Selasa, 26 Juli 2022

Wanita - Kahlil Gibran


Wanita


Seorang wanita 

yang telah diberikan kecantikan roh dan tubuh 

oleh pemeliharaan adalah suatu kebenaran,

terbuka sekaligus rahasia, 

yang dapat kita pahami hanya dengan kasih, 

dan dapat kita sentuh hanya dengan kebajikan, 

dan ketika kita berupaya menggambarkan wanita seperti itu, 

ia menghilang seperti uap.


Wanita membuka jendela mataku 

dan pintu rohku.


Seandainya bukan berkat ibu, 

saudara perempuan, 

dan sahabat perempuan, 

aku tentu akan tidur di antara mereka-mereka 

yang mencari kedamaian dunia 

dengan dengkuran mereka.


Para penulis dan pujangga 

berusaha memahami kebenaran tentang wanita.


Tetapi hingga hari ini 

mereka belum memahami hatinya, 

sebab memandangnya lewat selubung hasrat.


Mereka hanya melihat bentuk tubuhnya saja,

atau mereka memandangnya lewat kaca pembesar 

itikad buruk dan tidak menemukan apa-apa dalam dirinya 

selain kelemahan dan kepasrahan.



Wanita Modern


Peradaban modern

telah menjadikan wanita sedikit lebih bijaksana, 

tetapi telah menambah penderitaannya 

akibat keinginan besar pria.


Wanita hari kemarin adalah isteri yang bahagia, 

tetapi wanita jaman sekarang 

adalah simpanan yang nelangsa.


Di masa silam ia berjalan buta di dalam terang, 

tetapi sekarang ia berjalan 

dengan mata terbuka di dalam gelap.


Dulunya ia cantik dalam ketidaktahuannya, 

penuh kebajikan dalam kesederhanaannya, 

dan kuat di dalam kelemahannya.


Sekarang ia menjadi buruk 

di dalam kejeniusannya,

dangkal dan tidak berperasaan 

di dalam pengetahuannya.

Akankah tiba harinya 

ketika kecantikan dan pengetahuan, 

kejeniusan dan kebajikan, 

dan kelemahan tubuh dengan kekuatan roh 

bersatu dalam diri seorang wanita?

Bertemu Almarhum Suami Saat Beribadah (Haji Dahlia - Cileduk)



Dengan mata berkaca-kaca, Bu Dahlia mengenang tentang pertemuan dirinya dengan sang suami yang telah meninggal 3 tahun yang lalu. Ibu Dahlia dan sang suami telah menabung selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan biaya agar bisa berangkat haji. Tapi menjelang tabungan haji mereka cukup untuk berangkat, sang suami lebih dahulu meninggal. Inilah yang membuat sedih Bu Dahlia, tapi kesedihan itu akhirnya terobati setelah tahu sang suami turut bersamanya saat menjalankan ibadah haji kemarin.

Pertemuan pertama adalah saat dia berzikir di sebuah masjid, dan pertemuan kedua saat dirinya menjalankan ritual lempar jumroh. Saat melihat suaminya, Bu Dahlia tidak kuasa menahan tangis. Dia hanya mampu tertegun dan menangis bahagia ketika suaminya berjalan di depannya saat di masjid, dan melihat suaminya berada persis di depannya saat melempar jumroh bersama ribuan jamaah lainnya. Saat itu untuk memanggil suaminya, Bu Dahlia merasa tak kuasa sampai sang suami hilang dari pandangan mata.

Ibu Dahlia melihat wujud suaminya dalam fisik yang nyata. Bukan halusinasi atau bayangan belaka. Dia sangat yakin 100% itulah suaminya. Inilah yang membuat Bu Dahlia sangat terharu, karena dia tahu suaminya turut hadir menemaninya saat menjalankan ibadah haji kemarin.

Saudaraku, dari kisah ini bisa kita tarik sebuah fakta, bahwa saat kita punya sebuah niat sebenarnya Allah sudah mencatatnya. Dan saat kita berhalangan menjalankan niat tersebut, Allah punya cara sendiri untuk mewujudkannya untuk kita.


Keripik Kulit Ikan Kakap

 



Bahan:

- 500 gram kulit ikan kakap/ikan lainnya.
- 2 sdm kapur sirih.
- 500 ml minyak goreng.
- Air secukupnya.

Bumbu Dihaluskan:

- 5 siung bawang putih.
- 3 sdm ketumbar.
- 1 sdm jintan.
- Garam secukupnya.

Cara Membuat:

- Cuci bersih kulit kakap, potong-potong sesuai selera.
- Larutkan kapur sirih dengan air lalu rendam kulit kakap sampai tertutup seluruh permukaannya.
- Rendam kulit kakap  ± 5 jam atau semalaman.
- Keluarkan kulit kakap dari air kapur, bilas dengan air mengalir hingga bersih.
- Rendam kembali kulit kakap dengan air bersih ± 15 menit lalu cuci kembali.
- Campur kulit kakap dengan bumbu halus, aduk rata.
- Diamkan ± 15 menit lalu jemur kulit kakap hingga kering.
- Setelah kering diamkan sampai dingin.
- Panaskan minyak, goreng kulit kakap hingga matang dan kering dengan api sedang.
- Tiriskan minyak dengan meletakkan kulit kakap yang sudah digoreng di atas kertas tisue.
- Setelah minyak habis dan kulit kakap dingin, masukkan ke stoples kedap udara.

Bahaya Rokok Untuk Ibu Hamil & Janin



Menjadi perokok aktif dan pasif untuk ibu hamil sangat dilarang untuk berbagai macam usia kehamilan. Zat nikotin yang terhisap secara langsung pada paru-paru akan menyebabkan janin mengalami gangguan. Zat asam yang terdapat pada nikotin akan menyebabkan masalah paru-paru dan gangguan berat tubuh pada janin. Biasanya janin yang dilahirkan dari ibu perokok pasif dan aktif memiliki berat badan yang rendah dan rentan terhadap penyakit.

Ibu perokok mengakibatkan bayi mendapat darah lewat plasenta lebih sedikit, sehingga zat asam dalam darahnya sedikit. Akibatnya berat badan bayi pun lebih rendah dibanding bayi dari ibu tidak merokok. 

Bahaya dari asap rokok bagi kehamilan di antaranya:

- Risiko kerusakan genetik

Menurut penelitian yang di lakukan oleh Association for Cancer Research, Washington DC mengemukakan bahwa ada peningkatan risiko kerusakan genetis bagi perokok pasif. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan keadaan bayi yang di kandungan ibu hamil. Kerusakan ini bisa mengacu pada mutasi sel kromosom atau DNA yang terjadi tidak normal. Kondisi ini mengganggu perkembangan janin saat dalam kandungan.

- Risiko penyakit kanker

Selain itu, bagi perokok pasif akan lebih rentan terkena leukemia atau penyakit kanker lain. Sebab asap rokok mengandung bahan bahan berbahaya seperti nikotin yang dibakar ketika masuk ke dalam tubuh akan mengaktifkan sel kanker yang ada di dalam tubuh. Untuk itulah bagi penderita kanker, harus sangat berhati-hati dengan asap rokok yang ada di lingkungannya. Dikhawatirkan mampu memperparah penyakit kankernya tadi.

- Memperparah kanker (bagi penderita kanker)

Menurut hasil yang sudah dilakukan oleh seorang peneliti dari University of Louisville adalah ada 3 senyawa yang bersifat sangat karsinogen dari tembakau yang masuk ke dalam tubuh. Senyawa tersebut adalah benzoapryne, 4 aminobiphenil, dan akrilonitril. Hal ini memperparah jika keadaan ibu tadi dalam posisi hamil. Disebutkan bahwa senyawa ini sangat karsinogen, dalam tanda kutip bahwa senyawa senyawa ini sangat memicu kanker.

- Risiko prematur death

Memang benar, sangat tinggi risikonya bagi wanita hamil jika terkena asap rokok. Keadaan prematur death atau dikenal dengan sebutan sebagai kematian dini pada bayi sangat rentan terhadap asap rokok. Wanita hamil yang kerap mendapat asupan asap rokok akan mempertinggi risiko kematian dini, ataupun jika anak tersebut lahir, risikonya kelahiran cacat.

- Risiko berat badan lahir rendah (BBLR)

Bayi yang lahir dengan kontaminasi asap rokok saat masa kehamilannya memiliki risiko bayi dengan berat badan rendah. Hal ini berkaitan dengan asap rokok yang masuk melalui ibu bisa menghambat oksigen di otak. Hambatan ini tentu saja mengganggu sirkulasi darah yang membawa nutrisi gizi ibu hamil untuk organ lain. Jika terhambat, maka nutrisi tidak bisa diedarkan atau stagnan di satu tempat saja.

- Risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

Selain itu bahaya asap rokok bagi ibu hamil ini memberikan risiko sangat tinggi mengenai SIDS atau kematian tiba-tiba. Banyak sekali bayi yang meninggal akibat kejadian ini. Sehingga sudah tidak diragukan lagi, jika asap rokok sangat mengganggu bayi di dalam kandungan.

- Risiko terkena penyakit pernapasan

Bayi yang ada di dalam kandungan juga bisa sangat rentan dengan penyakit penyakit pernapasan, jika terkena asap rokok. Hal ini berkaitan dengan penyakit yang diderita ibunya bisa menurun ke anak. Beberapa penyakit terkait tersebut antara lain seperti bronchitis, pneumonia, dan gangguan pertumbuhan paru-paru. Biasanya bayi yang sudah memiliki risiko penyakit pernapasan, risiko kematian juga sangat tinggi.

- Risiko terkena penyakit telinga

Bukan hanya terkena risiko penyakit pernapasan, risiko penyakit telinga juga besar. Hal ini berkaitan langsung dengan tidak lancarnya sirkulasi darah yang dari otak dan menuju ke otak karena mendapat hambatan-hambatan akibat adanya asap rokok. Pada bayi kondisi penyakit telinga juga bisa terjadi karena bahaya bayi tidak imunisasi dan kebiasaan menyusui sambil tiduran.

- Melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi

Dengan kontaminasi asap rokok dari lingkungan, tidak sengaja terhirup oleh ibu hamil bisa memperburuk sistem kekebalan tubuh bayi. Hal ini berkaitan langsung dengan mutasi DNA di dalam tubuh bayi. Perubahan ini mampu membuat struktur sel yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh atau imunnitas bayi.

- Risiko terkena cacat mental

Asap rokok sangat rentan dengan kandungan oksigen di dalam tubuh. Jika terhambat di otak, mampu mematikan beberapa sel syaraf. Hal ini membawa pengaruh butuk, termasuk mempertinggi risiko tidak berkembangnya sel otak bayi. Jika dibiarkan terus menerus, bisa berakibat pada gangguan atau cacat mental seperti terkena Down Syndrome, autism, dan memiliki IQ rendah (basil, imbisil dan idiot)

- Risiko perkembangan tubuh tidak sempurna

Bayi yang terkena asap rokok bisa menyebabkan bayi lahir belum saatnya. Mereka biasa disebut dengan kelahiran prematur. Biasanya lahir masih dalam usia kandungan 28 minggu (perkembangan janin 7 bulan). Bayi yang lahir lebih cepat atau prematur tadi biasanya beberapa organnya tidak bisa berkembang besar dan mencapai diferensiasi.

- Risiko penyakit asma

Gangguan pernapasan seperti asma akan sangat berisiko bagi bayi yang terkena asap rokok. Nikotin dan zat zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh ibu dibawa oleh darah yang harusnya mengandung oksigen. Tentu saja berdampak pada bayi di dalam perut ibunya.

- Risiko bayi lahir dengan bibir sumbing

Jika ayah dari bayi adalah seorang perokok yang sangat kecanduan, akan sangat berisiko bagi bayi. Sebab biasanya laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok akan ada kelainan pada spermanya. Dengan adanya gangguan sperma ini salah satunya bisa meningkatkan risiko bibir sumbing pada bayi. 

Senin, 25 Juli 2022

Menengok SDA dan SDM Indonesia



Indonesia sebagai satu negara dengan kekayaan alam melimpah seharusnya tak risau menghadapi persaingan di pasar bebas. Dengan aneka ragam kekayaan hayati dan sumber daya manusia yang melimpah, seharusnya Indonesia bisa menjadi salah satu negara kaya di dunia. Dengan pengelolaan yang baik dan sepenuh hati, kita pasti bisa memunculkan produk barang maupun jasa yang potensial menjadi daya tarik investor asing. Minimal pengelolaan dan pemanfaatan yang baik, dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam bisa membuat kita lebih mandiri dan makmur.

Berikut berbagai potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia di Indonesia:

  1. Gunung dan pegunungan yang elok, menyimpan kejernihan mata air, hutan heterogen, dan aneka satwa. Potensi alam ini bisa dikelola menjadi tempat wisata alam yang cantik dan menarik perhatian dunia.
  2. Pantai dan lautan yang luas membentang sepanjang Nusantara. Aneka ragam ikan dan hewan laut, bunga karang, pemandangan cantik, sampai hutan bakau di tepi pantai. Semuanya bisa dikelola sebagai tempat wisata menarik. Selain itu hasil laut bisa dijadikan sebagai produk makanan jadi seperti ikan dala saus tomat, ikan asap, dan aneka olahan ikan lain yang difroozen. Asalkan pengambilan ikan dilakukan dengan sopan, mempertimbangkan keseimbangan alam, dan tidak brutal maka kekayaan ini rasanya tak akan pernah menyusut sedikitpun.
  3. Hasil tambang yang banyak tersimpan di dalam bumi pertiwi Indonesia. Siapapun yang pernah membaca peta Indonesia dengan seksama akan menyaksikan betapa negara ini kaya akan berbagai hasil tambang. Mulai dari minyak bumi, batubara, nikel, emas, alumunium, timah, sampai dengan gas alam tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Apabila memang hasil tambang dikelola dengan baik oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, pastilah Indonesia akan menjadi salah satu negara yang penduduknya makmur di dunia.
  4. Kuliner yang beraneka ragam dari seluruh Nusantara. Berbagai jenis masakan, kue, dan minuman dari Sabang sampai Merauke menjadi satu potensi besar bagi penduduk Indonesia untuk mengahadapi MEA. Jika kita tengok satu saja dari kuliner Indonesia, “rendang” makanan terlezat di dunia. Sebenarnya kita bisa berkreasi untuk menjual produk rendang dalam bentuk makanan kaleng, froozen food, atau hanya bumbunya saja. Tinggal kreasi dan inovasi yang menarik, maka kuliner Indonesia bisa merambah dunia.
  5. Budaya Indonesia yang kaya, menjadi satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Tarian, pakaian, rumah adat, senjata tradisional, lagu, berbagai upacara adat, sampai kebiasaan di tiap daerah memiliki ciri khas yang sangat menarik. Selain itu produk kerajinan tangan, sebagai salah satu bagian dari budaya kita juga sangat diminati di mancanegara. Contohnya kain batik, songket, aneka aksesori bercorak tradisional, perhiasan dengan batu akik, sampai layang-layang sangat disukai masyarakat dunia.

  6. Indonesia, gudangnya orang pintar. Sumber Daya Manusia di Indonesia sebenarnya sangatlah besar dan potensial. Dengan pendidikan dan ketrampilan yang baik, maka sebagian besar masyarakat Indonesia layak untuk menduduki berbagai jenis pekerjaan. Coba kita tengok BJ Habibie dengan penemuan teknologinya, Anggun C Sasmi dengan suara merdunya, Eko Supriyanto dengan tariannya, Marsha Chikita Fawzi dan Aditya Prabaswara dengan ilustrasinya, dan masih banyak lagi lainnya. Mereka diterima dengan baik dan dihargai hasil karyanya oleh negara asing. Mereka menjadi SDM dari Indonesia yang tangguh meniti karier dengan talentanya. Bukan tak mungkin ada banyak warga Indonesia lain yang memiliki kemampuan dan ketrampilan setara dengan mereka. 


Tips Usaha Toko Online (Olshop)



Berbisnis dari rumah sudah menjadi kebutuhan pada masyarakat Indonesia, terutama yang hidup di kota besar dan berstatus menjadi seorang ibu. Bagaimana tidak? Bekerja di luar rumah tidak memungkinkan bagi seorang ibu untuk mengasuh sendiri anak-anak mereka. Waktu habis di jalan karena macet, belum lagi sesampai di rumah tubuh sudah tidak memungkinkan untuk bermain dengan anak-anak karena lelah. Hal inilah yang kemudian menginspirasi banyak ibu dan anggota keluarga lain untuk mencari kesibukan kerja dan tambahan penghasilan dari toko online. Toko online memiliki dua sisi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Penjual bisa menawarkan produk mereka secara online sehingga menghemat biaya untuk membuka toko secara konvensional. Sedangkan pembeli bisa membeli kebutuhan mereka tanpa keluar rumah, terhindar dari macet, dan kadangkala mendapatkan harga yang lebih baik daripada di toko konvensional. Berikut kita akan membahas tentang toko online yang berjualan busana serta aksesori.

Persiapan Bisnis Toko Online

  • Siapan PC atau notebook untuk mengawal bisnis toko online Anda.
  • Siapkan smartphone, karena toko online saat ini justru banyak berkembang di jejaring sosial seperti Blackberry Group, WA Group, Twitter, Facebook, Line, yang semuanya bisa diakses melalui smartphone.
  • Bekali diri dengan ketrampilan komputer untuk mengawal bisnis toko online yang dijalankan. 
  • Bekali pula diri dengan kemampuan administrasi toko, karena kita akan bertindak sebagai pemilik bisnis sekaligus penjaga toko dan pelayan. Apabila bisnis toko online semakin meningkat, barulah kita bisa berpikir untuk menggaji karyawan yang memanaje toko tersebut.
  • Siapkan produk yang akan dipasarkan. Produk bisa dibeli secara konvensional atau dibeli dari toko online lain yang menjual secara grosir. Toko online di Jakarta biasanya menjadi tujuan pembelian produk oleh toko online di daerah lain karena harganya yang murah dengan kualitas serta model terbaru.
  • Siapkan diri untuk melakukan dropshipping yaitu menjual barang ke konsumen tanpa menangani secara langsung. Kita menunjukkan gambar dan harga, konsumen setuju, lalu kita meminta agen untuk mengirimkan barang tersebut langsung ke konsumen yang bersangkutan.
  • Strategi Pemasaran
  • Kabari teman-teman dekat, saudara, tetangga, dan kerabat lainnya jika Anda membuka toko online. Koleksi barang bisa dilihat di toko online kita dengan alamat web atau blog tertentu.
  • Buat website, blog, dan halaman facebook yang memuat segala informasi mengenai toko online Anda. Misalnya tentang jenis dan foto barang, harga, dan tata cara pembayaran serta pengiriman.
  • Buat group di berbagai jejaring sosial, tawarkan teman dan kerabat Anda untuk bergabung di group. Jangan asal memasukkan seseorang ke group tanpa konfirmasi terlebih dahulu karena akan mengganggu mereka.
  • Berilah layanan yang ramah, sopan, baik, cepat, serta akurat antara produk yang ditunjukkan lewat foto dengan produk asli. 
  • Beri diskon bagi konsumen yang membayar secara cash atau menitipkan uang dulu kepada kita saat memesan barang.
Hambatan dan Antisipasi
  • Banyaknya toko online lain yang tersebar di dunia maya membuat kita harus kreatif serta inovatif memasarkan dagangan kita. Kita bisa mengikuti berbagai komunitas baik secara online maupun tidak, hal tersebut bertujuan menambah relasi sehingga bertambah pula yang bisa dijadikan sebagai calon konsumen.
  • Carilah produk yang benar-benar sesuai antara foto dengan aslinya sehingga konsumen tidak merasa kecewa dan kembali berbelanja di toko kita.
  • Pengiriman biasanya dibebankan kepada konsumen dan hal ini kadangkala membuat konsumen keberatan jika pembeliannya sedikit karena ongkir lebih besar dari harga produk. Oleh karenanya berikan ongkir (ongkos kirim) gratis bagi konsumen yang berbelanja dalam nominal tertentu.

Tips Praktis 

Aktiflah menyapa teman-teman di kontak Anda, jangan sering broadcast karena hal tersebut bisa mengganggu. Sapalah secara personal masing-masing teman saat senggang dan tawarkan untuk melihat koleksi toko online Anda. 



Hasil Bersih Per Bulan

≈ Pendapatan – modal belanja per bulan

≈ Rp 7.800.000,00 – Rp 6.650.000,00

≈ Rp 1.150.000,00

Break Event Point (Kembali Modal)

≈ Rp 3.500.000,00 : Rp1.150.000,00

≈ ± 3,5 bulan


Amelia Mary Earhart [Pelopor Penerbangan dan Penulis]



 

“Hal yang paling sulit 

adalah keputusan untuk bertindak. 

Sisanya hanyalah kegigihan.” 

–Amelia Earhart


Amelia Mary Earhart adalah seorang pelopor penerbangan Amerika Serikat dan penulis. Ia merupakan anak perempuan dari Samuel “Edwin” Stanton Earhart dan Amelia Otis Earhart. Ia dilahirkan di rumah kakek-neneknya di Atchison, Kansas pada tanggal 24 Juli 1897. Kakek Amelia adalah Alfred Otis, seorang mantan hakim federal, presiden Bank Tabungan Atchison dan warga kota terkemuka di Atchison.

Pada tahun 1904, dengan bantuan pamannya, ia membuat semacam kereta luncur setelah ia melihat jet koster dalam kunjungan ke St. Louis dan meletakkan benda tersebut ke atap gudang peralatan keluarga. Penerbangan pertama Amelia berakhir dengan dramatik. Ia muncul dari kotak kayu yang rusak yang ia jalankan sebagai kereta luncur dengan baju robek dan sensasi kegembiraan. Ia berkata kepada adiknya, “Oh, Pidge, rasanya seperti terbang!” 

Amelia berumur 10 tahun ketika ayahnya, Edwin, yang saat itu seorang eksekutif perusahaan kereta api, dipromosikan dan dikirim ke Des Moines, Iowa. Pada usia 11 tahun, di Des Moines, Amelia melihat sebuah pesawat terbang di pasar amal negara bagian Iowa. Ayahnya mencoba untuk menarik ketertarikannya dan adiknya dalam melakukan penerbangan. Belakangan ia menggambarkannya sebagai “...sesuatu yang penuh dengan kawat karatan, dan kayu dan sama sekali tidak menarik” dan meminta agar mereka dapat kembali naik komidi putar. 

Amelia lulus dari Hyde Park High School tahun 1916. Ia memiliki cita-cita untuk mempunyai karier pada masa depan. Ia menyimpan sebuah buku tempel dari kliping koran tentang wanita yang sukses dalam bidang yang didominasi oleh pria, termasuk produksi dan direksi film, hukum, periklanan, manajemen dan teknik mekanik. Ia memulai kuliah awal di Ogontz di Rydal, Pennsylvania, tetapi tidak menyelesaikan programnya. 

Selama liburan Natal tahun 1917, ia mengunjungi saudara kandungnya di Toronto, Ontario. Perang Dunia I telah terjadi dan Amelia melihat tentara yang terluka dan kembali pulang. Pada waktu itu, ia mengunjungi pameran yang dilaksanakan di Toronto dengan teman wanita yang lebih muda. Salah satu acara penting yang dilaksanakan adalah pameran penerbangan pesawat yang dilakukan oleh “ahli” Perang Dunia I. Seorang pilot yang mengendarai pesawat mendekati Earhart dan temannya, dan sesuatu dalam diri Earhart berkata, “Aku tidak mengerti pada saat itu, tetapi aku percaya bahwa pesawat merah kecil itu mengatakan sesuatu padaku ketika mendesis.”

Suatu ketika di Long Beach, Amelia dan ayahnya pergi ke sebuah lapangan udara. Di lapangan udara tersebut, Frank Hawks (yang nantinya terkenal sebagai pembalap udara) memberinya tumpangan yang selamanya mengubah kehidupan Earhart. “Pada saat aku mencapai dua atau tiga ratus kaki di atas permukaan, aku tahu aku harus terbang.” Setelah ia terbang selama sepuluh menit, ia pun segera memutuskan untuk belajar terbang.

Amelia kemudian bekerja sebagai fotografer, pengemudi truk, dan bekerja di perusahaan telepon lokal untuk mengumpulkan uang $1000 yang akan dipakai untuk pelajaran terbangnya. Earhart telah melakukan pelajaran penerbangan pertamanya yang dimulai pada tanggal 3 Januari 1921 di lapangan udara Kinner di dekat Long Beach. Tetapi untuk mencapai lapangan udara, Amelia harus naik bus sampai di garis akhir, lalu harus berjalan sejauh 4 mil. Gurunya adalah Anita Snook, seorang perintis perempuan penerbang yang menggunakan Curtiss JN-4 “Canuck” untuk pelatihan. Amelia didampingi ayahnya tiba dengan sebuah permintaan, “Aku ingin terbang. Maukah kamu mengajariku?”

Enam bulan kemudian Earhart membeli sebuah pesawat bersayap ganda kuning Kinner Airster yang dinamainya “Canary.” Pada 22 Oktober 1922, ia menerbangkannya pada ketinggian 14.000 kaki, dan menciptakan rekor dunia perempuan. Pada 15 Mei 1923 Earhart menjadi perempuan ke-16 yang memperoleh izin pilot (nomor 6017) oleh Fédération Aéronautique Internationale (FAI). 

George P. Putnam, seorang penerbit buku yang dikenalnya, berusaha mempromosikan Amelia dalam kampanye pemasaran, termasuk menerbitkan buku yang dikarang Amelia dan menggunakan gambarnya untuk pemasaran produk, termasuk koper, rokok “Lucky Strike” (hal ini menyebabkan permasalahan citra untuknya, dengan majalah McCall mencabut sebuah tawaran), dan pakaian wanita serta pakaian olahraga. Uang yang ia dapat dengan “Lucky Strike” disumbangkan sebesar $1.500 untuk ekspedisi Kutub Selatan Richard Byrd. Amelia dengan aktif ikut serta dalam promosi, terutama dalam mode wanita. Untuk beberapa tahun ia menjahit bajunya sendiri, tetapi seri pakaian bertema “hidup aktif” yang dijual di 50 toko seperti Macy di daerah metropolitan, merupakan ekspresi dari citra Earhart yang baru. Koper yang ia promosikan dipasarkan sebagai Koper Modernaire Earhart. Ia yakin bahwa koper merupakan kebutuhan perjalanan udara dan sampai sekarang masih diproduksi. Kampanye oleh Putnam sukses dalam menanamkan citra selebriti Earhart kepada publik. 

Citra selebritinya membantu Amelia mendanai penerbangannya. Ia menerima posisi sebagai editor majalah Cosmopolitan dan ia menggunakan forum ini sebagai kesempatan untuk berkampanye agar penerbangan lebih diterima oleh publik, terutama fokus kepada peran wanita dalam penerbangan. Pada tahun 1929, Earhart adalah salah satu penerbang pertama yang mempromosikan penerbangan udara komersial melalui pembangunan sebuah layanan penerbangan jasa udara. 

Ia bersama-sama dengan Charles Lindbergh mewakili Transcontinental Air Transport (Transportasi Udara Antarbenua), dan menginvestasikan waktu dan uang dalam mendirikan layanan daerah antara New York dan Washington DC (TAT nantinya menjadi TWA). Ia adalah wakil pemimpin National Airways, yang mengoperasikan penerbangan Boston-Maine dan beberapa layanan udara lainnya di timur laut. Pada tahun 1940, namanya menjadi Northeast Airlines.

Walaupun ia terkenal untuk penerbangan transatlantik, Earhart berusaha keras untuk membuat sebuah rekor “tak bernoda” untuk dirinya. Segera setelah ia kembali setelah mengemudikan Avian 7083, ia akan melakukan penerbangan panjang sendirian. Pada bulan Agustus tahun 1928, Earhart menjadi wanita pertama yang terbang sendiri menyeberangi Amerika Utara dan kembali. 

Kemudian, pada tahun 1929, ia melakukan usaha pertamanya dengan berpartisipasi dalam Balapan Udara Wanita Santa Monica ke Cleveland (nantinya Will Rogers mengubah nama balapan ini menjadi “Powder Puff Derby”), dan akhirnya mendapat posisi ketiga. Pada tahun 1930, Earhart menjadi anggota Asosiasi Aeronatik Nasional dan ia dengan aktif mempromosikan didirikannya rekor wanita yang terpisah dan berperan agar Fédération Aéronautique Internationale (FAI) menerima standar internasional yang serupa. 

Pada tahun 1931, dengan menerbangkan Pitcairn PCA-2 otogiro, ia membuat rekor dunia dengan ketinggian 18.415 kaki (5613 m). Walaupun dari sudut pandang masa kini sepertinya Earhart sering melakukan stunt (kegiatan ekstrim yang aneh atau sulit untuk dilakukan), pada masanya hal ini dilakukan untuk membuat pikiran masyarakat Amerika Serikat lebih mengarah kepada udara dan meyakinkan mereka bahwa “penerbangan tidak lagi terbatas pada para pemberani dan manusia super.” 

Selama periode ini, Earhart ikut serta dalam Ninety-Nines, organisasi pilot wanita yang menyediakan dukungan moral dan memajukan wanita dalam penerbangan. Ia melakukan pertemuan pilot wanita tahun 1929 setelah Balapan Udara Wanita. Ia mengusulkan nama berdasarkan jumlah anggota piagam. Ia nantinya menjadi pemimpin pertama dari organisasi ini pada tahun 1930. 

Amelia adalah pejuang untuk hak-hak pilot wanita, dan ketika pada tahun 1934 balapan Trofi Bendix melarang wanita, ia dengan terbuka menolak untuk menerbangkan artis Mary Pickford ke Cleveland untuk membuka balapan. 

Pada usia 34 tahun, pada pagi hari tanggal 20 Mei 1932, Earhart berangkat dari Pelabuhan Grace, Newfoundland. Ia mencoba untuk terbang ke Paris dengan mengemudikan Lockheed Vega, mengikuti penerbangan solo Charles Lindbergh. Setelah terbang dalam waktu 14 jam, 56 menit dengan angin utara yang kuat, kondisi yang dingin dan tidak ramah dan masalah mekanis, Earhart mendarat di padang rumput di Culmore, utara dari Derry, Irlandia Utara. Ketika seorang petani bertanya, “Apakah kamu sudah terbang jauh?” Amelia menjawab, “Dari Amerika.” Tempat ia mendarat kini adalah Pusat Amelia Earhart. 

Pada tanggal 11 Januari 1935, Earhart menjadi orang pertama yang terbang sendiri dari Honolulu, Hawaii ke Oakland, California. Penerbangan melalui samudera ini telah diusahakan oleh orang lain, termasuk partisipan Balapan Udara Dole tahun 1927 yang tadinya merencanakan rute ini namun akhirnya mereka mengubah rutenya. Penerbangan Amelia dilaksanakan tanpa ada kerusakan mekanik. Pada jam-jam terakhir penerbangannya, ia bahkan santai dan mendengarkan siaran radio opera metropolitan dari New York.

Pada tahun 1935, ia terbang dengan pesawat Vega miliknya yang ia sebut “Bessie tua, kuda api”, Earhart terbang dari Los Angeles ke Kota Meksiko pada tanggal 19 April 1935. Penerbangannya selesai pada tanggal 8 Mei 1935. Pada penerbangannya tidak terdapat banyak peristiwa walaupun banyak kerumunan orang yang menemuinya di Newark, New Jersey. Saat itu ia harus berhati-hati tidak untuk berjalan keluar dari landasan pesawat ke kerumunan orang.

Earhart berpartisipasi dalam balapan udara jarak jauh dan ia mendapat peringkat ke-5 pada acara balapan trofi Bendix tahun 1935, hasil terbaik yang dapat ia lakukan adalah ia menyadari pesawatnya mencapai kecepatan di luar 195 meter per jam. Balapan ini sulit karena salah satu kompetitor yang bernama Cecil Allen meninggal dalam kecelakaan keberangkatan yang berapi-api dan Jacqueline Cochran terpaksa berhenti karena permasalahan mekanis, kabut dan badai petir yang mengganggu balapan.

Di antara tahun 1930–1935, Amelia telah membuat 7 rekor jarak dan kecepatan wanita dalam berbagai pesawat termasuk pesawat jenis Kinner Airster, Lockheed Vega dan Pitcairn Autogiro. Pada tahun 1935, sadar akan keterbatasan pesawat Vega dalam penerbangan trans samudera yang panjang, Amelia merenungkan dalam kata-katanya sendiri: “Hadiah... satu penerbangan yang aku ingin lakukan adalah penerbangan mengelilingi dunia.” Untuk aksi berbahaya baru, ia membutuhkan pesawat terbang baru.

Earhart bergabung dengan fakultas Universitas Purdue tahun 1935 sebagai anggota fakultas yang berkunjung untuk menganjurkan wanita dalam karier dan sebagai penasihat teknik Departemen Aeronautik. Pada bulan Juli tahun 1936, ia mengambil kiriman pesawat Lockheed 10E Electra yang dibiayai oleh Purdue dan mulai merencanakan penerbangan keliling dunia. 

Penerbangan ini akan dilakukan sejauh 29.000 mil (47.000 kilometer), mengikuti jalur khatulistiwa yang sangat meletihkan. Walaupun Electra dipublikasi sebagai “laboratorium terbang”, pengetahuan yang sedikit berguna direncanakan dan penerbangan telah disusun oleh keinginan Earhart untuk mengelilingi dunia dengan pengumpulan bahan dan perhatian publik untuk buku berikutnya. Pilihan pertama ahli navigasinya adalah Kapten Harry Manning, yang menjadi kapten kapal Presiden Roosevelt yang membawa Amelia kembali dari Eropa tahun 1928.

Melalui kontak di komunitas penerbangan Los Angeles, Fred Noonan dipilih sebagai ahli navigasi kedua. Ia memiliki pengalaman luas, baik dalam navigasi laut (ia adalah kapten kapal) dan navigasi udara. Terdapat faktor tambahan penting yang perlu diambil ketika menggunakan navigasi penerbangan untuk pesawat terbang. Rencana awal untuk Noonan adalah untuk menavigasi dari Hawaii ke pulau Howland, yang merupakan bagian yang sulit pada penerbangan.

Pada hari St. Patrick, 17 Maret 1937, mereka terbang dari Oakland, California ke Honolulu, Hawaii. Harry Manning dan pilot akrobatik Hollywood, Paul Mantz (yang menjadi penasihat teknik Earhart) ikut dengan Earhart dan Noonan dalam penerbangan itu. Masalah dengan baling-baling menyebabkan pesawat ini harus direparasi di Hawaii. Electra akhirnya berakhir di lapangan udara Luke Field di Pulau Ford, Pearl Harbor. 

Penerbangan dilanjutkan tiga hari dengan Earhart, Noonan dan Manning yang menaiki pesawat tersebut dan selama pesawat bergerak untuk lepas landas, Earhart mengalami ground loop (rotasi cepat sebuah pesawat terbang sayap-tetap pada posisi horisontal sementara berada di darat). Keadaan sekitar ground loop tetap kontroversial. Beberapa saksi di lapangan udara Luke menyatakan mereka melihat ban pesawat meledak. Earhart mengetahui ban kanan Electra meledak dan/atau roda gigi pendaratan telah mengalami keruntuhan. Beberapa sumber, termasuk Mantz, menyatakan hal ini adalah kesalahan pilot. 

Pesawat tersebut rusak dan penerbangan dibatalkan. Pesawat tersebut dikirim ke fasilitasi Lockheed di Burbank, California dengan kapal untuk perbaikan.

Sementara Electra diperbaiki, Earhart dan Putnam menyimpan dana dan bersiap untuk usaha kedua. Usaha kali ini dilakukan dengan rute penerbangan dari barat ke timur. Usaha kedua dimulai dengan penerbangan yang tidak dipublikasi dari Oakland ke Miami, Florida, dan setelah tiba di sana, Earhart mengumumkan rencananya untuk mengelilingi dunia kepada publik. Arah penerbangan yang berbeda dilakukan kaerna perubahan angin global dan cuaca. 

Fred Noonan adalah satu-satunya kru Earhart untuk penerbangan kedua. Mereka berangkat dari Miami pada tanggal 1 Juni dan setelah berhenti beberapa kali di Amerika Selatan, Afrika, India, dan Asia Tenggara, ia tiba di Lae, Papua Nugini pada tanggal 29 Juni 1937. Pada saat ia tiba di Lae, ia telah menempuh perjalanan sepanjang 22.000 mil (35.000 km). Sisa rute sepanjang 7.000 mil (11.000 km) semuanya akan dilewati di samudera Pasifik.

Pada tanggal 2 Juli 1937 (tengah malam dalam waktu Greenwich Mean Time), Earhart dan Noonan lepas landas dari Lae. Mereka akan terbang menuju Pulau Howland, pulau yang terletak di Samudera Pasifik. Posisi terakhir mereka yang diketahui berada di dekat kepulauan Nukumanu. Kapal Itasca berpatroli di Howland untuk berkomunikasi dengan pesawat Lockheed Electra 10E yang dikemudikan Earhart dan memandu mereka ke pulau Howland.

Melalui berbagai kesalahpahaman (detail dari kejadian ini masih kontroversial), kemunculan terakhir saat menuju pulau Howland menggunakan navigasi radio tidak berhasil. Fred Noonan awalnya telah menulis tentang masalah yang mempengaruhi keakuratan radio dalam navigasi. Beberapa sumber mencatat kekurangan pengertian Earhart atas antena pencari arah Bendix yang merupakan teknologi baru pada saat itu. Ada juga yang menyatakan hal ini merupakan akibat dari kekacauan yang mungkin terjadi antara Itasca dengan Earhart yang merencanakan jadwal komunikasi menggunakan sistem waktu setengah jam perpisahan (dengan Earhart menggunakan Greenwich Civil Time (GCT) dan Itasca dibawah zona waktu angkatan laut). 

Fakta-fakta gambar bergerak dari Lae memberi kesan bahwa antena radio yang dipasang di bawah badan pesawat terbang mungkin putus dari Electra selama lepas landas atau mendarat di landasan kapal terbang yang berumput di Lae, namun tidak ada antena yang ditemukan di Lae. Don Dwiggins, dalam biografinya tentang Paul Mantz, mencatat bahwa penerbang telah memotong antena karena mengganggu dan mereka harus mengengkolnya kembali ke pesawat setiap pemakaian.

Selama kemunculan Earhart dan Noonan saat menuju pulau Howland, Itasca menerima transmisi suara yang kuat dan jelas dari Earhart tetapi ia tidak dapat mendengar transmisi suara dari Itasca. Pada pukul 7:42 pagi, Earhart mengirim pesan, “Kami seharusnya tepat di atas Anda, tetapi kami tidak dapat melihat Anda, dan bahan bakar hampir habis. Berulang-kali gagal menghubungi Anda melalui radio. Kami terbang di ketinggian 1.000 kaki.”

Transmisinya pada pukul 7:58 pagi berkata bahwa ia tidak dapat mendengar Itasca dan meminta mereka mengirim sinyal suara sehingga Earhart dapat mencoba menggunakan radio sebagai alat pembantu dengan maksud untuk mencapai ke tempat tujuan (transmisi ini dilaporkan oleh Itasca yang merupakan sinyal terbesar yang terdengar, menunjukkan Earhart dan Noonan berada di daerah yang dekat). Mereka tidak dapat mengirim suara pada frekuensi yang ia minta, sehingga sinyal kode Morse digunakan. Earhart mengkonfirmasikan menerima kode tersebut tetapi ia tidak dapat menentukan arah penerbangannya. 

Pada transmisi terakhirnya yang diketahui pada pukul 8:43 pagi, Earhart mengirim pesan, “Kami berada pada garis 157-337. Kami akan mengulangi pesan ini. Kami akan mengulangi pesan ini pada 6210 kilohertz. Tunggu.” Namun, beberapa waktu kemudian ia kembali dengan frekuensi yang sama (3105 KHz) dengan transmisi yang dicatat sebagai “dipertanyakan.” “Kami menjalankan pada garis utara dan selatan.”

Transmisi Earhart mungkin untuk menunjukan bahwa ia dan Noonan percaya mereka telah mencapai posisi Howland, dan tidak benar oleh sekitar beberapa 5 mil laut (10 kilometer). Itasca menggunakan ketel uap mereka yang berbahan bakar minyak untuk membuat sinyal asap sekian waktu, namun mereka tidak melihatnya. Banyaknya awan yang menyebar di daerah sekitar Pulau Howland juga telah dicatat sebagai masalah: bayangan gelap awan tersebut pada permukaan samudera mungkin tak dapat dibedakan dari pulau yang sangat rata. 

Pertanyaan apakah sinyal radio setelah hilang diterima dari Earhart dan Noonan, tetap kontroversial. Jika transmisi diterima dari Electra, maka transmisi itu mungkin lemah dan merusak isi keterangan. Transmisi suara Earhart sebesar 3105 KHz, frekuensi yang dibatasi untuk penggunaan penerbangan di Amerika Serikat oleh FCC. Frekuensi ini tidak dianggap cocok untuk siaran radio melewati jarak yang jauh. Ketika Earhart berada pada ketinggian pelayaran dan berada di pertengahan jalur dari Lae ke Howland (berjarak sekitar 1.000 mil atau 1.600 kilometer satu sama lain), tidak ada stasiun mendengar transmisi penjadwalannya pada pukul 08:15 GCT. Pemancar 50-watt transmitter yang digunakan oleh Earhart dipasang pada antena kurang-dari-jarak-terbaik tipe-V. 

Transmisi suara terakhir yang diterima di Pulau Howland dari Earhart menandakan bahwa dia dan Noonan sedang terbang melalui garis posisi (diambil dari posisi “garis matahari” yang bersudut 157-337 derajat) yang seharusnya dihitung oleh Noonan menggunakan grafik untuk melewati Pulau Howland. Setelah semua kontak hilang di Pulau Howland, usaha dilakukan untuk mencapai penerbang baik dengan transmisi suara dan kode Morse. Operator di Samudera Pasifik dan Amerika Serikat mungkin mendengar sinyal dari Electra yang jatuh, tetapi transmisinya tidak dapat dipahami atau lemah. 

Terdapat beberapa transmisi yang merupakan palsu, tetapi yang lainnya dipertimbangkan asli. Sinyal yang ditangkap oleh stasiun Pan American Airways memberi kesan sinyal berasal dari beberapa lokasi, termasuk pulau Gardner. Pada waktu itu, jika sinyal tersebut berasal dari Earhart dan Noonan, mereka pasti berada di darat dengan pesawat terbang dan air akan memendekkan sistem listrik Elektra. Sinyal jarang-jarang dilaporkan untuk 4 sampai 5 hari setelah hilangnya Earhart tetapi tidak ada hasil informasi yang dapat dimengerti. Kapten kapal USS Colorado nantinya berkata, “Tidak ada kesangsian banyak stasiun memanggil pesawat Earhart dalam frekuensi pesawat, beberapa dengan suara dan lainnya dengan sinyal. Semuanya menambah kebingungan dari kebenaran laporan tersebut.”

Amelia Earhart diketahui sebagai selebritis selama kehidupannya. Ratusan artikel dan beberapa buku ditulis tentang kehidupannya. Earhart umumnya dianggap sebagai wajah pejuang hak-hak wanita. Amelia Earhart juga seorang penulis yang banyak dipromosikan dalam hidupnya dan sempat bekerja sebagai editor penerbangan majalah Cosmopolitan dari tahun 1928 sampai 1930. Ia menulis beberapa artikel majalah, kolom koran, esai dan dua buku yang diterbitkan berdasarkan pengalamannya sebagai penerbang semasa hidupnya.

Mengobati Panu Secara Traditional

 

Sumber Gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com


Panu (Pitriyasis Versikolor) ditunjukkan dengan berwarna pada kulit. Warnanya bervariasi dari putih hingga coklat kehitaman dengan batas yang sangat tegas dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Bila kulit yang terkena panu tersebut dikerok maka akan keluar serpihan-serpihan keputihan. Panu seringkali muncul di punggung atau leher belakang.

Penyebab dari penyakit kulit ini adalah keringat yang dibiarkan menempel pada kulit dalam waktu yang lama. Kotoran tersebut lama-kelamaan menjadi jamur yang menyebabkan panu muncul.

Adanya penyakit panu ini ditandai dengan gejala-gejala munculnya bercak berwarna pada kulit dengan batas sangat tegas dibanding warna kulit di sekitarnya. Serta diikuti rasa gatal-gatal pada kulit yang terdapat panu tersebut.

Panu umumnya diobati dengan antijamur topikal. Pengobatan ini membasmi panu secara temporer. Untuk itu perlu diulangi secara rutin dan teratur untuk mencegah panu kambuh lagi. Selain itu, panu juga dapat diatasi dengan menggunakan terapi daun sukun. Berdasarkan riset diketahui bahwa daun sukun mampu menghambat pertumbuhan candida albicans dan microsporum gypseum penyebab penyakit kulit.

Kebanyakan penduduk di Kepulauan Pasifik menggunakan daun sukun untuk mengatasi panu yang diakibatkan oleh adanya cendawan  jenis pytirosporum orbiculare. Untuk membuat ramuan herbal daun sukun sebagai obat panu, caranya sebagai berikut.

Bahan :

  • Daun sukun yang sudah tua

Cara membuat :

  • Cuci bersih daun sukun yang sudah tua
  • Remas-remas daun sukun tersebut
  • Gosokkan remasan daun sukun tersebut berulang-ulang pada bagian tubuh yang terdapat panu
  • Lakukan terapi ini sehari 2 – 3 kali
  • Dalam 1 minggu pengobatan, panu akan segera lenyap.

Makkah pada akhir zaman



Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Pada suatu hari nanti ada seseorang yang berlindung di baitul haram, kemudian ia diserbu oleh pasukan yang sangat banyak, ketika mereka berada di tengah padang pasir, tiba-tiba Allah menenggelamkan mereka semua.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain yang dikatakan Hafshah, beliau bersabda, “Akan ada sebuah kaum yang tidak memiliki senjata, tidak berjumlah banyak, dan tidak punya persiapan perang. Mereka berlindung di dalam al-bait (ka’bah). Kemudian dikirimlah pasukan dalam jumlah besar ke bait tadi (untuk menghabisi mereka), ketika pasukan itu sampai di padang pasir, tiba-tiba mereka semua tenggelam ke dalam perut bumi.” (HR. Muslim)

Ummu Salamah berkata dalam riwayat lain bahwa Rasulullah mengatakan, “Akan ada perselisihan saat salah seorang khalifah meninggal dunia. Kemudian keluarlah seorang khalifah dari Bani Hasyim, dia datang ke Makkah dan orang-orang menyuruhnya keluar dari rumahnya, lalu ia pergi ke Ka’bah diantara rukun (hajar aswad) dan maqam Ibrahim. Maka dikirimlah beberapa pasukan dari negeri Syam (untuk membunuhnya…)” (HR. Ath-Thabrani)

Dalam riwayat lain, “Maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah, ia melarikan diri ke Makkah. Lalu ia didatangi beberapa orang Makkah. Mereka mengeluarkan lelaki itu dari kediamannya dan membai’atnya di antara hajar aswad dan Maqam, padahal ia tidak ingin dibai’at…” (HR. Abu Dawud, ini adalah hadits hasan).

Sungguh, Allah benar-benar menjaga kota Makkah dari segala niat buruk dan kejahatan. Renungkanlah hadits-hadits diatas, Allah telah menenggelamkan semua pasukan yang menuju Makkah dengan niat buruk. Allah senantisa menjaga dan melindunginya, bahkan menjaganya dari Dajjal yang buta sebelah, sehingga tidak bisa masuk ke kota Makkah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sebuah kota pun di bumi ini kecuali Dajjal akan memasukinya, selain Makkah dan Madinah. Tidak ada jalan setapak pun padanya, kecuali disitu ada malaikat yang berkumpul menjaganya. Lalu Dajjal itu mendatangi Sabkhah (sebuah dataran penuh dengan pasir). Disana ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka keluarlah dari kota Madinah seluruh orang kafir dan munafiq yang ada.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sedangkan dalam hadits Abu Umamah, dari Rasulullah bersabda, “Ketahuilah! Tidak ada sejengkal tanah pun di muka bumi ini kecuali akan dilewati Dajjal. Yang tidak dimasukinya hanyalah Makkah dan Madinah. Ketika dajjal mendatangi keduanya, tidak ada suatu jalan pun disana yang hendak dimasukinya, kecuali ia berhadapan dengan malaikat yang membawa pedang terhunus. Sehingga ia (putus asa dan) mendatangi dataran merah pada penghujung Sabkhah dekat kota Madinah. Lalu ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka tidak terdapat seorang munafiq atau munafiqah di kota Madinah itu kecuali mereka keluar menghampiri Dajjal tersebut. Sungguh! Kota Madinah telah membersihkan keburukan dajjal, seperti alat peniup api yang membersihkan buruknya besi. Hari itu dinamakan dengan yaumul khalaash, yaitu hari bersihnya kota Madinah dari orang-orang munafiq. Kemudian Rasulullah ditanya: kemanakah orang Arab di hari itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka di hari itu sangat sedikit jumlahnya.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah, ini adalah hadits shahih).

