Senin, 28 Maret 2022

Akurasi Tes Kehamilan


Bagi para ibu yang mendambakan seorang anak, tes kehamilan merupakan saat yang mendebarkan. Tumpuan hasil tes positif merupakan hal yang paling dinanti. Kebahagiaan menyeruak tatkala hasil tes dinyatakan positif. Namun banyak pula, para ibu kecewa melihat hasil tes yang dinanti ternyata tidak sesuai alias negatif. Tentunya kesabaran dan usaha serta doa kembali harus dilakukan. Namun ada pula hasil tes kehamilan tidak akurat dikarenakan para calon ibu salah atau tidak mengetahui teknis tes kehamilan yang baik dan benar. Untuk menghindari hal tersebut, di sini akan dibahas mengenai apa dan bagaiman jenis tes kehamilan.


A. Tes urine

Tes ini merupakan yang paling lazim dan banyak digunakan oleh para ibu. Karena selain mudah dan sederhana, tes urine ini juga dapat dilakukan oleh sendiri tanpa perlu bantuan ahli. Inti tes kehamilan adalah untuk mengetahui kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yaitu suatu hormon yang dihasilkan embrio saat terjadinya kehamilan yang akan meningkat dalam urine dan darah seminggu setelah konsepsi. Hormon tersebut dilepaskan ke dalam darah ibu yang mengalir mengitari ovum, lalu terbawa menuju indung telur. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan progesterone yang berfungsi menahan haid berikutnya.

HCG mencapai tingkat produksi maksimum saat usia kehamilan 12 minggu, sementara plasenta berkembang dan mejadi lebih aktif. HCG dikeluarkan oleh ginjal ibu dan dapat dideteksi dalam daran dan urine, pada minggu-minggu awal kehamilan. Keberadaan hormon inilah yang menjadi dasar tes kehamilan.
Jenis-jenis tes urine:

1. Test pack (pengetesan sendiri)

Test pack adalah salah satu dari sekian banyak alat tes kehamilan yang praktis dan lebih pribadi, karena Anda tidak perlu repot pergi ke laboratorium untuk memeriksa kehamilan. Alat yang biasa disebut home pregnancy test ini banyak dijumpai di toko, supermarket, atau apotik dengan harga yang variatif. Kita bisa langsung menguji kehamilan dan mengetahui apakah sang buah hati akan hadir atau tidak melalui hasil test pack. Bentuk test pack ada dua macam, yaitu strip dan compact. Bedanya, bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Untuk compact sudah ada tempat untuk menampung urine yang akan diteteskan.

Bila Anda sudah menyentuhkan alat tes kehamilan (test pack) dengan urine, maka akan muncul hasil berupa garis merah. Kemunculan satu atau dua garis mengisyaratkan kalau test pack dilakukan dengan benar, karena test pack mendapatkan urine yang cukup. Sebaliknya, kalau tidak muncul garis merah bisa saja diakibatkan oleh kelalaian pemakai, oleh karena itu penting bagi seseorang yang baru pertama kali menggunakan alat tes kehamilan (test pack) untuk mengikuti petunjuk penggunaan. Kalau garis pertama sudah muncul, kemunculan garis kedua menyatakan seseorang dikatakan hamil. Untuk hasil yang akurat, perhatikan mengenai cara penggunaannya yang biasa tercantum dalam kemasan alat tes tersebut, masa kadaluawarsa alat tes tersebut dan tingkat akurasi dari alat tes tersebut.

2. Tes slide

Pada rumah bersalin atau klinik, tes urine dilakukan dengan menggunakan slide kaca. Setetes urine dicampur degan setetes antiserum, lalu ditambahkan dengan setetes latex suspension. Bila HCG terdapat dalam urine, hormon itu akan dinetralkan oleh antiserum, tak ada reaksi dengan latex suspension dan larutan seperti susu akan tertinggal di atas slide. Bila tidak terdapat HCG, maka antiserum akan bereaksi dengan latex membentuk semacam biji-bijian.

3. Tes laboratorium

Untuk tes ini Anda cukup mengirimkan contoh urine ke laboratorium terdekat atau melalui dokter Anda. Harganya tentu berbeda-beda dan lama hasilnya pun akan berbeda. Keunggulan dari tes ini tentunya keakuratan hampir mendekati 100% dan urine yang diambil tidak tergantung waktu pengambilannya.

Cara pengambilan urine:

Sebaiknya tes dilakukan pada contoh urine yang Anda keluarkan pertama kali pada pagi hari, karena pada saat itu urine mengandung konsentrasi HCG yang tertinggi dibanding saat lainnya. Sebaiknya Anda tidak minum atau buang air kecil di malam hari, juga hindari minum di pagi hari sebelum mengamil urine. Karena urine akan menjadi encer dan HCG sulit untuk dideteksi. Letakkan contoh dalam wadah yang bersih, jangan ada noda sabun atau detergen. Lalu simpan dalam botol atau toples kecil, hingga saatnya diuji.

B. Tes darah

Dokter menggunakan dua jenis tes darah untuk memeriksa kehamilan yakni kualitatif dan kuantitatif. Tes darah dapat mendeteksi HCG lebih awal daripada tes urine. Tes darah dapat mendeteksi kehamilan sekitar enam sampai delapan hari setelah Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium). Tes darah kuantitatif atau disebut juga tes beta HCG dapat menunjukkan berapa tepatnya kadar HCG dalam darah Anda bahkan saat kadarnya masih sedikit. Tes darah kualitatif hanya akan menunjukkan apakah ada HCG atau tidak Jenis tes darah ini memiliki akurasi yang sama dengan tes urine.

C. Pemindaian ultrasound (ultrasound scans)

Ultrasound atau ultrasonografi adalah penggunaan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat ke dalam rongga perut dan menampilkan citra janin di layar monitor. Tes ini biasanya dilakukan di ruang praktek dokter atau di rumah sakit bersalin. Sebelum tes dilakukan, Anda diminta untuk meminum air dalam jumlah yang banyak agar kandung kemih yang penuh mendorong uterus ke depan, sehingga citra janin tampil di layar. Perut akan dilumuri jeli dan sebuah alat pemantau digerakkan perlahan menyusuri area tersebut. Komputer akan menerjemahkan gema suara menjadi gambar video. Tes ini berlangsung kira-kira setengah jam.

Ultrasound dapat mendeteksi kantong amniotik (ketuban) pada kehamilan usia 6 minggu dan embrio 7 minggu. Kemudian dilakukan lagi antara minggu ke 12 dan 14 masa hamil. Tes dilakukan untuk menentukan usia, laju pertumbuhan dan posisi yang tepat dari janin dan plasenta, mendeteksi ketidaknormalan, serta melihat apakah Anda mengandung lebih dari satu bayi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar