan obat penambah darah. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dikandungnya.

m. Obesitas atau kegemukan
Ibu hamil yang gemuk biasanya berasal dari keluarga penderita kencing manis atau pernah melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg. Apabila ibu hamil yang tergolong begini mengeluh merasa haus terus, banyak berkemih terutama di malam hari, dan merasa lapar terus, kemungkinan ibu ini mengidap penyakit kencing manis dalam kehamilan.

Adapula beberapa tanda bahaya pada kehamilan yang sesegera mungkin dibutuhkan pertolongan dokter. Tanda-tanda bahaya tersebut dapat berupa : 
  • Sakit perut yang hebat atau bertahan lama.
  • Pendarahan atau terjadi bercak pada vagina.
  • Bocornya cairan atau perubahan dalam cairan yang keluar dari vagina. Yakni jika menjadi berair, lengket, atau berdarah.
  • Adanya tekanan pada panggul, sakit di punggung bagian bawah atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan.
  • Kencing yang sakit atau terasa seperti terbakar.
  • Sedikit kencing atau tidak kencing sama sekali.
  • Muntah berat atau berulangkali.
  • Menggigil atau demam di atas 101oF (38, 3oC).
  • Rasa gatal yang menetap di seluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat.
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda, pandangan kabur, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.
  • Sakit kepala berat yang bertahan lebih dari 2-3 jam.
  • Pembengkakan atau terasa berat akibat cairan (edema) pada tangan, muka dan sekitar mata, atau penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.
  • Kram parah yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut itu ke hidung.
  • Penurunan gerakan janin. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 12 jam pada kehamilan minggu ke-26 atau lebih, artinya kondisi janin tidak normal.
  • Trauma atau cedera pada daerah perut.
  • Pingsan atau pusing-pusing, dengan atau tanpa palpitasi (pupil mata menyempit).

Apabila tanda–tanda bahaya tersebut di atas ditemukan pada ibu hamil maka kehamilannya berada pada kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan rujukan segera. Bila ibu ataupun keluarga terlambat menyadarinya dan terlambat untuk mencari pertolongan kepada tenaga kesehatan ataupun mendatangi tempat pelayanan kesehatan terdekat akan menyebabkan ibu dan janinnya dalam bahaya dan akan sulit untuk diupayakan selamat. 

Ibu ataupun keluarga dapat bekerja sama dengan bidan, kader–kader kesehatan, bahkan tokoh masyarakat yang dapat membantu untuk memperoleh pertolongan segera dan merujuk ketempat pelayanan kesehatan yang memadai fasilitasnya dalam upaya penanganan kondisi ibu tersebut.

Penanganan untuk mencegah keterlambatan dalam pengambilan keputusan dan upaya rujukan saat terjadinya komplikasi; menasehati ibu hamil, suaminya, ibunya atau anggota keluarga yang lain untuk melakukan beberapa hal ini :
  1. Mengidentifikasi sumber transportasi dan menyisihkan cukup dana untuk menutup biaya–biaya perawatan kegawatdaruratan.
  2. Rujuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat dimana tersedia palayanan kegawatdaruratan obstetrik yang sesuai. Sambil menunggu transportasi, berikan pertolongan awal kegawatdaruratan, jika perlu berikan pengobatan.
  3. Mulai memberikan cairan infus (IV).
  4. Menemani ibu hamil dan anggota keluarganya.
  5. Membawa obat dan kebutuhan–kebutuhan lain.
  6. Membawa catatan medik atau kartu kesehatan ibu hamil dan surat rujukan.

Mengenali tanda bahaya pada kehamilan sangatlah penting untuk diketahui oleh ibu hamil. Salah satu cara untuk mengetahui adanya tanda bahaya pada kehamilan adalah dengan melakukan perawatan antenatal secara rutin.

Perawatan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin sejak mengetahui dirinya hamil untuk mendapatkan asuhan antenatal. Salah satu tujuan dari asuhan antenatal adalah untuk mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil.

Suatu kehamilan mungkin saja akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetri, yang dapat membahayakan kehidupan ibu maupun janinnya bila tidak ditangani dengan memadai. Dengan kesadaran dari ibu hamil bahwa kehamilan adalah salah satu kodrat perempuan, besar kemungkinannya ia akan menerima kehamilannya, dan akan merasa bahagia dengan kehamilannya. Sehingga ibu peduli dengan kondisi keselamatan jiwanya dan janin yang dikandungnya. Dengan kesadaran yang dimiliki ibu maka ada kemungkinan untuk dapat dideteksinya risiko dan penyulit dalam kehamilan.

Untuk mengantisipasi adanya risiko yang terlalu berat pada ibu berkaitan dengan kehamilannya, penting dilakukan sosialisasi kesehatan kepada ibu–ibu hamil tersebut tentang tanda–tanda bahaya dalam kehamilan, yang mencakup; keluarnya darah dari jalan lahir, keluar air ketuban sebelum waktunya, kejang, gerakan janin tidak ada atau berkurang, demam tinggi, nyeri hebat di perut, sakit kepala atau kaki bengkak, muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda, dan selaput kelopak mata pucat. 