Sedangkan hadits yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Mereka pasti akan mengerjakan ibadah haji dan umrah di baitul haram ini setelah keluarnya ya’juj dan ma’juj” (HR. Al-Bukhari)

Dan Rasulullah telah menjelaskan bahwa Al-Masih Isa as akan mengerjakan ibadah haji setelah beliau berhasil membunuh Dajjal. Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Isa putera Maryam pasti akan melewati jalan ar-rauha’ ini saat memulai ibadah haji atau umrah, atau saat mengerjakan keduanya secara bersamaan.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa di antara tanda datangnya hari qiyamat, adalah dihancurkannya Ka’bah. Dalam sebuah hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, dia menegaskan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ka’bah ini akan dihancurkan oleh seseorang dari Habasyah (Ethiopia) yang kecil kedua betisnya. Ia merampas semua perhiasan Ka’bah dan mengambil kiswah (pakaian)nya. Sungguh! Saya seperti melihatnya disini (sekarang) sedang menghancurkan ka’bah dengan menggunakan palu besar dan alat pengukurnya. Ia adalah orang yang ushaila’ (tidak punya rambut kepala) dan ufaida’ (yang bengkok tulang pergelangan kakinya).” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma Nabi SAW bersabda, “Saat ini saya seperti melihatnya sedang menghancurkan Ka’bah sedikit demi sedikit, satu persatu batu ia hancurkan, ia adalah seorang hitam yang salah satu matanya tidak normal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah SAW bersabda, “Yang menghancurkan Ka’bah ini adalah orang Habasyah yang dijuluki dzus suwaiqotain.” (HR. Muslim) Orang itu dinamakan dengan dzus suwaiqotain karena kedua betisnya sangat kecil, lain dengan manusia pada umumnya.

Allah berfirman tentang tanda datangnya hari qiyamat, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (Qs. An-Naml ayat 82)

Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang Ad-Dabbah ini, yaitu hadits dari Abu Umamah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Akan keluar seekor binatang di akhir zaman yang meracuni banyak manusia, sehingga hidung mereka menjadi hitam. Kemudian orang-orang berhidung hitam itu menetap bersama manusia lainnya dan berjual beli dengan mereka. Sampai ada seseorang yang membeli unta dan ditanya: kamu membeli unta ini dari mana? Ia menjawab: saya membelinya dari salah satu orang yang berhidung hitam.” (Hadits shahih riwayat Ahmad)

Saudaraku! Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa binatang ini akan keluar dari Gunung Ajyad di Kota Makkah.

Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa Islam adalah agama yang asing di kalangan manusia, dan kembalinya hanya ke kota Makkah dan Madinah. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya Islam diawali dengan keasingan, dan akan kembali asing seperti pemulaannya. Ia (Islam) akan kembali di antara dua masjid (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), seperti kembalinya seekor ular ke dalam lobangnya.” (HR. Muslim)Makkah pada akhir zaman

Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Pada suatu hari nanti ada seseorang yang berlindung di baitul haram, kemudian ia diserbu oleh pasukan yang sangat banyak, ketika mereka berada di tengah padang pasir, tiba-tiba Allah menenggelamkan mereka semua.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain yang dikatakan Hafshah, beliau bersabda, “Akan ada sebuah kaum yang tidak memiliki senjata, tidak berjumlah banyak, dan tidak punya persiapan perang. Mereka berlindung di dalam al-bait (ka’bah). Kemudian dikirimlah pasukan dalam jumlah besar ke bait tadi (untuk menghabisi mereka), ketika pasukan itu sampai di padang pasir, tiba-tiba mereka semua tenggelam ke dalam perut bumi.” (HR. Muslim)

Ummu Salamah berkata dalam riwayat lain bahwa Rasulullah mengatakan, “Akan ada perselisihan saat salah seorang khalifah meninggal dunia. Kemudian keluarlah seorang khalifah dari Bani Hasyim, dia datang ke Makkah dan orang-orang menyuruhnya keluar dari rumahnya, lalu ia pergi ke Ka’bah diantara rukun (hajar aswad) dan maqam Ibrahim. Maka dikirimlah beberapa pasukan dari negeri Syam (untuk membunuhnya…)” (HR. Ath-Thabrani)

Dalam riwayat lain, “Maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah, ia melarikan diri ke Makkah. Lalu ia didatangi beberapa orang Makkah. Mereka mengeluarkan lelaki itu dari kediamannya dan membai’atnya di antara hajar aswad dan Maqam, padahal ia tidak ingin dibai’at…” (HR. Abu Dawud, ini adalah hadits hasan).

Sungguh, Allah benar-benar menjaga kota Makkah dari segala niat buruk dan kejahatan. Renungkanlah hadits-hadits diatas, Allah telah menenggelamkan semua pasukan yang menuju Makkah dengan niat buruk. Allah senantisa menjaga dan melindunginya, bahkan menjaganya dari Dajjal yang buta sebelah, sehingga tidak bisa masuk ke kota Makkah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sebuah kota pun di bumi ini kecuali Dajjal akan memasukinya, selain Makkah dan Madinah. Tidak ada jalan setapak pun padanya, kecuali disitu ada malaikat yang berkumpul menjaganya. Lalu Dajjal itu mendatangi Sabkhah (sebuah dataran penuh dengan pasir). Disana ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka keluarlah dari kota Madinah seluruh orang kafir dan munafiq yang ada.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sedangkan dalam hadits Abu Umamah, dari Rasulullah bersabda, “Ketahuilah! Tidak ada sejengkal tanah pun di muka bumi ini kecuali akan dilewati Dajjal. Yang tidak dimasukinya hanyalah Makkah dan Madinah. Ketika dajjal mendatangi keduanya, tidak ada suatu jalan pun disana yang hendak dimasukinya, kecuali ia berhadapan dengan malaikat yang membawa pedang terhunus. Sehingga ia (putus asa dan) mendatangi dataran merah pada penghujung Sabkhah dekat kota Madinah. Lalu ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka tidak terdapat seorang munafiq atau munafiqah di kota Madinah itu kecuali mereka keluar menghampiri Dajjal tersebut. Sungguh! Kota Madinah telah membersihkan keburukan dajjal, seperti alat peniup api yang membersihkan buruknya besi. Hari itu dinamakan dengan yaumul khalaash, yaitu hari bersihnya kota Madinah dari orang-orang munafiq. Kemudian Rasulullah ditanya: kemanakah orang Arab di hari itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka di hari itu sangat sedikit jumlahnya.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah, ini adalah hadits shahih).

Sedangkan hadits yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Mereka pasti akan mengerjakan ibadah haji dan umrah di baitul haram ini setelah keluarnya ya’juj dan ma’juj” (HR. Al-Bukhari)

Dan Rasulullah telah menjelaskan bahwa Al-Masih Isa as akan mengerjakan ibadah haji setelah beliau berhasil membunuh Dajjal. Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Isa putera Maryam pasti akan melewati jalan ar-rauha’ ini saat memulai ibadah haji atau umrah, atau saat mengerjakan keduanya secara bersamaan.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa di antara tanda datangnya hari qiyamat, adalah dihancurkannya Ka’bah. Dalam sebuah hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, dia menegaskan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ka’bah ini akan dihancurkan oleh seseorang dari Habasyah (Ethiopia) yang kecil kedua betisnya. Ia merampas semua perhiasan Ka’bah dan mengambil kiswah (pakaian)nya. Sungguh! Saya seperti melihatnya disini (sekarang) sedang menghancurkan ka’bah dengan menggunakan palu besar dan alat pengukurnya. Ia adalah orang yang ushaila’ (tidak punya rambut kepala) dan ufaida’ (yang bengkok tulang pergelangan kakinya).” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma Nabi SAW bersabda, “Saat ini saya seperti melihatnya sedang menghancurkan Ka’bah sedikit demi sedikit, satu persatu batu ia hancurkan, ia adalah seorang hitam yang salah satu matanya tidak normal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah SAW bersabda, “Yang menghancurkan Ka’bah ini adalah orang Habasyah yang dijuluki dzus suwaiqotain.” (HR. Muslim) Orang itu dinamakan dengan dzus suwaiqotain karena kedua betisnya sangat kecil, lain dengan manusia pada umumnya.

Allah berfirman tentang tanda datangnya hari qiyamat, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (Qs. An-Naml ayat 82)

Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang Ad-Dabbah ini, yaitu hadits dari Abu Umamah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Akan keluar seekor binatang di akhir zaman yang meracuni banyak manusia, sehingga hidung mereka menjadi hitam. Kemudian orang-orang berhidung hitam itu menetap bersama manusia lainnya dan berjual beli dengan mereka. Sampai ada seseorang yang membeli unta dan ditanya: kamu membeli unta ini dari mana? Ia menjawab: saya membelinya dari salah satu orang yang berhidung hitam.” (Hadits shahih riwayat Ahmad)

Saudaraku! Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa binatang ini akan keluar dari Gunung Ajyad di Kota Makkah.

Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa Islam adalah agama yang asing di kalangan manusia, dan kembalinya hanya ke kota Makkah dan Madinah. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya Islam diawali dengan keasingan, dan akan kembali asing seperti pemulaannya. Ia (Islam) akan kembali di antara dua masjid (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), seperti kembalinya seekor ular ke dalam lobangnya.” (HR. Muslim)

Minggu, 24 Juli 2022

Xu Yuehua, Tanpa Kaki Merawat 130 Anak Yatim Piatu


Xu Yuehua, seorang wanita tanpa kaki yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat sebuah panti asuhan di China, sungguh perkerjaan yang luar biasa. Dulunya Xu Yuehua adalah seorang gadis kecil yang normal seperti teman-temannya. Sampai pada suatu saat, ketika ia mengumpulkan batubara di rel kereta api, dan sebuah kecelakaan kereta api membuat Xu kehilangan kedua kakinya pada usia 13 tahun. Tidak ada kaki di usia yang sangat muda mungkin bagai dunia telah berakhir bagi Xu yuenhua. Apalagi Xu Yuehua saat itu adalah yatim piatu. Tidak semua orang bisa menghadapi kenyataan hidup ini.

 Di saat-saat rasa frustasi menyelimutinya, Xu Yuehua segera sadar untuk menjadikan hidup dan tubuhnya berguna untuk sesama selama dia diberi kesempatan hidup di dunia. Ia telah merasakan waktu kecil sebagai yatim piatu dulu, dan dengan mengandalkan dua kursi kayu pendek untuk menyangga tubuhnya dan untuk berjalan, Xu melanjutkan hidupnya dengan tujuan dan semangat yang mulia, yaitu mengasuh dan membesarkan anak-anak yatim piatu .

Di Xiangtan Social Welfare House yang membantunya melalui masa-masa sulit ini Xu menemukan panggilannya. Saat ini, Xu telah menjalani 37 tahun merawat anak-anak yatim piatu di lembaga kemanusiaan ini. Dengan keterbatasannya, sudah 130 anak yang dibesarkan Xu. Memang tidak mudah untuk berpindah dari ranjang yang satu ke ranjang lain menggunakan bangku pendek. Belum lagi saat harus menyusui, meredakan tangisan bayi yang rewel dan mengajak mereka bermain. Namun wanita yang disebut ‘The Stool Mama’ ini melakukan semua hal dengan sebaik-baiknya.


Xu Yuehua dengan sabar mengurus anak-anak yatim piatu


Dengan melakukan yang terbaik, satu per satu kekhawatiran dalam kehidupan Xu Yuehua seakan dijawab oleh Yang Maha Kuasa. Pada tahun 1987, Xu menikah dengan Lai Ziyuan, seorang petani sayur di panti asuhan yang sama dan melahirkan anak laki-laki, Lai Mingzhi, tiga tahun kemudian. Xu mengaku sangat bahagia dengan hidup dan pengabdiannya.

Dalam benaknya, cacat fisik bukanlah menjadi batasan ataupun halangan seseorang untuk melakukan sesuatu dan berbagi demi mengurusi orang lain. Bahkan dengan kerendahan hatinya yang sangat tulus, perempuan tersebut mengatakan, dirinya bukanlah orang hebat. Apa yang dilakukannya semata-mata hanya untuk memberikan kasih sayang seorang ibu untuk anak-anak yang nasibnya kurang beruntung, karena telah kehilangan orang tua.

Ia telah merasakan kehilangan kedua orangtuanya sejak masih kecil. Mulai saat itulah, dirinya dirawat di Rumah Yatim Piatu Xiantan. Dengan menggunakan kursi kecil untuk menggantikan kedua kakinya tersebut, Xu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seperti memberi makan, mencuci, mengganti selimut, bahkan kadang membuatkan sepatu untuk 130 anak yatim asuhannya.

Xu Yuehua dan Sheng Li (anak yatim pertama yang dibesarkan olehnya)


Seperti dikutip dari Orange.co.uk, Rabu (22/12), Sheng Li, salah seorang anak asuh Xu Yueahua menuturkan, bahwa Xu merupakan pahlawan di mata anak-anak penghuni rumah panti asuhan Xiantan. “Tanpa Ibu Besar (panggilan untuk Xu Yuehua), mungkin saya sudah meninggal sejak lama. Suara kursi kecil yang menjadi tanda datangnya Ibu Besar merupakan suara yang terindah yang pernah saya dengar hingga saat ini,” ungkap Sheng Li.

Meski telah memiliki keluarga sendiri Xu tetap merawat anak-anak di panti asuhan di tempat dirinya dulu dibesarkan.  “Saya bukanlah orang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, yaitu memberikan kasih sayang seorang ibu untuk anak-anak malang itu,” ucap Xu merendah. 

 Sebuah pelajaran yang sangat berharga, bahwa kebahagiaan selalu ada dalam setiap orang yang selalu berpikir positif, berpikir maju dan tidak berkubang dalam penderitaannya.


Jumat, 22 Juli 2022

Batu Ginjal Keluar Saat di Makkah (Ahmad - Blitar)



Pak Ahmad masuk dalam rombongan haji Tahun 2006. Pada saat itu, Pak Ahmad mengidap sakit kencing batu atau batu ginjal yang sudah cukup kronis. Beliau dan keluarganya sudah mengupayakan tindakan medis. Dan kesehariannya pun selalu mengonsumsi obat-obat dari dokter. Kondisi sakit ini berlangsung cukup lama. Jika kambuh, rasa sakit yang dirasa Pak Ahmad sangat luar biasa.

Namun, sakit itu bukan menjadi penghalang bagi Pak Ahmad untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Beliau memutuskan berangkat haji pada tahun 2006 dengan berbekal obat resep dokter. Rasa takut sakitnya kambuh di tanah suci dikalahkan keinginannya yang menggebu untuk menjalankan ibadah haji.

Dengan diiringi rasa sakit, Pak Ahmad tetap menjalankan aktivitas harian di Masjidil Haram. Jika rasa sakit menyergap, ia pun mengonsumsi obat resep dokter yang dibawanya dari tanah air. Ia tak ingin, rasa sakit itu mengganggu kenikmatannya dalam beribadah.

Hingga pada suatu hari, ia hendak kembali ke pemondokannya di sektor IV Jawar Taisir setelah beribadah di Masjidil Haram. Namun rasa sakit karena gangguan ginjalnya kembali kambuh. Ironisnya, obat resep dokter yang telah disiapkan cukup selama di tanah suci ternyata sudah habis. Dengan tertatih-tatih ia mencari taksi untuk pulang kembali ke pemondokannya yang berjarak 1,5 km dari Masjidil Haram. Padahal jika tidak terserang sakit, Pak Ahmad biasa menempuhnya dengan berjalan kaki. Sesampainya di pemondokan, Pak Ahmad segera ditangani dokter kloter dan perawat medis. Namun obat untuk kencing batu simpanan kloter tidak tersedia saat itu. Akhirnya dokter membuatkan resep obat untuk dibeli di apotek rujukan di sekitar sektor Jarwal. Ketua regu dan beberapa teman Pak Ahmad pun berputar untuk mencari obat tersebut.

Sementara menunggu obat datang, Pak Ahmad merintih menahan rasa sakit. Kepanikan pun terjadi ketika beliau mengeluarkan air seni disertai darah yang begitu banyak. Tidak hanya itu, ketua regu dan teman-temannya ternyata tidak berhasil mendapatkan obat tersebut. Akhirnya, dengan segala kepasrahan dan keikhlasan atas ujian itu, Pak Ahmad meminum air zam-zam yang dibawa dari Masjidil Haram hingga lebih dari 3 liter. Dengan terus berdoa, diminumnya air tersebut hingga Pak Ahmad tidak mampu meminumnya lagi. Pak Ahmad pun beristirahat di pembaringan sambil terus berdoa dan menahan rasa sakit. Sementara air seni bercampur darah terus keluar. 

Setelah 30 menit berlalu, Pak Ahmad minta diantar ke kamar mandi. Dengan tertatih menahan sakit, beliau dipapah oleh rekan-rekannya menuju ke kamar mandi yang terletak di ujung kamar. Selang beberapa saat setelah Pak Ahmad masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara keras. Bletaakk...! Seperti suara sesuatu menabrak dinding kamar mandi. Apa yang terjadi? 

Subhanallah! Terdengar Pak Ahmad berteriak dari dalam kamar mandi. Teman-temannya yang berada di luar kamar mandi menjadi bingung. Apa yang terjadi?

Beberapa saat kemudian Pak Ahmad keluar sambil berlinangan air mata, tetapi tersenyum bahagia. Adapun tangannya menggenggam batu sebesar jempol kaki orang dewasa. Ya, itulah batu yang menimbulkan suara keras tadi.

Pak Ahmad berkali-kali meneriakkan kalimat thayyibah sambil menunjukkan batu seukuran jempol kaki itu. Itulah batu ginjal yang selama ini bersarang di ginjalnya selama bertahun-tahun. Di dalam kamar, Pak Ahmad pun bersujud syukur atas karunia dan keajaiban yang beliau rasakan. 

Semua teman-temannya yang ada di kamar takjub, merinding, dan tidak bisa berkata apa-apa. Hanya kalimat thayyibah yang terus keluar dari mulut mereka melihat kejadian yang menakjubkan ini. Sejak saat itu, hilang pula rasa sakit yang selalu diderita Pak Ahmad selama ini.

Itulah keajaiban haji. Itu pula keajaiban air zam-zam yang ada di tanah suci. Semuanya sudah disabdakan lewat lisan Nabi Muhammad saw yang diberkahi. Dari Abdullah Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang haji dan orang yang umroh, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya. Dan mereka memohon kepada-Nya, Dia pun memberikan permohonan mereka.” (HR. Ath Thabrani dan Ibnu Hibban) 

Disebutkan oleh As-Suyuthi dari hadis Ibnu Abbas, dan HR. Al Hakim dan Ad Daruquthni bahwa Rasulullah saw bersabda, “Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian Jibril dan siraman Allah kepada Ismail.” 


Hukumnya Imam Memanjangkan Shalat Hingga Memberatkan Makmum



Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah sangat marah terhadap Mu’adz ketika dia memanjangkan bacaan saat mengimami manusia pada shalat Isya’. (Muttafaq a’laih)

Shalat jama’ah adalah ibadah yang sangat utama. Karena begitu besar keutamaan shalat jama’ah, maka bagi orang yang mendapati shalat jama’ah di mesjid dianjurkan untuk mengikuti shalat jama’ah meskipun dia sudah melakukan shalat sebelumnya. Meskipun demikian seorang Imam shalat jama’ah harus bijaksana untuk tidak memanjangkan bacaan shalatnya, karena diantara makmumnya mungkin ada yang mempunyai kebutuhan yang sangat mendesak.

Hadits-hadits dalam kitab Al-Muntaqa: Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah ia meringankan (shalat) karena diantara mereka terdapat orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang sudah lanjut usia. Tapi jika ia shalat sendirian maka ia boleh memanjangkan sekehendaknya.” (HR, Jama’ah kecuali Ibnu Majah).

Dari Anas, dia berkata, “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mempersingkat (memperingan) shalat dan menyempurnakannya.” 

Dalam riwayat lain, “Aku tidak pernah shalat di belakang seorang imam yang shalatnya lebih ringan dan lebih sempurna daripada shalatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sungguh aku memasuki shalat dan ingin menyempurnakannya, kemudian aku mendengar tangisan bayi, maka aku percepat karena aku mengetahui perasaan ibunya yang sangat pilu karena tangisannya.” (HR. Jama’ah kecuali Abu Daud dan An-Nasa’i)

Imam Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar berkata, Hadits di atas menunjukkan disyariatkannya meringankan shalat bagi imam dan tidak memperpanjangnya karena alasan-alasan tersebut, yaitu adanya orang yang lemah, orang yang sakit, orang yang sudah lanjut usia, orang yang mempunyai keperluan mendesak, gangguan konsentrasi seorang ibu karena tangisan anaknya dan hal-hal lain yang semakna.