Apabila tanda-tanda bahaya tersebut diabaikan dan menyebabkan ibu berada dalam kondisi yang mengancam jiwa dan sulit untuk ditolong, maka bukan tidak mungkin risiko kematian ibu dan janinnya di depan mata dan akan menambah deret Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Oleh karena itu, penting bagi ibu dan keluarga untuk mengenali tanda–tanda bahaya tersebut supaya tidak terlambat dalam mengambil keputusan untuk memperoleh pertolongan dari tenaga kesehatan (bidan atau dokter) bahkan mendatangi tempat pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan layanan yang memiliki standar dan dapat dipertanggungjawabkan.


Kehamilan yang Memerlukan Perhatian Khusus

Pada umumnya kehamilan berlangsung normal dan alamiah. Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat perlu pemeriksaan kehamilan yang teratur. Namun, adakalanya kehamilan disertai penyakit, gangguan, atau kelainan. Keadaan ini tidak boleh diabaikan. Agar kehamilannya sehat, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

a. Keracunan kehamilan
Keracunan kehamilan biasanya ditandai dengan kaki membengkak, tekanan darah naik, penglihatan terganggu, dan air seni keruh. Dalam keadaan yang berat, ibu hamil mengalami kejang-kejang, tak sadar, dan dapat berakhir dengan kematian serta anak yang dikandungnya pun dapat meninggal pula.

b. Pendarahan
Keluarnya darah secara terus menerus dari kemaluan ketika sedang hamil tidaklah normal dan perlu dicurigai. Apabila usia kehamilannya masih muda, mungkin ini merupakan gejala ancaman keguguran. Namun, apabila terjadi pada usia kehamilan tua dimungkinkan adanya gangguan ari-ari.

c. Persalinan lama/sulit
Persalinan lama atau tidak maju-maju dapat mengancam bayi yang akan dilahirkan. Jika lahir pun ansib anak biasanya buruk. Otak anak sudah kekurangan zat asam terlalu lama. Kemungkinan anak lahir menjadi bodoh.

d. Bayi lahir cacat
Bayi lahir cacat karena memang sudah bawaan. Hal tersebut dapat diwarisi oleh ayah atau ibunya. Selain itu, dapat juga dipengaruhi Oleh obat, alkohol, dan nikotin yang diterima ibu selama hamil.

Kehamilan dengan keadaan-keadaan di atas memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, dokter dan bidan harus diberitahukan jika ibu hamil mengalami kejadian di atas. Selain kondisi di atas, ada beberapa ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus karena hal-hal tertentu seperti berikut ini :
  • Ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Ibu hamil yang mengalami keguguran kandungan lebih dari satu kali.
  • Ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari 142 cm.
  • Ibu hamil dengan berat badan kurang dari 40 kg.
  • Ibu hamil yang sangat gemuk dan berasal dari keluarga penderita kencing manis.
  • Ibu hamil yang jarak kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya kurang dari 2 tahun.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan lebih dari 4 kali.
  • Ibu hamil yang pernah mengalami gangguan kehamilan baik pada kehamilan terdahulu maupun kehamilan sekarang.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan anak dengan berat badan rendah atau kurang dari 2.500 gram.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan bayinya dengan tindakan operasi atau bantuan alat atau tindakan khusus.
  • Ibu hamil yang melahirkan bayi mati.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan anak sungsang atau posisi kepala di atas.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan.
  • Ibu hamil yang pernah melahirkan anak kurang bulan (premature) atau terlalu lewat bulan.
  • Ibu hamil dengan penyakit menahun, seperti asma/TBC, jantung, kurang darah, kencing manis, tekanan darah tinggi, kurang darah, ginjal, hati, kelamin, dan gondok.

Quote Kekuatan Doa

 



Kita berdoa jika kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan rezeki melimpah. (Khalil Gibran) 