Abu Umar bin Abdil Barr mengatakan: Meringankan shalat bagi setiap imam adalah perkara yang telah disepakati, dan hukumnya sunnah menurut para ulama. Hanya saja dalam hal ini, batasannya adalah batas minimal kesempurnaan. Adapun menghilangkan atau mengurangi, maka tidak termasuk kategori meringankan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat seperti mematuknya burung gagak, yaitu ketika beliau melihat seorang laki-laki yang shalat dengan tidak menyempurnakan rukunya, beliau berkata kepadanya, “Kembalilah dan shalat lagi, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” Beliau juga telah bersabda, “Allah tidak akan memandang kepada orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya di dalam ruku’ dan sujudnya.” (Nailul Authar 1, hal. 728).

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Mu’adz mengimami shalat Isya bagi para sahabatnya, lalu dia memanjangkan (shalat) hingga memberatkan mereka. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apakah engkau ingin menjadi orang yang menimbulkan fitnah, wahai Mu’adz? Apabila engkau mengimami orang-orang, bacalah Wasy-syamsi Wa Dhuhaha, atau Sabbihisma rabbikal a’la, atau Iqra’ bismi rabbika, atau Wal-laili idza yaghsya.’” (HR. Muslim 465, Bukhari 705)(Bulughul Maram, hadits 269)

Umar bin Abdul Bar mengatakan, “Meringankan shalat bagi seorang imam merupakan persoalan yang telah disepakati para ulama, bahkan disunnahkan, tetapi dengan syarat bahwa imam tidak mengurangi atau membuang kesempurnaan yang minimal dalam shalat. Jika imam sampai mengurangi kesempurnaan minimal shalat, perkara semacam ini tidak boleh dilakukan sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengerjakan shalat seperti seekor burung gagak terhadap makanannya. Hal ini pernah terjadi ketika beliau melihat seseorang mengerjakan shalat dengan ruku’ yang tidak sempurna. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ulangilah shalatmu itu! Sebab dengan cara seperti itu, sebenarnya engkau belum shalat.” 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi, “Allah tidak akan peduli terhadap shalat seseorang yang tidak meluruskan tulang rusuknya pada saat ruku’ atau sujud.”

Aku belum pernah mendengar pendapat yang menegaskan bahwa ada seorang ulama yang memperselisihkan masalah hukum sunnah meringankan shalat bagi seorang imam, tetapi dengan syarat kesempurnaan minimal pelaksanaan shalat tetap dijaga dan dipelihara.

Diriwayatkan pula dari Umar, “Janganlah kamu melakukan perbuatan yang menyebabkan Allah benci terhadap hamba-Nya, yaitu dengan memanjangkan shalat sehingga terasa berat bagi para makmum di belakang.” (Fiqih Sunnah 1, hal. 340).

Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari Al-Fanani dalam kitab Fathul Mu’in berkata, Imam dimakruhkan melamakan shalatnya, walaupun dengan maksud agar jama’ah yang lain dapat menyamainya. Apabila seseorang yang shalat melihat kebakaran, maka ringkaskanlah shalatnya. Apakah meringankan itu wajib atau tidak? Hukumnya ada dua jalan. Adapun yang berlaku adalah wajib meringankannya untuk menyelamatkan hewan yang dimuliakan (oleh syara’). Boleh juga meringankan shalat untuk menyelamatkan harta benda (menjaga kerusakan).

Barangsiapa yang melihat hewan yang dimuliakan akan disakiti atau diambil oleh orang zalim (pencuri dan sebagainya), atau tenggelam, maka ia wajib menyelamatkannya dan mengakhiri shalat atau membatalkan shalatnya, kalau ia sedang shalat. Atau melihat harta (yang akan dirusak atau dicuri dan sebagainya) maka orang itu boleh menyelamatkannya dengan cara yang tersebut tadi, dan makruh bagi yang melihat kejadian itu bila tidak berusaha menyelamatkannya. (Fathul Mu’in 1, hal/ 372).


Riba fadhl (riba karena adanya penambahan)




Keterangan mengenai riba fadhl terdapat dalam hadits berikut.

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim no. 1587)

Para ulama telah menyepakati bahwa keenam komoditi (emas, perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam) yang disebutkan dalam hadits di atas termasuk komoditi ribawi. Sehingga enam komoditi tersebut boleh diperjualbelikan dengan cara barter asalkan memenuhi syarat. Bila barter dilakukan antara komoditi yang sama -misalnya kurma dengan kurma, emas dengan emas, gandum dengan gandum, maka akad tersebut harus memenuhi dua persyaratan.

Persyaratan pertama, transaksi harus dilakukan secara kontan (tunai). Sehingga penyerahan barang yang dibarterkan harus dilakukan pada saat terjadi akad transaksi dan tidak boleh ditunda seusai akad atau setelah kedua belah pihak yang mengadakan akad barter berpisah, walaupun hanya sejenak.

Misalnya, kurma kualitas bagus sebanyak 2 kg ingin dibarter dengan kurma lama sebanyak 2 kg pula, maka syarat ini harus terpenuhi. Kurma lama harus ditukar dan tanpa boleh ada satu gram yang tertunda (misal satu jam atau satu hari) ketika akad barter. Pembahasan ini akan masuk riba jenis kedua yaitu riba nasi’ah (riba karena adanya penundaan).

Persyaratan kedua, barang yang menjadi objek barter harus sama jumlah dan takarannya, walau terjadi perbedaan mutu antara kedua barang.

Misalnya, Ahmad ingin menukar emas 21 karat sebanyak 5 gram dengan emas 24 karat. Maka ketika terjadi akad barter, tidak boleh emas 24 karat dilebihkan misalnya jadi 7 gram. Jika dilebihkan, maka terjadilah riba fadhl.

Jika dua syarat di atas tidak terpenuhi, maka jual beli di atas tidaklah sah dan jika barangnya dimakan, berarti telah memakan barang yang haram.

Catatan penting!!!

Apakah riba hanya berlaku pada enam komoditi ribawi (yaitu emas, perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam) atau bisa juga berlaku pada komoditi yang lain?

Menurut jumhur (mayoritas ulama), riba juga berlaku pada selain enam komoditi tadi. Komoditi lain berlaku hal yang sama jika memiliki kesamaan ‘illah (alasan). Namun para ulama berselisih mengenai apa ‘illah dari masing-masing komoditi. Yang jelas mereka sepakat bahwa emas dan perak memiliki kesamaan ‘illah. Sedangkan kurma, gandum, sya’ir dan garam juga memiliki kesamaan ‘illah tersendiri.

Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa alasan berlakunya riba pada emas dan perak adalah karena keduanya ditimbang, sedangkan empat komoditi lainnya adalah karena ditakar. Jadi setiap barang yang ditimbang dan ditakar, berlaku hukum riba fadhl. Inilah pendapat Hanafiyah dan Hambali. (Lihat Al Mughni, 7/495)

Pendapat yang lain mengatakan bahwa alasan berlakunya riba pada emas dan perak adalah karena keduanya merupakan alat tukar jual beli, sedangkan empat komoditi lainnya adalah karena sebagai makanan pokok yang dapat disimpan. Jadi setiap barang yang memiliki kesamaan seperti ini berlaku hukum riba fadhl semacam beras, jagung, dan sagu. Inilah pendapat Malikiyah. (Lihat Bidayatul Mujutaahid, 7/182-183)

Pendapat yang lain mengatakan bahwa alasan berlakunya riba pada emas dan perak adalah karena keduanya adalah alat tukar jual beli, sedangkan komoditi lain adalah sebagai bahan makanan. Jadi setiap barang yang termasuk bahan makanan pokok atau bukan, berlaku pula hukum riba. Inilah pendapat Syafi’iyah dan salah satu pendapat Imam Ahmad. (Lihat Mughnil Muhtaj dan Al Mughni)

Sedangkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan juga salah satu pendapat dari Imam Ahmad berpendapat bahwa emas dan perak berlaku hukum riba karena keduanya adalah alat tukar jual beli, sedangkan empat komoditi lainnya adalah karena termasuk bahan makanan yang ditakar atau ditimbang.

Namun ada pendapat lain yang lebih bagus lagi sebagaimana yang dipilih oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’. Alasan berlakunya riba pada emas dan perak yaitu karena keduanya adalah emas dan perak, baik sebagai alat untuk jual beli atau tidak. Sedangkan empat komoditi lain termasuk komoditi riba karena merupakan bahan makanan yang ditakar atau ditimbang. Jadi jika kalung emas ingin ditukar dengan kalung emas –misalnya, berlaku juga hukum riba, walaupun kalung bukan alat untuk jual beli.

Sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits Fadholah bin ‘Ubaid Al Anshori, bahwa beliau pernah didatangi Rasulullah pada saat peperangan Khaibar. Fadholah ketika itu memiliki kalung yang terdapat permata dan emas. Kalung ini berasal dari ghonimah yang akan dijual. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memisahkan emas yang ada di kalung tersebut. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika emas ingin ditukar dengan emas, maka harus sama timbangannya.” (HR. Muslim no. 1591)

Lalu bagaimanakah dengan uang kertas (mata uang)? Apakah juga berlaku hukum riba?

Jawabannya: Iya, keduanya dihukumi sama dengan emas dan perak. Sehingga ada beberapa ketentuan yang berlaku tatkala ingin menukar mata uang sebagaimana berlaku pada emas dan perak. Ketentuan tersebut adalah:

  1. Tidak dibolehkan sama sekali untuk menukarkan uang kertas yang sama –seperti menukar rupiah dan rupiah- atau menukarkan uang kertas dengan yang beda jenis –seperti menukar dollar dan rupiah- dengan cara pembayaran diutang (kredit).
  2. Tidak dibolehkkan untuk menukarkan uang yang sama dengan cara melebihkan sebagian dari yang lain, seperti menukarkan seratus ribu rupiah dengan seratus sepuluh ribu rupiah, ini tidak diperbolehkan.
  3. Boleh menukarkan uang kertas yang berbeda jenis -misal dollar dan rupiah- dengan melebihkan salah satunya, asalkan dilakukan secara kontan (tunai). (Lihat penjelasan Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah, 13/442, no. 3291)