~**~ 
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul QadirJailani) 
~**~ 
Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus segera merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr) 
~**~ 
Orang yang ma’rifat kepada Allah, maka ia terikat dengan cintannya, hatinya bisa melihat dan amal ibadahnya selalu bertambah banyak kepada-Nya. (Dzinnun al-Mishry) 
~**~ 
“Ayahku pernah mengatakan bahwa apabial Ali bin al-Husain selesai berwudhu dan telah bersiap untuk shalat, tubuhnya akan gemetar dan menggigil. Pernah ada seorang lelaki yang bertanya kepadanya tentang hal itu, maka Ali bin al-Husain menjawab: “Celakalah Engkau! Tidakkah kau tahu, kepada siapa aku akan menghadap? Dan kepada siapa aku akan bermunajat?” (Al-Utaibi) 
~**~ 
“Aku suka mendoakan saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu per-satu dalam panjatan doaku itu.” (Abu Darba) 
~**~ 
“Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu. Dialah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu. Kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.” (Ibnu Atha-illah) 
~**~ 
“Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah ia takut selain kepada dosanya.” (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
~**~ 
“Ketahuilah, doa orangtua kepada anaknya adalah keselamatan; sedangkan kutukannya adalah kebinasaan.” (Hasan Al-Bashri) 
~**~ 
Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur. (Lukman Hakim) 
~**~ 
“Dunia ini ibarat bayangan: kejar dia dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya; balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu.” (Ibnu al-Qayyim) 
~**~ 
“Kehilangan waktu itu lebih sulit daripada kematian, karena kehilangan waktu membuatmu jauh dari Allah dan Hari Akhir, sementara kematian membuatmu jauh dari kehidupan dunia dan penghuninya saja.” (Ibnu al-Qayyim) 
~**~ 
Dunia ini hanya terdiri atas tiga hari: Kemarin, ia telah pergi bersama dengan semua yang menyertainya. Besok, engkau mungkin tak akan pernah menemuinya. Hari ini, itulah yang kau punya, jadi beramallah di sana.” (Hasan al Bashri) 
~**~ 
Dan demikianlah rahasia dunia ini. Jika engkau membuang cinta dunia dari hatimu, dunia akan tersedia untuk engkau ambil. Engkau bisa memiliki dunia karena ia berada di tanganmu dan bukan di dalam hatimu.” (Hamzah Yusuf) 
~**~ 
Setiap dan semua bagian dari dunia ini adalah perangkap bagi yang jahil dan perangkat kebahagiaan bagi yang bijak. (Rumi) 
~**~ 
Ketika cinta atas dunia memasuki hati, takut akan akhirat akan keluar darinya. Berhati-hatilah dengan godaan dunia, karena tidak seorang hamba pun yang membuka sebuah pintu dunia ini tanpa tertutupnya beberapa pintu akhirat baginya. (Hasan al Bashri) 
~**~ 
Kita membangun kehidupan dunia ini dengan merobek-robek agama kita. Pada akhirnya, baik agama maupun dunia yang kita bangun tak lagi bersisa.” (Ibrahim bin Adham) 
~**~ 
Jika saja dunia ini dijual di pasar, aku tak akan membelinya seharga sepotong roti karena semua permasalahan yang dimilikinya.” (Imam asy Syafi’i) 
~**~ 
Dunia ini hanyalah kehancuran; lebih hancur lagi hati yang bekerja untuknya. Akhirat itu tumbuh; lebih berkembang lagi hati yang bekerja untuknya.” (Anonim) 
~**~ 
Andaikata seseorang mau memikirkan kebesaran Allah, maka ia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa. (Bisyir) 
~**~ 
Dzikir seperti halnya jiwa dari semua amal, sedang keutamaan dan kelebihan dzikir tidak bisa dibatasi. (AL-Qusyairi) 
~**~ 
Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan matamu dengan sering menangis. (AbuSulaiman ad-Darani) 
~**~ 
Apabila kamu melihat seseorang sedang memanjatkan doá kepada Allah, tetapi disisi lain perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara’, maka jauhilah orang itu. (Abdul Qasim an-Nawwawi) 
~**~ 
Kuakui bahwa dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosaku. (Abu Nawas) 
~**~ 
Orang yang cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan dan bumi menjadi sempit baginya. Ya, dia mengenal Allah dengan penuh ma’rifat kepada-Nya, tenggelam di samudra rindu kepada-Nya dan merasa asyik bermunajat kepada-Nya. (Asy-Syubali) 
~**~ 
Aku suka mendoakan saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu persatu dalam panjatan doaku itu. (Abu Darba) 
~**~ 
Kita berdoa jika kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan rezeki melimpah. (Kahlil Gibran) 
~**~ 
Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku. (Hasan Al-Basri) 
~**~ 
“Tuhan menghadiahkan Anda 86.400 detik sehari. Apakah Anda sudah menggunakan 1 detik untuk berterima kasih kepada-Nya?” (William A.Ward) 
~**~ 
“Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.” (Khalifah Umar bin Khattab) 
~**~ 
“Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.” (Ibnu Mas’ud) 
~**~ 
“Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.” (Ibnu Mas’ud) 
~**~ 
Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh. (Imam Ja’far) 
~**~ 
Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya. (Imam Ja’far) 
~**~ 
Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”. (Imam Ja’far) 
~**~ 
“Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”. (Imam Ja’far) 
~**~ 
“Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”. (Imam Ja’far) 
~**~ 
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan.” (Imam Ja’far) 
~**~ 
“Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya.” (Imam Ja’far) 
~**~ 
“Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah.” (Imam Ja’far) 
~**~ 
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani) 
~**~ 
Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia. (Rasulullah SAW) 
~**~ 
Pangkal dai semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sualeman Addarani)